<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724</id><updated>2011-08-11T12:44:48.905+07:00</updated><title type='text'>Nie Troozz................................   menggapai kebahagiaan yang hakiki</title><subtitle type='html'>Berusahalah untuk duniamu
Seolah-olah kau akan hidup selamanya                                               
Dan berusahalah untuk akhiratmu
Seolah-olah kau akan mati besok pagi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-115501531487043810</id><published>2006-08-08T12:34:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T11:06:29.155+07:00</updated><title type='text'>Lahar Panas</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pukul 00.17 aku terbangun dari tidurku, setelah bermimpi hampir terseret lahar panas. Lahar yang datang tiba-tiba mengalir di depan mataku, merah menyala, hingga mengenai kakiku. Aku berlari dan terus berlari. &lt;br /&gt;Lahar panas terus mengalir menuju lembah di samping kiriku, sementara di belakangku menganga sebuah jurang.&lt;br /&gt;Ach…. Rasanya putus asa aku untuk menyelamatkan nyawaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih bisa maju ke sebelah kiri, namun aku harus berlari sangat kencang menghindari derasnya arus lahar panas itu. Tengok ke belakang, jurang menganga lebar, seolah siap melahap tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah kananku ada sebuah batu. Tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan tangannya tuk menarikku ke atas batu. Selamatlah diriku………&lt;br /&gt;Alhamdulillah ya Allah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku terbangun dari tidurku. Ku merenung…………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu seperti refleksi hidupku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah tangan kokoh itu yang akan menarikku ke atas sebuah batu ???? &lt;br /&gt;Ataukah aku akan terus terseret lahar panas itu ? &lt;br /&gt;Ataukah aku harus jalan pintas, menyerahkan tubuhku pada jurang yang sangat dalam ? &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-115501531487043810?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/115501531487043810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=115501531487043810&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/115501531487043810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/115501531487043810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2006/08/lahar-panas.html' title='Lahar Panas'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-113929759524858384</id><published>2006-02-07T14:27:00.000+07:00</published><updated>2006-02-07T14:52:34.983+07:00</updated><title type='text'>Jagoan Pertamaku</title><content type='html'>"Bu, ibu harus caesar sekarang..........", kata dokter yang selama sembilan bulan ini memeriksa kandunganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh.... kalimat itu begitu pedih menusuk bathinku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bayinya sungsang dan besar.... sangat beresiko untuk lahir secara normal", lanjut dokter kandunganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan cerita orang-orang yang pernah mengalami caesar menari-nari di kepalaku. Semua cerita hanya seputar caesar yang berisi sakit dan sakit. Dibius total dan aku gak bangun-bangun lagi. Perlahan air mataku menetes membayangkan yang akan terjadi nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu seminggu lagi ya dok, saya belum siap", jawabku. Hari sabtu, tanggal 4 Februari 1995 itu, aku pulang periksa kandungan dengan berurai air mata. Aku ingin melahirkan normal, aku belum mau mati...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pulang ke rumah mertuaku dulu, karena si Akang kayaknya ikut kalut juga. Oleh mertuaku, aku diberi wejangan panjang lebar, bahwa semua ini dari Allah, maka serahkanlah pada-Nya. Maka pulanglah kami dengan sedikit lega. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin, tgl 6 Februari 1995, si Akang secara mendadak ditugaskan ke Jkt selama seminggu. Aku merengek agar tidak pergi, tapi tugas kantor tidak bisa ditinggalkan begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahku yang mungil, aku seorang diri menantikan si jabang bayi ini melihat dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin jam 4 sore, tau-tau ada flek di pakaian dalamku. Paniklah diriku. Lalu lari ke rumah mertuaku. Mertuaku pun karena baru cucu pertama, ikut panik. Tapi mertuaku tetap bisa menenangkan suasana. Tapi karena takut melahirkan malam itu, jam 11 malam aku dibawa jg ke RS oleh mertuaku. Sungguh di luar dugaan, suamiku datang malam itu karena ada data yang tertinggal. Subhanallah.......... mungkin si jabang bayi yang kirim sinyal ama bapaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman aku hanya bisa menahan mulas yang tak kunjung berhenti. Tapi ada energi baru, karena Akang di sampingku. Si jabang bayi tetep gak mau nongol. Mungkin karena posisi sungsang itu jadi susah tuk cari jalan keluar....he..he... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari masih juga gak bisa keluar, karena yang nyangkut di jalan keluar adalah bokongnya. Aku pun di suruh jalan2 lagi ama dokter. Dengan menahan sakit yang luar biasa, aku pun berjalan2 di seputar rumah sakit. Sementara teman sekamarku hanya butuh waktu 1-2 jam untuk mengeluarkan si jabang bayi. Sorenya aku sudah tidak kuat lagi berjalan2. Tenagaku sudah lemas menahan rasa sakit. Makanan sudah tidak masuk lagi, hanya minum teh manis sebagai pengisi tenagaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu tepat di bulan ramadhan. Sehabis suamiku berbuka puasa, digiringlah aku menuju ruang bersalin. Karena bukan persalinan normal, di ruang itu sudah disiapkan tabung oksigen dsb. Tapi aku "keukeuh" gak mau operasi caesar, dan si jabang bayi "keukeuh" juga gak mau keluar. Sungguh perjuangan yang menaruhkan nyawa..... Duh... perjuangan seorang ibu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter baru datang jam 20.45. Si jabang bayi sudah meronta-ronta ingin keluar. Dengan sisa tenaga yang ada, kukeluarkan si jabang bayi. Benar, ternyata bokongnya duluan yang keluar, lalu kakinya satu persatu, badannya, lalu tangannya satu persatu. Tapi aku sudah kehabisan tenaga, tinggal kepalanya........... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya kuat kepalanya setengah saja...... dan dengan sigap, dokter menarik kepala yang tinggal setengah lagi........ lalu aku tak berdaya apa2 lagi..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..... hanya kebesaran-Mulah hingga aku bisa melewati semua ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 7 Februari 1995, pukul 21.03, selamatlah jagoan pertamaku lahir ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tepat 11 tahun perjuanganku itu, perjuangan yang tak akan pernah terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat ulang tahun anakku....cintaku.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://nietroozz.multiply.com/photos/photo/1/1.jpg" alt="hanifan" width="200" height="250"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="3"&gt;Muhammad Hanifan Rahman........&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hanif&lt;/em&gt; itu lurus dalam menjalankan agama dan &lt;em&gt;Rahman&lt;/em&gt; adalah pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga namamu menjadi do'a untukmu hingga dewasa kelak. Amiiinnnn...&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-113929759524858384?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/113929759524858384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=113929759524858384&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/113929759524858384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/113929759524858384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2006/02/jagoan-pertamaku.html' title='Jagoan Pertamaku'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-113583870232677146</id><published>2005-12-29T13:33:00.000+07:00</published><updated>2005-12-29T13:45:02.340+07:00</updated><title type='text'>Renungan di Akhir Tahun</title><content type='html'>Hangatnya tetes demi tetes air&lt;br /&gt;Merayap lembut di pipiku&lt;br /&gt;Mengalir…… deras…..&lt;br /&gt;Semakin lama semakin tak terbendung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit di dada ini kian membuncah&lt;br /&gt;Pedih nian……. Sungguh…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut&lt;br /&gt;Mata ini tak jua terpejam&lt;br /&gt;Kilas demi kilas fenomena&lt;br /&gt;Menari-nari dalam memoryku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya fenomena itu&lt;br /&gt;Bagai duri yang menusuk2 bathinku&lt;br /&gt;Pedih……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya kebahagiaan itu&lt;br /&gt;Telah meluluhlantakkan hidupku&lt;br /&gt;Berkeping-keping……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bagai mengejar bayang-bayang&lt;br /&gt;Yang lari saat kukejar&lt;br /&gt;Yang menghampiri saat ku menjauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah sudah bathin ini&lt;br /&gt;Berlari dan terus berlari&lt;br /&gt;Menggapai asa yang tak pasti&lt;br /&gt;Asa yang tak pernah bertepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…….&lt;br /&gt;Hanya Engkaulah yang tahu segalanya&lt;br /&gt;Hanya Engkaulah Pelipur segala resah&lt;br /&gt;Hanya Engkaulah Pencipta segala asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah diriku ada di antara hamba2-Mu yang berjejalan di pintu surga-Mu kelak ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nie Troozz&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-113583870232677146?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/113583870232677146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=113583870232677146&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/113583870232677146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/113583870232677146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/12/renungan-di-akhir-tahun.html' title='Renungan di Akhir Tahun'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-113082094080023276</id><published>2005-11-01T11:50:00.000+07:00</published><updated>2005-11-01T11:55:40.826+07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Segera Berlalu</title><content type='html'>Fajar Idul Fitri kan segera tiba&lt;br /&gt;Ramadhan yang selalu dirindukan kan segera berlalu&lt;br /&gt;Diri ini terduduk, terdiam, tak sanggup menahan sang waktu&lt;br /&gt;Diri ini masih haus akan barakah bulan suci-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh&lt;br /&gt;Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia mendung&lt;br /&gt;Jika hati seindah bulan, hiasilah ia dengan iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai jemari tak kuasa berjabat, setidaknya kata masih dapat terungkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="comic sans ms" size="3"&gt;&lt;b&gt;Taqobbalallahu Minnaa Wa Minkum &lt;br /&gt;Shiyaamanaa Wa Shiyaamakum &lt;br /&gt;Minal Aidin Wal Faidzin&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir Dan Bathin&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz &amp; keluarga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-113082094080023276?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/113082094080023276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=113082094080023276&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/113082094080023276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/113082094080023276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/11/ramadhan-segera-berlalu.html' title='Ramadhan Segera Berlalu'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112952131395440456</id><published>2005-10-17T10:53:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T10:55:13.963+07:00</updated><title type='text'>TERAPI ENAM  GELAS AIR</title><content type='html'>Tuhan telah memberi kita air yang banyak dan gratis. Tanpa mengeluarkan uang untuk obat-obatan, tablet, suntikan, diagnosa, upah dokter, dll. Hanya minum air minum, penyakit di bawah ini bisa disembuhkan. Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.     Sakit Kepala * Asma * Hosthortobics &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.     Darah Tinggi * Bronchitis * Kencing Manis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3.     Kurang Darah * TBC Paru-paru * Penyakit Mata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4.     Rematik * Radang Otak * Pendarahan di Mata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5.     Lumpuh * Batu Ginjal * Mata Merah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6.     Kegemukan * Penyakit Saluran Kencing * Haid tidak teratur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7.     Radang/Sakit persendian * Kelebihan Asam Urat * Leukimia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8.     Radang Selaput Lendir * Mencret * Kanker Peranakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 9.     Gangguan Jantung * Disentri * Kanker Payudara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 10.   Mabuk, Pusing, Gamang * Ambeien * Radang Tenggorokan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.   Batuk * Sembelit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Air Minum itu bekerja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminum air minum biasa dengan metode yang benar, memurnikan tubuh manusia. Hal itu membuat usus besar bekerja dengan lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises. Bahwa mucousal fold pada usus besar dan usus kecil diaktifkan oleh metode ini, merupakan fakta yang tak terbantah, seperti teori yang menyatakan bahwa darah segar baru diproduksi oleh mucousal fold ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila usus bersih, maka gizi makanan yang dimakan beberapa kali dalam sehari akan diserap dan dengan kerja mucousal fold, gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan, dan karena itu air hendaknya dikonsumsi dengan teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana melakukan terapi ini ?    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Pagi hari ketika anda baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1.5 liter air, yaitu 5 sampai 6 gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1.5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang kita menamakan terapi ini sebagai "usha paana chikitsa". Setelah itu anda boleh mencuci muka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Hal sangat penting untuk diketahui bahwa jangan minum atau makan apapun satu jam sebelum dan sesudah minum 1.5 liter air ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Juga telah diteliti dengan seksama bahwa tidak boleh minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Bila perlu, gunakanlah air rebus atau air yang sudah disaring. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Mungkin Minum 1.5 Liter Air Sekaligus? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk permulaan, mungkin akan terasa sulit meminum 1.5 liter air sekaligus, tapi lambat laun akan terbiasa juga. Mula-mula, ketika latihan, anda boleh minum 4 gelas dulu dan sisanya yang 2 gelas diminum dua menit kemudian. Awalnya anda akan buang air kecil 2 sampai 3 kali dalam satu jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali. Menurut penelitian dan pengalaman, penyakit-penyakit berikut diketahui dapat disembuhkan dengan terapi ini dalam waktu seperti tertulis di bawah ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@ Sembelit - 1 Hari  @ TBC Paru-Paru - 3 Bulan @ Kencing Manis - 7 Hari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@ Asam Urat - 2 Hari  @ Tekanan Darah - 4 Minggu @ Kanker - 4 Minggu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarankan agar penderita radang/sakit persendian dan rematik melaksakan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam satu jam sebelum makan - selama satu minggu, setelah itu dua kali sehari sampai penyakitnya sembuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mohon dengan sangat, metode diatas dibaca dan dipraktekkan dengan seksama. Sebar luaskanlah pesan ini kepada teman-teman, sanak saudara, dan tetangga - karena ini merupakan persembahan pada kemanusiaan. Dengan rahmat Tuhan, setiap orang hendaknya menjalani hidup sehat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112952131395440456?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112952131395440456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112952131395440456&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112952131395440456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112952131395440456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/10/terapi-enam-gelas-air.html' title='TERAPI ENAM  GELAS AIR'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112900093644071449</id><published>2005-10-11T10:15:00.000+07:00</published><updated>2005-10-12T14:27:10.966+07:00</updated><title type='text'>13 Langkah Meraih Ramadhan Terindah</title><content type='html'>Sumber Majalah Tarbawi edisi 96 Th.5/Ramadhan 1425 H/28 Oktober 2004 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, kembali berada dipelukan Bulan Ramadhan. Sekarang saatnya,kita menyusun langkah untuk lebih baik beramal di bulan Ramadhan. Menatapnya dengan mata berbinar, menyambutnya dengan penuh suka cita. Mempersiapakan segala perbekalan untuk amal yang lebih berkualitas di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 13 langkah pahala yang harus kita peroleh secara maksimal di bulan ini. keseluruhannya adalah harapan akan keselamatan kita dunia dan di akhirat. Semoga kita dikuatkan Allah SWT untuk meraih Rmadhan terindah di tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Perbanyak Shalat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat di bulan Ramadhan menyimpan pahala sangat besar. Di bulan ini, sholat sunnah bernilai shalat wajib, dan sholat wajib bernilai sama dengan minimal 70 kali sholat wajib bulan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Sunah Muakkadah adalah shalat yang selalu dijaga pelaksanannya oleh Rasulullah berjumlah 12 rakaat yaitu: 2 rakaat sebelum shubuh, 4 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat ba'da Zhuhur, 2 rakaat sebelum magrib, 2 rakaat setelah isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala Shalat sunnah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulallah saw bersabda: " barangsiapa yang sabar melakukan shalat 12 rakaat dalam satu hari satu malam, maka ia akan masuk surga." (HR An.Nasai).&lt;br /&gt;"Rasulallah bersabda; " Barangsaiapa yang shalat dalam satu hari satu malam dua belas rakaat, selain shalat wajib, dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotivasi amal shaleh dengan menghitung pahala shalat wajib:&lt;br /&gt;Shalat wajib di masjid 27 kali lebih baik daripada shalat sendiri di rumah,kalikan 5 jika kita melakukan lima kali shilat wajib berjamaah di masjid. ini sama dengan 5 kali shalat x 70 pahala minimal shalat di bulan ramadhan x 27 lipatan pahala shalat di masjid x 30 hari dalam satu bulan = 283.500 kebaikan yang kita dapat dari shalat di masjid. Ini masih jumlah minimalnya, karena belum termasuk shalat sunnah muakkadah yang pahalanya senilai pahala shalat wajib. Selain itu, karena Allah akan melipatgandakan pahala hingga lipatan yang tidak terbatas bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tingkatkan Kualitas Puasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali dalam Ihya membagi bobot puasa menjadi 3. pertama, puasa awam, yakni menahan makan, minum, syahwat kepada lawan jenis di siang hari di bulan puasa. Kedua puasa Khawash, yaitu puasa anggota badan dari yang haram, menahan mata, dari yang haram, menahan tangan dari yang haram, menahan tangan dari yang tidak hak, menahan langkah kaki dari jalan menuju yang haram, manahan telinga dari mendengarkan yang haram termasuk ghibah,dan yang ketiga adalah puasa Khawashul Khawash yaitu mengikat hati dengan kecintaan pada Allah SWT, tidak memperhitungkan selain Allah, membenci prilaku maksiat kepada-Nya. Dan hanya menyibukan hati dengan ketaatan dan zikir pada-Nya. Shaum yang mana yang akan kita jalankan ???? &lt;br /&gt;keuntungan:&lt;br /&gt;- puasa satu hari menjauhkan antara diri kita dan neraka selama 70 tahun.&lt;br /&gt;Allah akan melipatgandakan pahala puasa bagi siapa saja yang Ia kehendaki.&lt;br /&gt;Sebagaimana disabdakan Rasulallah saw "Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama 70 tahun." (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "Bau mulut orang-orang puasa bagi Allah lebih baik dari pada wangi kesturi" &lt;br /&gt;(HR Ahmad)&lt;br /&gt;-Orang yang puasa mempunyai pintu di surga yang khusus, bernama Ar Rayyan &lt;br /&gt;(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Shaum dari Al Quran adalah dua hal yang bisa memberi syafaat di hari&lt;br /&gt;kiamat. kedua-duanya tidak akan meninggalkan orang yang melakukan shaum dan membaca Alqur'an, sampai orang itu masuk ke dalam surga. (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Jangan Sia-siakan waktu malam, Lakukan Qiyamul Lail.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik nikmat setelah islam adalah nikmat menyendiri bersama Allah SWT. Berdiri dan berzikir di hadapan Allah jelas lebih baik dari tidur terlentang diatas kasur. Qiyamul lail adalah madrasah yang agung dari madrasah pembinaan diri. Tidak ada yang mampu melakukannya kecuali orang-orang yang ikhlas. Maka paksalah diri kita untuk melakukannya. "Wahai orang-orang malam, bangunlah, ada banyak suara yang tidak ditolak di malam ini. Tidak ada yang bangun malam kecuali yang memiliki tekad dan&lt;br /&gt;kesungguhan." Para salafushalih berkata tentang qiyamullail. Malikbin Dinar rahimullah mengatakan, "tidak ada yang tersisa dari kelezatan dunia kecuali tiga hal yaitu: Dzikirullah, qiyamullail dan bertemu ikhwan". &lt;br /&gt;Sementara Umar bin Abdul Aziz sangat menikmati manfaat qiyamullail ini. Ia&lt;br /&gt;mengatakan, "Aku melakukan terus-menerus qiyamullail dalam satu tahun, lalu&lt;br /&gt;kurasakan kenikmatannya selama 20 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan:&lt;br /&gt;- Memperoleh kemuliaan. Rasulallah saw  bersabda: "Qiyamullail adlah indikasi kemuliaan bagi orang mukmin."(HR.Ibnu Rajab, jami'Ulul wal Hikam,300)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Paling tidak menurut Umar bin Khattab, qiyamul lail mengandung 5 keuntungan, menjadi bagian orang yang shalih, dekat dengan Allah. menjauhkan dari dosa, menghapuskan dosa, menolak penyakit dari jasad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Do'a yang pasti dikabulkan oleh Allah. Taubat yang pasti diterima,khususnya jika dilakukan sepertiga malam terakhir.  Seperti disebutkan dalam hadits" Sesungguhnya Allah turun setiap malam kelangit dunia saat tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berkata,"Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku akan Aku penuhi permintaannya. Barangsiapa yang memohon ampunan kepada Ku, maka Aku akan mengampuninya. Dan itu terjadi setiap malam." (HR Bukhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Basahi lidahmu dengan Dzikrullah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikrullah adalah indikator hidupnya mati. Dzikrullah adalah peristirahatan bagi jiwa. Seorang Tabi'in mengatakan, "Sesungguhnya di dunia ini ada surga. Orang yang belum memasuki surga dunia, tidak masuk ke dalam  surga akhirat. Surga dunia itu adalah dzikrullah."&lt;br /&gt;Pelihara tiga kesempatan dalam berzikir:&lt;br /&gt;1. Dzikir pagi dan sore. Paling tidak dzikir yang tersusun dalam kumpulan doa al Matsu'rat (oa-doa yang berasal dari Rasullah) yang tidak lebih memakan waktu dari 15 menit. Imam Nawawi mempunyai pandangan, "Tidak ada orang yang ritun memelihara dzikir pagi dan sore kecuali ia orang yang bertakwa." Salah seorang salafushalih yang lain mengatakan, " Dzikir bagi seorang mukmin ibarat air bagi ikan."&lt;br /&gt;2. Dzikir pada hal-hal tertentu. ketika masuk dan keluar rumah, ketika menaikai kendaran, ketika makan, ketika tidur dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dzikir hati. Dengan kata lain adalah tafukkur, memikirkan kejadian langit, bintang, matahari, bulan, gunung, laut, bulan, dan berbagai fenomena  alam lainnya. Sikap ini akan semakin memantapkan keimanan didalam hati. Lalu menumbuhkan kepasrahan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Keuntungan:&lt;br /&gt;- Ampunan dan memperberat timbangan amal shaleh yang hanya diperoleh dalam hitungan menit bahkan detik. Rasulallah SAW bersabda, "Bersuci itu separuh dari keimanan. Mengucapkan "alhamdullilah" itu memenuhi timbangan, mengucapkan "Subhanallah" dan "Alhamdullilah" memenuhi apa yang ada antara langit dan bumi." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dinaungi oleh malaikat, berarti mendapat perlindungan dan rahmat dari Allah SWT.(HR Bukhari)&lt;br /&gt;-Ketenangan hati dan kesenangan jiwa. Allah SWT berfirman, "Ketahuilah, bahwa dengan dzikirullah itu akan menenangkan hari." (QS.Ar Ra'd:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Jangan ragu keluarkan Shadaqah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita ingin mendekati Allah? Apakah kita ingin memperoleh derajat yang tinggi dan menemani Rasulallah saw di surga? Apakah engkau ingin disukai oleh banyak orang? Apakah ingin anak-anak kita aman dan terjamin kesejahteraannya sepeninggal kita? Apakah kita ingin ingin memiliki investasi sepanjang zaman? berinfaqlah. Dan jangan pernah takut miskin karena infaq, karena Allah pemilik Arsy tidak pernah kehabisan memberi kepada orang yang berinfaq. Diantara cahaya Shadqah:&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah,&lt;br /&gt;pinjaman yang baik (Menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan&lt;br /&gt;melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan." (QS.Albaqarah:245)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Saya dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini."Rasul menunjukan dua jari, jari tengah dan telunjuk.(HR Ahmad)&lt;br /&gt;Dalam sebuat atsar disebutkan perkataan: Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan bersedekah" &lt;br /&gt;Malaikat berdoa setiap hari kepada Allah: "Ya Allah berilah ganti kepada orang yang berinfaq. Ya Allah sempitkan (rizki) orang yang kikir."&lt;br /&gt;Keuntungan:&lt;br /&gt;- Simpanan yang dipenuhi dengan kebaikan disis Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Bertambahnya rizki di dunia. Dalam sebuah hadist Qudtsi, Allah SWT&lt;br /&gt;berfirman: "Barangsiapa yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, akan Aku&lt;br /&gt;tulis untuknya 700 kali lipatan pahala."(HR Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Dalam sebuah atsar disebutkan: "Berinfaqlah, maka Allah akan memberi infaq&lt;br /&gt;kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Jangan sia-siakan waktu, Bacalah Al Qur'an&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Al Qur'an adalah ibadah paling utama di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguhlah mengkhatamkan AlQur'an lebih dari satu kali di bulan Ramadhan. Rasulallah bersabda: "Kalian tidak akan sampai pada puncak keimanan sampai tidak ada sesuatu yang lebih kamu cintai daripada Allah SWT. Dan barangsiapa yang mencintai Alqur'an maka Allah akan mencintainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Taubat, sekarang juga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat adalah penyesalan atas perilaku kemaksiatan, dan jauh dari mengulangi dosa serta tekad untuk tidak mengulangi dosa serta tekad untuk tidak mengulanginya lagi. Semua kita memerlukan taubat setiap hari dari banyaknya dosa-dosa yang kita lakukan. Dalam Haditsnya Rasul SAW juga mengatakan, "Barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaKu satu jengkal maka aku akan mendekatinya Satu Hasta. dan barangsiapa yang mendekatiKu satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa. Dan barangsiapa yang&lt;br /&gt;mendekatiKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari."(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Bertahanlah untuk i'tikaf di dalam Masjid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'tikaf adalah sunnah yang selalu dilakukan Rasulallah SAW pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Bahkan pada tahun terakhir ketika beliau wafat, Rasulallah melakukan i'tikaf selama 20 hari. I'tikaf adalah tinggal di masjid untuk beribadah, meninggalkan urusan dunia dan kesibukannya.&lt;br /&gt;Seorang yang i'tikaf tidak keluar dari masjid kecuali karena dharurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Ridhalah atas segala Ketetapan-Nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang yang paling gembira di dunia adalah orang yang paling ridha dengan ketetapan Allah SWT. Keridhaan adalah tingkatan paling tinggi dari sifat sabar. Ali bin Abi Thalib ra berkata: "Barangsiapa yang ridha dengan ketetapan Allah atas dirinya, maka ia akan mendapat pahala. dan barangsiapa yang tidak ridha terhadap ketetapan Allah atasnya, ketetapan itu akan tetap terjadi dan ia tidak mendapat pahala amal-amalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Lapang Dada dan mudahlah memaafkan orang lain.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk indikator paling jelas dari sikap lapang dada dan mudah memaafkan adalah kemampuan menahan marah, terutama saat kita mampu melampiaskan kemarahan itu, sikap menahan marah merupakan sikap Nabi. Rasulallah saw bersabda: "Barangsiapa yang mampu menahan marah padahal ia bisa melampiaskan kemarahannya. Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di depan kepala para mahluk dan memberinya kebebasan untuk memilih bidadari mana yang ia ingini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Sambunglah Hubungan Baik dengan Siapapun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti wasiat Rasul saw, " Keutamaan yang paling utama adalah engkau menyambung hubungan yang baik dengan orang yang memutuskan hubungannya denganmu. Dan menyalami orang yang mencacimu." (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Bahagiakan Orang Tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat memerlukan orang yang mau belajar kembali bagaimana caranya berbakti kepada orang tua. Bagaimana caranya menyalami dan mencium tangan mereka? Bagaimana caranya membantu mereka? kita telah banyak menyia-nyiakan hak kedua orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat muslim,Rasulallah saw bersabda,"Rugi dan bangkrutlah orang bertemu dengan kedua-orangtuanya saat mereka sudah tua-salah satu atau keduanya- tapi keadaan itu tidak bisa menyebabkannya masuk Surga."(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13. Serius meraih Lailatul Qadar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang paling mulia dalam satu tahun. Tidak ada keutamaan yang menyerupainya, ibadah pada malam ini lebih baik dari 1000 bulan.Kapankah malam Lailatul qadar? sejumlah hadits menyebutkan nalam tersebut jatuh pada salah satu malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, terutama malam-malam ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulallah saw bersabda:"Barangsiapa yang bangun di waktu malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu."(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan:&lt;br /&gt;- Ampunan semua dosa yang telah lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kita bisa memperoleh apa yang kita inginkan berupa rizki dan keluarga yang shalih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kita bisa terbebas dari neraka karena malam ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112900093644071449?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112900093644071449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112900093644071449&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112900093644071449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112900093644071449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/10/13-langkah-meraih-ramadhan-terindah.html' title='13 Langkah Meraih Ramadhan Terindah'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112840201521568615</id><published>2005-10-04T11:58:00.000+07:00</published><updated>2005-10-04T12:00:15.246+07:00</updated><title type='text'>M - A - A - F</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans" size="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berjuta dendam di hati,     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berjuta rasa sakit yang menyesakkan dada,     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berjuta prasangka    dan      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berjuta kata yang pernah terucap dari lisan ini............ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh hanya satu kata yang kan bisa menghapus semuanya....... MAAF.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAAFkan semua kesalahanku sahabatku......                                             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan saling meMAAFkan ...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita dapat meniti hari2 di bulan Suci dengan lebih ringan dan mendapat barakah serta maghfirah dari-Nya... Amiiinnn....&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Sya'ban 1426 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112840201521568615?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112840201521568615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112840201521568615&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112840201521568615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112840201521568615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/10/m-a-f.html' title='M - A - A - F'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112738948799951347</id><published>2005-09-22T18:43:00.000+07:00</published><updated>2005-09-22T18:46:06.733+07:00</updated><title type='text'>Kalau Saja Setiap Bulan Adalah Ramadhan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Dari milist DT juga.......&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Magda Almaida &lt;almaida47@...&gt; &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan punya krisis silaturrahmi antar manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita akan rela membuang2 pulsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meng sms saudara, rekan &amp; sahabat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untuk sekedar mengucapkan selamat berpuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja tidak akan terlambat pulang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka harus mengejar jamaah tarawih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mendengarkan ceramah singkat di malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin saja bisa menyejukkan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi yang di sebut-sebut dunia gemerlap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setelah isya, orang terburu-buru terlelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak terlambat bangun untuk sahur nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak loyo, lemas dan lapar sepanjang esok hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat subuh tidak akan pernah lagi kesiangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sejak imsak kita memerlukan waktu untuk menurunkan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kuliah pagi di televisi pun jadi dinantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar untuk menunggu datangnya kumandang adzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota keluarga akan menjadi lebih dekat, akur dan gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mau tidak mau, mereka jadi harus makan pagi dan malam bersama-sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ada waktu untuk saling bercanda dan bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercengkrama atau hanya sekedar memijit bahu ibunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan lebih sedikit kaset yang ada di pasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena orang akan lebih memilih untuk mendengar untaian ayat al-qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau hanya sekedar berdzikir dalam hati dengan perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengurangi intensitas ngomongin orang-orang dari belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak usah begitu khawatir dengan apa yang di tonton anak kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga apa yang bisa di beli dengan uang jajan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hampir semua tayangan televisi tiba-tiba bernuansa agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga komik dan vcd porno sulit ditemukan dimana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang akan menjadi rajin sekali mengaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mereka yang tadinya tidak pernah menyentuh Qur'an sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sudah rajin pun akan membacanya di waktu-waktu yang tidak biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untuk sekedar mengais pahala yang dijanjikan dariNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam ide masakan atau kue akan terus dicoba dan dicicipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak mungkin kita berbuka dengan menu yang itu-itu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adzan maghrib pun menjadi saat yang selalu dinanti-nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sebelumnya biasanya kalah dengan kesibukan atau acara-acara asyik di&lt;br /&gt;televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter dan obat-obatn tidak begitu banyak lagi di perlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena konon katanya puasa itu sangat menyehatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuang racun-racun yang sudah lama bersemayam dibadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi sebagian kita, puasa juga diharapkan dpt menurunkan angka yg tertera di&lt;br /&gt;timbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala amalan sunnah tiba-tiba akan jadi rajin terlaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena katanya ibadah sunnah dihitung wajib pahalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah-ibadah yang rasanya belum pernah kita lakukan sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahajud, itikaf, mengaji dan juga sedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak akan terpecah belah seperti sekarang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keagamaan dan toleransi beragama akan menjadi kuat sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aurat-aurat yang biasanya tampak, sekarang jadi tertutup rapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata dan perilaku sopan untuk sementara jadi tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid-masjid dipelosok kampung maupun di kota seakan menjadi aula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana masyarakat akan terlihat berduyung-duyung datang kesana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat berkumpulnya mereka yang tua, muda, remaja atau setengah baya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang sama yang sebelumnya jarang memakai peci, sarung atau mukena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kita pasti bertambah ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kita jadi rajin membuka-buka buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku agama yang sudah sebelas bulan terakhir tertutup debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita terlalu sibuk untuk hanya sekedar menyentuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih banyak mengalir air-air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang baru saja menyadari tumpukan-tumpukan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyesali semua perbuatan khilaf dan salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinsyafan yang biasanya hanya bertahan sebulan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari terakhir, masjid-masjid menjadi rumah kedua setiap malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejar berkah yang katanya lebih baik dari seribu bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari sibuk mengukur gaun-gaun baru untuk pakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengaduk adonan kue-kue untuk lebaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi mereka yang miskin papa dan meminta-minta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harta akan sedikit di bagikan melalui zakat fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga mereka yang fakir akan ikut tahu bagaimana rasanya menjadi kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun memang itu hanya terjadi setahun sekali saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan punya 12 mukena, sarung, baju dan sepatu baru setiap tahunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan sibuk memamerkan kekayaan &amp; kecantikan pada semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun disisi lain, juga jarang ada yang iri, dengki, dendam dan marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita sudah bermaaf-maafan pada semua setelah shalat hari raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak orang yang sukses dan bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semakin banyak yang menadahkan tangan untuk berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kita akan semakin banyak dapat pahala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin saja jadi sangat membantu agar bisa masuk syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan tidak akan menjadi begitu istimewa seperti sekarang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan berjalan seperti biasa saja, selayaknya sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksiat akan tetap ditemukan dimana-mana setiap kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ramadhan akan menjadi tidak bermakna lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...kalau saja setiap bulan itu Ramadhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan punya krisis silaturrahmi antar manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita akan rela membuang2 pulsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengsms saudara, rekan &amp; sahabat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untuk sekedar mengucapkan selamat berpuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja tidak akan terlambat pulang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka harus mengejar jamaah tarawih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mendengarkan ceramah singkat di malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin saja bisa menyejukkan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi yang di sebut-sebut dunia gemerlap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setelah isya, orang terburu-buru terlelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak terlambat bangun untuk sahur nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak loyo, lemas dan lapar sepanjang esok hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat subuh tidak akan pernah lagi kesiangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sejak imsak kita memerlukan waktu untuk menurunkan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kuliah pagi di televisi pun jadi dinantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar untuk menunggu datangnya kumandang adzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota keluarga akan menjadi lebih dekat, akur dan gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mau tidak mau, mereka jadi harus makan pagi dan malam bersama-sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ada waktu untuk saling bercanda dan bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercengkrama atau hanya sekedar memijit bahu ibunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan lebih sedikit kaset yang diada di pasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena orang akan lebih memilih untuk mendengar untaian ayat al-qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau hanya sekedar berdzikir dalam hati dengan perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengurangi intensitas ngomongin orang-orang dari belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak usah begitu khawatir dengan apa yang di tonton anak kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga apa yang bisa di beli dengan uang jajan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hampir semua tayangan televisi tiba-tiba bernuansa agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semoga komik dan vcd porno sulit ditemukan dimana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang akan menjadi rajin sekali mengaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mereka yang tadinya tidak pernah menyentuh Qur'an sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sudah rajin pun akan membacanya di waktu-waktu yang tidak biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untuk sekedar mengais pahala yang dijanjikan dariNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam ide masakan atau kue akan terus dicoba dan dicicipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak mungkin kita berbuka dengan menu yang itu-itu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adzan maghrib pun menjadi saat yang selalu dinanti-nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sebelumnya biasanya kalah dengan kesibukan atau acara-acara asyik di&lt;br /&gt;televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter dan obat-obatn tidak begitu banyak lagi di perlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena konon katanya puasa itu sangat menyehatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuang racun-racun yang sudah lama bersemayam dibadan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi sebagian kita, puasa juga diharapkan dpt menurunkan angka yg tertera di&lt;br /&gt;timbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala amalan sunnah tiba-tiba akan jadi rajin terlaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena katanya ibadah sunnah dihitung wajib pahalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah-ibadah yang rasanya belum pernah kita lakukan sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tahajud, itikaf, mengaji dan juga sedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak akan terpecah belah seperti sekarang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keagamaan dan toleransi beragama akan menjadi kuat sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aurat-aurat yang biasanya tampak, sekarang jadi tertutup rapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata dan perilaku sopan untuk sementara jadi tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid-masjid dipelosok kampung maupun di kota seakan menjadi aula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana masyarakat akan terlihat berduyung-duyung datang kesana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat berkumpulnya mereka yang tua, muda, remaja atau setengah baya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang sama yang sebelumnya jarang memakai peci, sarung atau mukena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kita pasti bertambah ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kita jadi rajin membuka-buka buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku agama yang sudah sebelas bulan terakhir tertutup debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita terlalu sibuk untuk hanya sekedar menyentuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih banyak mengalir air-air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang baru saja menyadari tumpukan-tumpukan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyesali semua perbuatan khilaf dan salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinsyafan yang biasanya hanya bertahan sebulan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari terakhir, masjid-masjid menjadi rumah kedua setiap malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejar berkah yang katanya lebih baik dari seribu bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari sibuk mengukur gaun-gaun baru untuk pakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengaduk adonan kue-kue untuk lebaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi mereka yang miskin papa dan meminta-minta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harta akan sedikit di bagikan melalui zakat fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga mereka yang fakir akan ikut tahu bagaimana rasanya menjadi kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun memang itu hanya terjadi setahun sekali saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan punya 12 mukena, sarung, baju dan sepatu baru setiap tahunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan sibuk memamerkan kekayaan &amp; kecantikan pada semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun disisi lain, juga jarang ada yang iri, dengki, dendam dan marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita sudah bermaaf-maafan pada semua setelah shalat hari raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak orang yang sukses dan bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semakin banyak yang menadahkan tangan untuk berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kita akan semakin banyak dapat pahala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin saja jadi sangat membantu agar bisa masuk syurga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan tidak akan menjadi begitu istimewa seperti sekarang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan berjalan seperti biasa saja, selayaknya sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksiat akan tetap ditemukan dimana-mana setiap kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ramadhan akan menjadi tidak bermakna lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...kalau saja setiap bulan itu Ramadhan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112738948799951347?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112738948799951347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112738948799951347&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112738948799951347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112738948799951347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/09/kalau-saja-setiap-bulan-adalah.html' title='Kalau Saja Setiap Bulan Adalah Ramadhan'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112738483870459904</id><published>2005-09-22T17:22:00.000+07:00</published><updated>2005-09-22T17:32:46.383+07:00</updated><title type='text'>14 Alasan Merindukan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;em&gt;Liat2 inbox, masih ada file ramadhan tahun lalu.&lt;br /&gt;Ini kiriman milist DT, semoga bermanfaat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: "IND, Suhendro, Darmawan" &lt;Darmawan.Suhendro@...&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin&lt;br /&gt;berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah&lt;br /&gt;hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa&lt;br /&gt;yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus."&lt;br /&gt;Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Gelar taqwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah.&lt;br /&gt;Tidak ada gelar yang lebih mulia&lt;br /&gt;dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia&lt;br /&gt;dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa&lt;br /&gt;adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu.&lt;br /&gt;"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan&lt;br /&gt;atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara&lt;br /&gt;lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Jalan keluar dari semua masalah&lt;/strong&gt;Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu&lt;br /&gt;banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan&lt;br /&gt;sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai&lt;br /&gt;persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan&lt;br /&gt;keluar." (QS. Ath Thalaaq: 2)&lt;br /&gt;"..Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya&lt;br /&gt;kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath Thalaaq: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Dicukupi kebutuhannya&lt;/strong&gt;"Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa&lt;br /&gt;bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya...."(QS.&lt;br /&gt;Ath Thalaaq: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah&lt;br /&gt;menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang&lt;br /&gt;yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang&lt;br /&gt;menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan&lt;br /&gt;perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka&lt;br /&gt;bersedih hati." (QS. al-A'raaf: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Bulan pengampunan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah&lt;br /&gt;yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling&lt;br /&gt;sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu&lt;br /&gt;lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat&lt;br /&gt;penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadis&lt;br /&gt;menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud,&lt;br /&gt;"Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena&lt;br /&gt;mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Pahalanya dilipatgandakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala&lt;br /&gt;berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap&lt;br /&gt;satu kebaikan sepuluh lipad gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR.&lt;br /&gt;Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap&lt;br /&gt;sama dengan mengerjakana amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka&lt;br /&gt;perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Pintu surga dibuka dan neraka ditutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan&lt;br /&gt;setan-setan terbelenggu."(HR Muslim) Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit&lt;br /&gt;saja amal perbuatan yang dilakuka n, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh&lt;br /&gt;diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi.&lt;br /&gt;Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran&lt;br /&gt;itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan&lt;br /&gt;demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan&lt;br /&gt;menggoda manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Ibadah istimewa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, "Setiap amalan anak&lt;br /&gt;Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya&lt;br /&gt;karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku."&lt;br /&gt;(HR Bukhari Muslim) Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif&lt;br /&gt;Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani&lt;br /&gt;sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika&lt;br /&gt;berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi&lt;br /&gt;memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita&lt;br /&gt;memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap&lt;br /&gt;dasar meneladani Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah&lt;br /&gt;salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa,&lt;br /&gt;kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca&lt;br /&gt;al-Qur'an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus&lt;br /&gt;manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus&lt;br /&gt;rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam&lt;br /&gt;sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai&lt;br /&gt;manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah&lt;br /&gt;secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum.&lt;br /&gt;Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai&lt;br /&gt;tenggelamnya matahari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Dicintai Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah&lt;br /&gt;dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai&lt;br /&gt;hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi, "Kalau Aku telah mencintai&lt;br /&gt;seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk&lt;br /&gt;matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya." (HR&lt;br /&gt;Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Do'a dikabulkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku&lt;br /&gt;dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo'a apabila dia berdo'a, maka&lt;br /&gt;hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku." (QS. al-Baqarah: 186)&lt;br /&gt;Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo'a tapi&lt;br /&gt;sebenarnya tidak berdo'a. Yaitu do'anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat.&lt;br /&gt;Apa syaratnya? "maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, berdo'a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw,&lt;br /&gt;"Tiga do'a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin&lt;br /&gt;yang adil dan do'anya orang teraniaya. Allah mengangkat do'anya ke awan dan&lt;br /&gt;membukakan pintu-pintu langit. 'Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski&lt;br /&gt;tidak sekarang." (HR Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kecucian pakaian,&lt;br /&gt;kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do'a. Nabi&lt;br /&gt;pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya&lt;br /&gt;berdo'a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan&lt;br /&gt;do'anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya&lt;br /&gt;yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan&lt;br /&gt;doa'nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi do'a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan&lt;br /&gt;Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus&lt;br /&gt;kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan&lt;br /&gt;untuk dikabulkan do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Turunnya Lailatul Qodar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking&lt;br /&gt;mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS.&lt;br /&gt;al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur'an&lt;br /&gt;diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.&lt;br /&gt;Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam laulatul qodar itu jatuh pada sepuluh&lt;br /&gt;hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, "Lailatul qadar&lt;br /&gt;adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluhb terakhir, malam keduapuluh&lt;br /&gt;satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh&lt;br /&gt;sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa mengerjakan qiyamullail (shalat&lt;br /&gt;malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang&lt;br /&gt;lampau atau yang akan datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua&lt;br /&gt;puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu&lt;br /&gt;persiapan untuk menyambut lailatul qodar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur'an menyatakan, "Pada malam itu turun&lt;br /&gt;malaikat-malaikat dan malaikat JIbril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur&lt;br /&gt;segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/kedamaian sampai terbit fajar.&lt;br /&gt;(QS al-Qadr: 4-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi&lt;br /&gt;kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, "Kalau&lt;br /&gt;Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus&lt;br /&gt;suatu bisikan, 'Ambil barang itu!' Ada bisikan lain berkata, 'Jangan ambil, itu&lt;br /&gt;bukan milikmu!' Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah&lt;br /&gt;bisikan malaikat." Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang&lt;br /&gt;untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi&lt;br /&gt;hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah&lt;br /&gt;bertemu dengan lailatul qodar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Meningkatkan kesehatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan&lt;br /&gt;puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat&lt;br /&gt;pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam&lt;br /&gt;tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses&lt;br /&gt;di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan&lt;br /&gt;pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja.&lt;br /&gt;Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat&lt;br /&gt;pencernaan mengalami istirahat total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para&lt;br /&gt;ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat&lt;br /&gt;sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan&lt;br /&gt;sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam&lt;br /&gt;tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan&lt;br /&gt;menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti&lt;br /&gt;bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan&lt;br /&gt;keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas,&lt;br /&gt;mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam&lt;br /&gt;lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi,&lt;br /&gt;meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi&lt;br /&gt;fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Penuh harapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang&lt;br /&gt;sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah...&lt;br /&gt;rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi&lt;br /&gt;harapan bertemu Tuhan, masya' Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. "Setiap&lt;br /&gt;orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan&lt;br /&gt;saat bertemu dengan Tuhannya." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan&lt;br /&gt;dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak&lt;br /&gt;diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil,&lt;br /&gt;mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum air telaganya Rasulullah saw :&lt;br /&gt;"Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa,&lt;br /&gt;maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa&lt;br /&gt;sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, 'Wahai&lt;br /&gt;Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang&lt;br /&gt;yang berbuka puasa.' Beliau berkata, 'Allah memberikan pahala kepada orang yang&lt;br /&gt;memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip&lt;br /&gt;susu...Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya&lt;br /&gt;minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga." (HR.&lt;br /&gt;Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Berkumpul dengan sanak keluarga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari&lt;br /&gt;kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan&lt;br /&gt;Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu&lt;br /&gt;yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling&lt;br /&gt;memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul.&lt;br /&gt;Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung&lt;br /&gt;bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan&lt;br /&gt;khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke&lt;br /&gt;kampung halaman. Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa&lt;br /&gt;berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak&lt;br /&gt;dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan&lt;br /&gt;urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan&lt;br /&gt;tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam,&lt;br /&gt;sebagaimana dinyatakan hadis, "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan&lt;br /&gt;umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!" (HR.&lt;br /&gt;Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13. Qaulan tsaqiilaa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan&lt;br /&gt;tadarus al-Qur'an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya&lt;br /&gt;seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3). Tetapi demi&lt;br /&gt;kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada&lt;br /&gt;awal malam setelah shalat isya' dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer&lt;br /&gt;disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah&lt;br /&gt;siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula&lt;br /&gt;usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur'an secara tartil (memahami&lt;br /&gt;maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat&lt;br /&gt;wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur'an memang sumber&lt;br /&gt;pengetahuan dan ilham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai&lt;br /&gt;qaulan tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan&lt;br /&gt;berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka&lt;br /&gt;melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;14. Hartanya tersucikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Ada&lt;br /&gt;dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang&lt;br /&gt;berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari&lt;br /&gt;seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya. Zakat&lt;br /&gt;disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan&lt;br /&gt;hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan&lt;br /&gt;menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan&lt;br /&gt;mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang&lt;br /&gt;tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112738483870459904?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112738483870459904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112738483870459904&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112738483870459904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112738483870459904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/09/14-alasan-merindukan-ramadhan.html' title='14 Alasan Merindukan Ramadhan'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112728553170892637</id><published>2005-09-21T13:44:00.000+07:00</published><updated>2005-09-21T14:35:06.686+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Orang yang Bermanfaat</title><content type='html'>Hampir sebulan aku tidak membuat tulisan di Blog maupun MP. Setiap menulis rasanya tulisanku "garing" tak bermakna. Aku mencoba merenungkan setiap tulisanku yang telah lalu. Rasanya tak ada manfaatnya bagi orang lain. Padahal sering kudengar kata-kata orang bijak, "Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidahku kelu, jemariku di atas keyboard rasanya kaku. Tak ada lagi untaian kata yang biasanya mengalir deras bagaikan air sungai. Beratus-ratus bahkan beribu-ribu kata yang telah teruntai, bagaikan hanya seonggok sampah. Tak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa manfaatku bagi orang lain ? Apa yang bisa dikenang orang dari diriku ? Tak ada. Hanya seorang manusia egois yang selalu mementingkan diri sendiri. Tak pernah mau melihat sekeliling. Tak peduli dengan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus berubah. Jangan sampai lingkungan pun tak peduli padaku. Ada dan tiadanya diriku tak kan ada pengaruhnya bagi lingkunganku. Dan itu tidak boleh terjadi. Aku harus berbuat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan tujuh belas Agustusan telah berakhir. Sebulan penuh aku turut serta memeriahkannya di lingkungan rumah baruku. Biasanya aku hanya menjadi penonton atau malah tidak pernah hadir di setiap acara itu. Tapi tahun ini ada keinginan kuat untuk turut serta ulubiung memeriahkannya. Juga karena semua acara yang digelar, diadakan tepat di depan rumahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari minggu pertama acara balap kerupuk, balap karung, balap bakiak, joget balon dan berbagai lomba yang selalu menjadi ciri khas setiap acara tujuh belasan. Sampai panjat pinang pun ada di RTku. Seru dan heboh semua peserta pada pertandingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu kedua diisi acara karnaval dengan pakaian yang aneh-aneh. Aku pun ikut serta dengan mengenakan pakaian Rahwana. Tidak terlalu mirip sih, karena badanku kurang besar untuk menjadi Rahwana. Tapi semuanya seru karena benar-benar sebuah pesta rakyat yang diadakan dengan murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ketiga diisi acara "Kocek-kocek", plesetan dari acara "Kocok-kocok" di TV yang dipandu Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti. Di situ ibu-ibu unjuk kebolehan dari mulai yel-yel yang super heboh sampai berbagai lomba ketangkasan, seperti lomba memasukan benang ke jarum pakai kacamata hitam, meniup balon, makan telur puyuh sebanyak-banyaknya, makan kerupuk disuapin dan banyak lagi lomba lainnya. Dan seperti biasa, kami bertanding bukan untuk kalah atau menang, tapi untuk menjalin persaudaraan dan .... mejeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu keempat adalah minggu terakhir yang merupakan puncak acara. Pada waktu itu dibagikan hadiah-hadiah bagi pemenang lomba. Kemudian diisi tarian anak-anak. Ibu-ibu pun tidak mau ketinggalan. Salah satunya tentu dari RTku. Kami membuat group GLAMOR Gerak, LAgu dan huMOR. Lagu-lagunya lagu Sunda plesetan. Dengan kostum yang sederhana pula, kami bisa memeriahkan suasana. Mungkin para penonton sudah bosan dengan tarian beraliran "barat", hingga tarian tradisional kami menjadi acara favorit pada malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu pengalaman yang tak akan terlupakan. Karena sejak menikah, aku vacum dari berbagai kegiatan. Rasanya waktuku tak tersisa untuk acara-acara seperti ini. Aku terlalu sibuk dengan karir dan rumah tanggaku. Aku terjebak suatu rutinitas hidup yang amat membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala bentuk permasalahan hidup, aku selalu menutup diri. Hanya memikirkan diri sendiri. karena aku fikir orang lain pun tak akan bisa membantu menyelesaikan permasalahanku. Aku salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duniaku rasanya sempit. Hingga aku hadir di dunia maya ini. Satu demi satu sahabatku mendekat. Hangat rasanya duniaku kini. Berjuta perhatian tercurah padaku. Terbukalah diriku kini. Bangkit dan tersenyum aku menyambut setiap hangatnya mentari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu saja tak cukup ? Tidak. Sahabat di dunia maya tak terperikan kehangatannya. Namun aku harus bangkit pula di dunia nyata. Aku harus mencari sahabat-sahabat dan saudara-saudara terdekatku. Tetangga, ya....... merekalah yang akan selalu menghangatkan hari-hari nyataku. Yang akan membantuku dalam setiap kesulitanku. Siapa yang akan membantuku saat aku terpeleset di dalam rumah ? Yang pertama menolong tentu tetangga. Siapa yang akan membantuku saat kekurangan makanan ? Pasti tetangga terdekat. Siapa yang akan menjenguk saat sakit ? Tetangga. Dan...... siapa nanti yang akan memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkanku jika keluargaku jauh atau aku tak punya keluarga lagi ? Hanya tetangga yang selalu siap sedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan turut aktif di lingkungan baruku, secara tidak langsung aku mendapat banyak sekali tetangga yang menjadi sahabat dan saudara baruku. Tempat aku menitipkan diri ini kelak. Menanam kebaikan sebanyak-banyaknya. Memberi manfaat buat orang lain sebanyak-banyaknya. Suatu saat akan menuai hasilnya. Indahnya hidup dikelilingi banyak sekali saudaraku. Indahnya hidup dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tulisan ini dibuat setelah melayat seorang nenek, tetanggaku, tadi pagi. Hanya tetangga terdekat yang sigap mengurus jenazahnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto2 17-an bisa dilihat di Multiplyku di sini&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nietroozz.multiply.com/photos/albums"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/kotabunga.jpg" alt="Nie Troozz Multiply's site" width="400" height="250"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112728553170892637?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112728553170892637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112728553170892637&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112728553170892637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112728553170892637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/09/menjadi-orang-yang-bermanfaat.html' title='Menjadi Orang yang Bermanfaat'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112530051039690363</id><published>2005-08-29T14:18:00.000+07:00</published><updated>2005-08-29T16:03:38.953+07:00</updated><title type='text'>Rahwana Ketemuan Ama Bajuri</title><content type='html'>Mau liat foto Rahwana ketemuan ama Bajuri ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sok atuh klik di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nietroozz.multiply.com/photos/albums/5"&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/rahwana.jpg" alt="Rahwana" width="200" height="250"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112530051039690363?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112530051039690363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112530051039690363&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112530051039690363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112530051039690363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/rahwana-ketemuan-ama-bajuri.html' title='Rahwana Ketemuan Ama Bajuri'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112496129740660324</id><published>2005-08-25T16:10:00.000+07:00</published><updated>2005-08-25T16:14:57.420+07:00</updated><title type='text'>Obsesi   Ooh..... Obsesi</title><content type='html'>"Hei.... senyum-senyum sendiri aja....." temanku mencolek bahuku dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menoleh, tetap saja jemariku menari-nari di atas &lt;em&gt;keyboard&lt;/em&gt;, sambil menahan-nahan senyumku agar tidak meledak menjadi sebuah tawa. Beginilah orang yang sudah kena demam &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;. Senyum-senyum sendiri, bergumam sendiri, kadang marah pun terlihat dengan menekan &lt;em&gt;keyboard&lt;/em&gt; dengan kasar. Panggilan orang lain kadang tidak terdengar. Asyik sekali pikiranku dalam dunia maya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo Honey..... how are U today..." selalu, setiap pagi saat aku baru "&lt;em&gt;sign in"&lt;/em&gt; ke &lt;em&gt;YM&lt;/em&gt;, datang sapaan hangat dari seseorang, yang sekarang menjadi begitu dekat di hatiku. Hatiku selalu berbunga-bunga mendapat sapaan darinya. Hingga senyumku tak pernah lepas dari wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andy..... dialah orang yang selalu rajin menyapaku setiap pagi. &lt;em&gt;Hm.... &lt;/em&gt;seorang pria bule yang sangat ramah. Perhatian sekali dia padaku. Wajahnya sih mirip-mirip Tom Cruise , jadi aku pun senang sekali mendapat perhatian dari dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Andy mendapat tugas khusus ke Indonesia. Semakin dekatlah hubungan kami. Ngobrol bersama dia membuat hari-hariku terasa lebih indah. Kata-katanya yang penuh cinta, membuatku terlena dan ingin terbang bersamanya. Kami rajut mimpi itu menjadi sebuah asa, menciptakan keluarga yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Andy datang melamarku. Orang tua dan keluargaku menyambut dengan tangan terbuka. &lt;em&gt;Wuuuiiiihhhh..... &lt;/em&gt;laksana terbang ke langit ke tujuh. Hatiku makin berbunga-bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesta megah digelar. Semua saudara dan handai taulan menyempatkan diri hadir, karena ini adalah peristiwa langka, menikah dengan pria bule. Senyumku dan senyum Andy merekah bagai bunga-bunga yang menghiasi pelaminan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi masa kecilku akhirnya menjadi nyata. Menikah dengan pria bule (&lt;em&gt;untuk memperbaiki keturunan he..he..), &lt;/em&gt;memiliki anak-anak indo yang lucu-lucu, hidup di negara yang "bebas merdeka" dan menikmati lembutnya salju di musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena tugas Andy yang masih harus diselesaikan di Indonesia, untuk sementara kami menetap dulu di Indonesia. Setelah melahirkan anak kami yang pertama, aku pun diboyong ke negerinya. Bayi bule yang sangat lucu, hidung dan kulit putihnya mirip ayahnya. Sedang mata dan bibirnya mirip denganku. Suatu perpaduan ciptaan Tuhan yang amat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah mungil pun telah dipersiapkan menyambut kedatanganku. Rumah yang sangat asri dengan penuh bunga berwarna-warni. Halaman yang cukup luas, bisa untuk pesta "&lt;em&gt;barbeque&lt;/em&gt;". Sesampainya di rumah langsung kulihat sekeliling rumah. Sungguh karunia Allah yang tak henti-hentinya aku syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka jendela lebar-lebar menghirup udara yang sangat bersih. Tidak seperti di Indonesia yang sudah penuh polusi. Satu persatu jendela kubuka. Dan jendela terakhir yang aku buka ternyata macet. Aku paksa-paksa untuk mendorongnya hingga kepalaku terbentur kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Duh.... &lt;/em&gt;sakit sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara," Bu , udah sampai terminal Bu....".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oalaaahhh..... &lt;/em&gt;ternyata aku tertidur di angkot dan kepalaku terantuk kaca jendela angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menahan malu, aku bayar ongkos dan ambil langkah seribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata......... aku tadi di angkot bermimpi menikah dengan pria bule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ooh.... &lt;/em&gt;aku hanya terobsesi karena sering &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; dengan istri pria bule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112496129740660324?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112496129740660324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112496129740660324&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112496129740660324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112496129740660324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/obsesi-ooh-obsesi.html' title='Obsesi   Ooh..... Obsesi'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112487608406597256</id><published>2005-08-24T16:21:00.000+07:00</published><updated>2005-08-24T16:34:44.076+07:00</updated><title type='text'>Tiga Hati yang Terluka</title><content type='html'>Dua pekan ini diriku sepertinya “tegangan tinggi”. Sifatku yang buruk, yang selalu memendam sakit hati berlama-lama, rasanya menguras seluruh energiku. Belum lagi perayaan 17 Agustus-an yang “memaksa” aku untuk turut aktif memeriahkannya, baik di kantor maupun di lingkungan rumah baruku. Dan tiba-tiba kemarin mati lampu se-Jawa Bali yang tentu saja membuat beban kerja perusahaanku bertambah berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingin rasanya kutambah waktuku lebih dari 24 jam sehari, supaya bisa lebih leluasa mengatur waktuku. &lt;em&gt;Hm…… &lt;/em&gt;manusia memang selalu merasa kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga subuh tadi, &lt;em&gt;alarm&lt;/em&gt; berbunyi tepat pukul empat pagi. Rasanya tubuh ini masih ingin tenggelam dalam kehangatan selimut tebalku. Sekonyong-konyong rasa malas menderaku. Malas kusibak selimut yang sepanjang malam memelukku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi tugas telah menantiku. Aku harus tiba di kantor pukul setengah tujuh. Akhirnya setelah menikmati hangatnya selimutku beberapa menit, kupaksakan diriku tuk bangkit. Kupaksa suamiku pula untuk bangun segera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aktifitas rutin pun dimulai. Nyalakan mesin cuci, bangunkan anak-anak terus mandi. Selesai mandi, anak-anak masih tertidur pulas. Dengan berteriak-teriak, aku bangunkan lagi mereka. Langsung kupaksa anak-anakku mandi. “Tegangan”ku mulai meninggi. Si sulung tidak terlalu sulit untuk mandi dan berpakaian. Tapi tiba-tiba dia berteriak, “Mama, baju seragam putihnya gak ada…!!!”  Kuacak-acak lemari tidak ada. Padahal semua seragam anak-anak sudah di&lt;em&gt;plot&lt;/em&gt; cukup untuk satu minggu. Ah… baru aku ingat. Senin lalu dia menumpahkan susu coklat hingga harus ganti dengan kemeja baru. Berarti kemeja putih itu dua-duanya ada di mesin cuci !!!! &lt;em&gt;Ya Ampuuunnnn…..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya kalau minum susu hati-hati, jadi bajunya gak kotor semua” bentakan kecil yang keluar dari mulutku membuat satu hati terluka. Hati si sulung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutengok ke kamar anak-anak, kulihat si kecil masih terlelap dalam mimpinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduuhhh…. Gimana sih ade ini…”. Tanganku langsung sigap membuka kancing piyamanya walaupun matanya masih terpejam. “Nanti mama kesiangan nih…”. Si kecil pun kutuntun masuk kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kutenangkan hatiku, &lt;em&gt;hm… &lt;/em&gt;kemeja si sulung harus ada. Setelah kering oleh pengering, kemeja itu bisa disetrika. Namun tiba-tiba lampu mati. &lt;em&gt;Duh…. &lt;/em&gt;Bagaimana ini. Aku angkat kemeja putih itu. Aku bilas secara manual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena mati lampu, si kecil pun lari-lari keluar dari kamar mandi dengan tubuh penuh sabun. “Ya ampuuuunnn…. Itu lantai jadi becek kemana-mana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Abis kamar mandinya gelap maa….” sahut si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Pa, itu ade urusin tuh…” teriakku pada bapaknya anak-anak. Sementara pikiranku masih soal kemeja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah, bawa kemeja itu ke rumah nenek, keringin di sana” suaraku yang mulai meninggi membuat anakku yang tengah menikmati sarapannya, pergi dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menit demi menit terasa semakin cepat. Aku sudah mulai stress karena belum bisa pergi dengan segera. Aku lihat suamiku malah sibuk di dapur. Dia memang hobby memasak. Tapi hobbynya kali ini tidak membuatku senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Pa, lihat udah jam berapa ? Bapa mau ngapain ? Kenapa pegang-pegang wajan segala, cepetan  donk………!!! Mama kan harus nyampe di kantor pagi sekali” suaraku sudah tak terkontrol lagi. Mungkin saat itu satu hati lagi terluka. Hati suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“De, cepetan makannya !!! Udah beresin buku belum ? Udah pake kaos kaki belum ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kaos kakinya gak ada Ma…” si kecil tanpa melihat roman mukaku yang menegang menjawab dengan santainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kamu tuh kalo naro kaos kaki jangan sembarangan, masa gak ada satu pun di laci lemari. Mama baru beliin minggu kemarin. Udah gak usah pake kaos kaki” suaraku makin meledak-ledak. Tak kusadari si kecil pun punya hati, yang mungkin telah terluka. Tiga hati telah terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masa bodohlah…. Yang penting aku harus segera ke kantor. Tugas khusus telah menantiku. Maka pergilah aku dengan waktu terlambat seperempat jam dari yang telah direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sepagi ini jalanan macet ?” aku terus bersungut-sungut walaupun suamiku sudah berusaha mempercepat laju kendaraannya. Mulutku komat kamit berdo’a mohon dilancarkan dalam perjalananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setengah meloncat aku turun dari kendaraan. Ternyata persiapan acara belum ada sama sekali. Kutelepon sana sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duuhhh…. Bagaimana ini. Nanti bos ku keburu datang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kuundang semua staf bos, aku suruh semua masuk ruangan dan diam, karena hari ini kami akan membuat “Surprise Birthday Party” buat bosku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Acara berlangsung meriah, senyum merekah dimana-mana. Senyum bosku tentu yang paling indah. Tapi jauh di lubuk hatiku, ada penyesalan yang membuncah, aku menangis. Untuk senyum itu aku harus mengorbankan tiga buah hati yang terluka. Hati orang-orang tercintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112487608406597256?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112487608406597256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112487608406597256&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112487608406597256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112487608406597256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/tiga-hati-yang-terluka.html' title='Tiga Hati yang Terluka'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112435803178207473</id><published>2005-08-18T16:34:00.000+07:00</published><updated>2005-08-18T16:40:31.800+07:00</updated><title type='text'>Dendam Membawa Luka (bagian 4)</title><content type='html'>&lt;em&gt;(..............Niko namanya. Dia begitu baik. Kepada dialah aku selalu mencurahkan isi hatiku.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hari-hari baruku, kuisi bersama Niko. Dia selalu setia menjemputku sepulang sekolah. Kemana pun aku pergi, dia selalu ada di sisiku. Tetapi aku hanya bisa “back street”, karena ayahku yang sangat disiplin itu tentu saja melarangku untuk mempunyai teman laki-laki.” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suatu hari temanku mengadakan pesta ulang tahun di suatu villa. Aku minta ijin ayah untuk hadir di pesta ulang tahun itu dan bermalam di sana. Ayah tentu saja berkeberatan. Dengan ditemani teman perempuan yang mengundangku, aku bisa meyakinkan ayah kalau pesta itu hanya pesta ulang tahun biasa dan yang diundang pun teman-teman dari lingkungan yang baik.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya aku diijinkan ayah pergi ke pesta itu. Aku pun pergi ke villa temanku kemudian Niko dan Aries, temannya, menyusulku pada malam harinya. Kami menikmati pesta itu, namun Niko tidak terlihat ceria dan lebih banyak diam. Niko seperti mencium gelagat yang kurang baik di pesta itu, sehingga dia melarangku untuk bermalam di villa itu. Aku yang sangat mempercayai Niko, menurut saja mendengar perkataannya. Seusai pesta, aku pun melaju pulang bersama Niko.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi sesampainya di rumah, waktu telah menunjukkan pukul satu dini hari. Keadaan rumah sudah gelap dan aku takut sekali melihat wajah ayahku jika tahu aku pulang malam diantar Niko. Akhirnya Niko mengajakku menginap di hotel kepunyaan Aries. Dia memesan dua kamar, satu untukku dan satu lagi untuk dia dan Aries.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak gak takut kalau Niko……hm….. misalnya berbuat yang …..,” sahutku menyela pembicaraannya, tapi ragu untuk meneruskan perkataanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku waktu itu sangat mempercayai dia. Dia yang memberikan kebahagiaan padaku. Sehingga tidak ada setitik pun kecurigaanku padanya. Kami masuk ke kamar masing-masing. Tapi tidak berapa lama ada yang mengetuk pintu kamarku. Kuintip di “kaca pengintip” di pintu, Nikolah yang mengetuk pintu. Tanpa kecurigaan, aku mempersilahkan dia masuk. Di tangannya ada segelas minuman berwarna merah. Dia bilang dia tidak bisa tidur. Lalu kami pun berbincang-bincang beberapa waktu. Gelas minuman itu disodorkan padaku. Sambil mengobrol kuminum air berwarna merah itu, seperti Fanta rasanya. Lama kelamaan kepalaku mulai pening. Kurebahkan diriku di tempat tidur. Antara sadar dan tidak, tiba-tiba seperti ada yang menindihku. Lalu aku tak ingat apa-apa lagi.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah…… jadi Mbak sudah ….. ????” aku kaget sekali mendengar ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku waktu itu baru kelas satu SMA Nie, gak tau apa-apa soal begituan. Waktu aku bangun pun aku gak tau, karena aku masih berpakaian lengkap. Saat bangun itu Niko sudah tak ada di kamarku lagi. Hanya kurasakan nyeri pada… maaf…. kelaminku. Lalu kulihat ada bercak darah pada seprei tempat tidurku. Aku tidak curiga sedikit pun pada Niko, karena saat itu aku sedang datang bulan. Jadi kupikir itu adalah darah datang bulanku yang tembus di atas seprei.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika aku sedang mencuci pakaian dalamku, Niko datang dengan wajah bersalah. Niko meminta maaf atas kejadian semalam. Dia mengakui kekhilafannya, tapi dia mengatakan kalau hal seperti itu adalah hal biasa dalam pergaulannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, seperti mendengar petir di siang bolong. Tubuhku langsung lemas, lunglai mendengar pengakuannya. Padahal jika dia tidak bicara, mungkin aku tidak akan tau hal yang sebenarnya. Aku jadi benci Niko. Benci sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap Niko datang menjemput, aku selalu menghindar. Aku hanya titip pesan pada sahabatku, Anita, kalau aku tidak masuk sekolah. Ternyata kesempatan itu diambil oleh Anita, dia menjadi leluasa bepergian dengan Niko. Dan setelah bepergian itu selalu diceritakan pada teman-temannya. Otomatis berita itu sampai di telingaku. Sahabatku sendiri tega melakukan itu. Tadinya aku menghindar Niko hanya untuk sesaat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku marah, sangat marah. Niko yang sangat aku percayai ternyata buaya, busuk. Aku marah, aku sedih, aku tak tau lagi harus bagaimana. Pikiranku sudah buntu. Aku tak berani menceritakan hal ini pada ayahku, karena pasti dia akan marah besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari itu kuputuskan untuk bolos sekolah. Aku berjalan tak tentu arah. Hingga sampailah di rel kereta api. Kususuri rel itu. Aku berjalan di sepanjang rel itu, sambil menunggu datangnya sang kereta. Ya…. Aku ingin mengakhiri kepahitan hidupku di atas rel ini. Aku ingin bunuh diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Terlaksanakah niat bunuh diri Mbak Asti ?.... hm.... mungkin di bagian 5 akan terungkap yaa....)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112435803178207473?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112435803178207473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112435803178207473&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112435803178207473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112435803178207473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/dendam-membawa-luka-bagian-4.html' title='Dendam Membawa Luka (bagian 4)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112425284244576334</id><published>2005-08-17T11:26:00.000+07:00</published><updated>2005-08-17T11:27:22.453+07:00</updated><title type='text'>Dendam Membawa Luka (bagian 3)</title><content type='html'>&lt;em&gt;(makasih yaa masih setia menunggu lanjutannya.....)&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, asyik dong….. bisa tinggal di luar negeri,” timpalku yang makin asyik mendengar ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Aku udah seneng sih, tapi sebelum rencana ini dilaksanakan, ayah memanggil seorang guru mengaji yang akan memberi bekal pada kami tentang pengetahuan agama. Terus terang pendidikan agama kami sangat minim karena kedua orang tuaku adalah aliran kepercayaan. Sedangkan kami disekolahkan di sekolah Nasrani. Waktu itu aku baru menduduki bangku SMP. Kami tidak biasa melakukan sholat dan amalan-amalan wajib lainnya. Kami hanya diajarkan “Eling” pada Yang Maha Esa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tapi rupanya ayah telah salah mengambil seorang guru. Guru itu berasal dari suatu aliran yang pada saat itu bertentangan dengan pemerintah. Ajarannya agak aneh, aku pun tak tau aliran apa. Hingga suatu hari, guru ngaji itu tertembak oleh penembak misterius di dekat sebuah mesjid besar di kotaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Dengan tertembaknya guru ngaji itu, ayah dan ibuku yang tidak beragama Islam menjadi gentar. Di kepala mereka dibayangi oleh suatu aliran yang diajarkan oleh guru itu yang malah membingungkan. Beliau berfikir kalau orang-orang Islam itu selalu saling bunuh membunuh. Sehingga berfikiran juga kalau di Negara Kuwait yang Islamnya kental itu akan begitu keadaannya. Akhirnya ibuku tidak mau diajak ke Kuwait.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ayahku bingung harus bagaimana membenahi keluarga ini. Akhirnya ayahkulah yang mengalah. Demi keutuhan keluarganya, beliau mengambil pensiun dini. Beliau ingin membenahi keluarga ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“ Tapi dengan keberadaan ayah di rumah, malah makin mengacaukan suasana. Ayah sangat disiplin. Ibuku yang senang bepergian menjadi merasa terkekang dan menjadi marah-marah. Kakak-kakakku pun menjadi uring-uringan karena tidak boleh pulang terlalu malam. Setiap hari hanya pertengkaran-pertengkaran yang terjadi di rumahku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bisnis ibu pun mulai kacau setelah ada temannya yang menipu dia. Ibu telah membayar sejumlah uang, tetapi berlian yang dipesan itu tak kunjung datang. Sehingga ibu malah terlilit hutang yang sangat besar pada teman-temannya yang telah memesan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Akhirnya rumah besar yang kami tempati pun terpaksa dijual dan kami membeli rumah yang lebih kecil dari rumah semula. Pertengkaran demi pertengkaran hebat pun tak dapat dielakkan lagi. Pada puncaknya, ibu akhirnya memilih bercerai karena ternyata selama ini ibu menyimpan rasa cemburu setelah berulang kali menemukan foto wanita cantik sepulang ayah dari luar negeri dulu. Itulah awal penderitaanku Nie,” suara Mbak Asti menjadi parau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Itu baru awal Mbak ? Jadi masih banyak duka yang lain yang Mbak simpan rapat-rapat selama ini ? Hm….. kayak sebuah sinetron aja nih….,” aku berusaha membuat suasana tidak menjadi tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Asti melanjutkan ceritanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rumah dan semua harta diambil oleh ibuku. Sedang ayah hanya mendapat sebuah rumah kecil di sebuah perumahan. Bersama akulah ayah menempati rumah kecil itu, sedangkan saudara-saudaraku memilih tinggal dengan ibu. Mereka tidak bisa meninggalkan gaya hidup mereka yang terlanjur “borjuis”.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memang pendiam Nie, tapi sebenarnya aku menyimpan luka yang sangat dalam dengan keadaan keluarga dan perceraian ini. Tapi lukaku selalu kupendam sendiri. Hingga aku masuk SMA dan bertemu dengan seseorang yang sangat memperhatikan aku. Niko namanya. Dia begitu baik. Kepada dialah aku selalu mencurahkan isi hatiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(akankah Mbak Asti menemukan kebahagiaan dengan Niko ?..... wait and see..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112425284244576334?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112425284244576334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112425284244576334&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112425284244576334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112425284244576334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/dendam-membawa-luka-bagian-3.html' title='Dendam Membawa Luka (bagian 3)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112417782463876012</id><published>2005-08-16T14:29:00.000+07:00</published><updated>2005-08-16T14:37:04.646+07:00</updated><title type='text'>Dendam Membawa Luka (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;em&gt;(cerita sebelumnya baca aja dech di bagian 1 yaa.....)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Denger ya Nie, aku mau cerita tentang aku, tentang kepedihanku, supaya kamu bisa melihat bahwa penderitaanmu tidak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan penderitaanku. Eh iya, koq jadi serius begini. Kamu mau minum apa ? Aku sampe lupa nawarin kamu,” Mbak Asti langsung berdiri untuk mengambilkan minum untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh… gak usah repot-repot Mbak, kalau haus kan aku nanti bisa ngambil sendiri. Cerita aja dulu deh, udah gak sabar nih….” sahutku sambil memperbaiki posisi dudukku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat ada guratan kesedihan yang mendalam pada wajah Mbak Asti. Seakan memendam kegundahan. Lalu Mbak Asti tersenyum dan mulailah bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Keluargaku dulu adalah keluarga yang bahagia. Aku mempunyai ayah dan ibu serta sepuluh orang saudara kandung. Sebuah keluarga besar tentunya. Ayahku bekerja di sebuah BUMN di bagian pelatihan, yang mengharuskan beliau tugas ke luar negeri setiap tahunnya. Malah waktunya lebih banyak di sana daripada di rumah. Mungkin hanya beberapa bulan saja beliau ada di rumah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Seluruh tanggung jawab di rumah diserahkan pada ibuku. Ibuku walau hanya ibu rumah tangga biasa, tetapi mempunyai bisnis yang lumayan, yaitu jual beli berlian. Dengan demikian dari segi materi, kami hidup sangat berkecukupan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kehidupan kami yang sangat “borjuis” malah menjauhkan komunikasi di antara kami. Kehidupan anak-anak mulai liar, karena kurangnya perhatian. Ayah yang selalu pergi ke luar negeri dan ibu yang selalu sibuk dengan bisnisnya serta ditambah dengan kesibukan lain di sebuah organisasi, sehingga jarang sekali ada di rumah untuk memperhatikan anak-anaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Anak-anak hidup dalam dunia sendiri, berpesta-pesta dan menghambur-hamburkan uang. Kecuali aku yang lebih senang berdiam diri di rumah, berteman dan berkhayal sendiri. Aku lebih dekat dengan Mbak Marti, pembantuku. Padanyalah aku bisa bermanja-manja dan meminta tolong. Itulah yang membedakan aku dengan saudara-saudaraku yang lain, sehingga mereka selalu iri padaku jika ayahku menjadi lebih sayang padaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Deuh…. Jadi anak kesayangan ayah rupanya,” ledekku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan sombong Nie, memang aku lebih disayang ayah karena aku tidak terbawa arus kehidupan mereka. Hanya dua orang yang masih terlihat baik, aku dan satu lagi kakakku. Tapi dia tidak pernah ada di rumah. Dia tidak betah dengan suasana rumah yang sangat kacau. Berkomunikasi saja selalu dengan emosi, malah tak jarang menggunakan otot dan benda tajam bila terjadi ketersinggungan. Kakakku yang satu itu lebih memilih gunung sebagai dunianya. Maka tinggallah aku satu-satunya yang dianggap baik oleh ayahku. Dan itu menyebabkan keirian ibu dan saudara-saudaraku makin menjadi-jadi. Tak jarang aku dipukuli ibu dan kakak-kakakku tanpa sebab yang jelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Suatu kali sepulang ayah dari luar negeri, beliau melihat ketidakberesan yang terjadi di rumah kami. Entah tahu dari mana beliau, padahal aku tidak pernah menceritakan keadaan rumah pada ayah, karena jika ketahuan aku cerita, mungkin aku dipukuli lagi oleh ibuku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ayah sangat kecewa dengan keadaan ini. Akhirnya ayah akan memboyong kami sekeluarga ke luar negeri. Kebetulan tugas ayah kali ini adalah Negara Kuwait, negara yang kekentalan agamanya sudah diakui dunia. Ayah berharap, jika kami pindah ke sana kami dapat memperbaiki diri di sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(akankah keluarga ini pindah ke Kuwait ?...... tunggu dech bagian 3nya)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112417782463876012?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112417782463876012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112417782463876012&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112417782463876012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112417782463876012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/dendam-membawa-luka-bagian-2.html' title='Dendam Membawa Luka (bagian 2)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112416325173877816</id><published>2005-08-16T10:29:00.000+07:00</published><updated>2005-08-16T10:34:11.746+07:00</updated><title type='text'>Dendam Membawa Luka (bagian I)</title><content type='html'>Pekarangan rumah yang nampak asri, sangat memikat hati saat memasukinya. Suasana pekarangan itu biasanya menunjukkan pula suasana hati pemiliknya. Dipenuhi bunga-bunga nan indah berwarna-warni, menandakan suatu keceriaan yang tak pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu rumah pun tak berapa lama langsung terbuka ketika kuketuk. Senyum ramah Mbak yang satu ini, selalu terpancar dari wajahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Asti sang pemilik rumah, selalu terlihat tegar di tengah duka kehidupannya. Dia yang selalu tersenyum dan mengulurkan kedua tangannya jika ada orang yang datang membutuhkan pertolongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah…. Ada angin apa nih yang bawa kamu kemari….” sapanya ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tersenyum, hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Senyum kamu jelek Nie, pasti sedang ada sesuatu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ya ampun, tau aja Mbak ini kalau aku sedang gak enak hati,”&lt;/em&gt; bisik hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak Mbak, gak apa-apa cuman lagi gak enak aja ama seseorang. Makanya cari angin segar ke sini. Siapa tau ada seteguk pencerahan yang kudapat di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tuh ya sensitif banget kalo jadi orang. Udah lupain aja yang udah lalu itu. Pasrahkan semua sama Yang Di Atas, Allahlah yang akan membalasnya, bukan kamu. Janganlah jadi pendendam” sentilan halus Mbak Asti memancingku untuk bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang aku ini pendendam Mbak. Jika orang berbuat baik padaku, aku akan berbuat lebih baik lagi padanya. Tapi jika orang berbuat jahat padaku, aku akan lebih jahat lagi padanya. Aku berusaha membalas semua kebaikan orang dengan sepenuh hatiku, semaksimal kemampuanku. Tapi aku bakal sangat terluka jika orang itu telah menyakitiku, apalagi sampai mengkhianatiku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sifat kamu tuh harus diubah Nie. Dari satu sisi kamu memang baik, membalas kebaikan orang lain dengan semaksimal mungkin, dengan tulus. Tapi sangat salah jika kejahatan pun kamu balas juga. Kamu tidak berhak membalas kejahatan itu. Biarlah orang lain mendzalimi kita, kita tidak usah membalasnya. Allah itu Maha Adil, Nie. Allah pasti akan membalas orang yang jahat sama kamu. Makanya serahkan saja semuanya pada Allah. Biar Allah yang menyelesaikannya. Kamu akan capek sendiri jika berusaha membalas kejahatan orang. Jika kamu tidak berhasil membalasnya, kamu akan tambah sakit hati, dan malah kamu yang menjadi berdosa. Berdo’alah, doa orang yang terdzalimi itu akan dikabulkan Allah,” kata demi kata itu mengalir deras dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa mataku berkaca-kaca. Aku tidak menceritakan hal yang sebenarnya pada Mbak Asti. Tapi dia seperti bisa membaca pikiranku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah disakiti orang lebih dari kamu. Ah… kamu itu gak ada seujung kuku penderitaanku. Tapi kamu lihat, apakah aku balas dendam sama orang yang menyakiti aku itu ? Sama sekali aku gak membalasnya, aku hanya pasrah apapun yang terjadi pada diriku. Hanya pasrah……… aku yakin karma itu ada. Aku yakin Allah Maha Adil. Semua serahkan saja pada Yang di Atas. Kita sebagai manusia hanya dapat memohon semoga kita dapat diberikan petunjuk olehNya,” dengan berapi-api Mbak Asti meyakinkan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(mau tau cerita kehidupan Mbak Asti ? tunggu dech kelanjutannya...)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112416325173877816?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112416325173877816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112416325173877816&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112416325173877816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112416325173877816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/dendam-membawa-luka-bagian-i.html' title='Dendam Membawa Luka (bagian I)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112408689762823890</id><published>2005-08-15T13:20:00.000+07:00</published><updated>2005-08-15T13:21:37.636+07:00</updated><title type='text'>Membela Yang Benar</title><content type='html'>Sepulang sekolah si kecil berlari-lari menghampiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ma…… Aa nakal, Aa tadi marahin Ade di sekolah……”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ade kali yang nakal, Ade gangguin Aa yaa ?” ujarku sambil merengkuh tubuh mungilnya ke dalam pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bener ma…. Aa tadi marahin Ade. Trus Ade gak boleh ikut main ama Aa……”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ade gak boleh bohong yaa……, Aa kan baik……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika meledaklah tangisnya,  “Mama selalu belain Aa. Mama gak percaya ama Ade. Bener…. Ade gak bohong Ma…. Kan Mama bilang kita gak boleh bohong. Aa tadi marahin Ade…… ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm…… aku menarik nafas dalam. Aku salah, aku telah melukai hatinya dengan mengatakan dia “bohong”. Mungkin pula aku ini melukainya untuk yang kedua kalinya. Pertama, hatinya terluka oleh kakaknya dan kini aku menambah jumlah luka itu di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mataku Aa adalah anak yang baik, sholeh dan pendiam. Sesuai namanya Hanifan, dari kata Hanif yaitu “yang selalu lurus”. Lurus akhlaqnya, semoga. Dia selalu melakukan sesuatu sesuai dengan aturan, hingga dia selalu tampak “bersih” di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tidak tahu pergaulannya di luar sana. Sesuatu yang tampak bersih di hadapanku, belum tentu bersih juga di luar sana. Kadang pergaulanlah yang mewarnai kehidupan anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba bersikap bijak. Kucoba menilai sesuatu secara objektif, menilai orang dari tingkah lakunya. Bukan menilai secara subyektif, hanya menilai bagus jika orang itu kita senangi. Kita menutup mata, bahwa seseorang yang “bersih” mungkin saja melakukan suatu kekhilafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelaah sesuatu sebelum memberikan “statement”.  Karena setelah lidah yang tak bertulang ini memberikan suatu “statement”, pasti akan ada hati yang terluka, hati-hati mungil yang selalu mewarnai kehidupanku. Aku ingin membela yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya….. Mama akan membela yang benar De……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112408689762823890?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112408689762823890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112408689762823890&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112408689762823890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112408689762823890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/membela-yang-benar.html' title='Membela Yang Benar'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112382665092635221</id><published>2005-08-12T13:02:00.000+07:00</published><updated>2005-08-12T13:19:34.446+07:00</updated><title type='text'>Sahabat Setia</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans ms" size="3"&gt;Bertahun-tahun sudah buku mungil berjilid kain beludru yang bermotif bunga-bunga indah itu, lengkap dengan kunci gembok mungilnya, selalu setia menemani malam-malam sendiriku. Dia selalu setia mendengarkan setiap gundahku. Kertas warna biru mudanya selalu ikhlas menerima sentuhan penaku. Walau tulisan itu kadang ada yang luntur tertimpa tetes demi tetes air mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar demi lembar kubuka kembali buku mungil itu. Benar….. tak pernah ada yang tahu isi buku itu hingga detik ini. Selalu tersimpan rapi. Membaca cerita indah, membuatku tersenyum mengingatnya. Membaca cerita sedih, membuat mataku berkaca-kaca kembali saat teringat masa-masa pahit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…..dulu buku itulah sahabat setiaku. Diaryku, tempat curahan hatiku, tempat aku mengadu. Buku yang tak pernah mengkhianatiku, tak pernah membocorkan rahasiaku. Kini buku itu telah lapuk dan berdebu. Tapi berat rasa hati ini tuk mengusirnya dari lemariku. Dia yang selalu setia. Dia yang selalu rapat-rapat menyimpan rahasia. Ada tangis, ada senyum, ada tawaku di dalamnya. Ada sejuta cerita yang tak kan terulang tuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi alhamdulillah…. aku punya beberapa sahabat yang sangat mempercayaiku. Mereka selalu mencurahkan isi hatinya padaku. Mereka tumpahkan segala gundah mereka padaku. Aku bahagia dipercaya oleh mereka. Dengan berbekal ilmu yang hanya sedikit, kucoba membantu mereka. Ataupun hanya menyediakan telinga bagi gundah mereka.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Gundah mereka adalah amanat bagiku. Amanat yang harus kututup rapat-rapat. Sungguh berat memikul amanat sahabat-sahabatku ini. Baik besar ataupun kecil, amanat tetaplah amanat. Tergelincir sekali saja lidah ini membuka gundah mereka, aku menjadi khianat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin seperti Diaryku…. Yang selalu setia mendengar gundah sahabatku. Aku ingin mulutku seperti gembok mungilku, yang selalu terkunci rapat menyimpan semua yang ada di dalamnya. Aku tak ingin masuk golongan orang-orang munafik yang tak bisa memegang amanat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua dijauhkan dari golongan orang-orang munafik.&lt;br /&gt;Dasar nerakalah tempat orang-orang munafik itu…… &lt;br /&gt;Naudzubillaahi min dzalik……….&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112382665092635221?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112382665092635221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112382665092635221&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112382665092635221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112382665092635221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/sahabat-setia.html' title='Sahabat Setia'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112313190711673375</id><published>2005-08-04T12:03:00.000+07:00</published><updated>2005-08-04T12:05:07.123+07:00</updated><title type='text'>Tipe Cowoq</title><content type='html'>Kalo cowoq ganteng pendiam ; Ceweq2 bilang : woow…cool banget…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek pendiam ; Ceweq2 bilang : ih…kuper….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng jomblo ; Ceweq2 bilang : pasti dia perfeksionis…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek jomblo ; Ceweq2 bilang : sudah jelas kagak laku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng berbuat jahat ; Ceweq2 bilang : nobody’s perfect…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek berbuat jahat ; Ceweq2 bilang : pantes…tampangnya kriminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng nolongin ceweq yang diganggu preman; Ceweq2 bilang : wuih…jantan kayak di film2…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek nolongin ceweq yang diganggu preman ; Ceweq2 bilang : pasti premannya temennya dia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng dapet ceweq cantik ; Ceweq2 bilang : klop…serasi banget…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek dapet ceweq cantik ; Ceweq2 bilang : pasti main dukun….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng diputusin ceweq ; Ceweq2 bilang : jangan sedih... khan masih ada aku…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek diputusin ceweq ; Ceweq2 bilang : … (terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng penyayang binatang ; Ceweq2 bilang : perasaannya halus… penuh cinta…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek penyayang binatang ; Ceweq2 bilang : sesama keluarga emang harus menyayangi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng bawa BMW ; Ceweq2 bilang : matching… keren luar dalem&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek bawa BMW ; Ceweq2 bilang : mas…majikannya mana ?…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng males difoto ; Ceweq2 bilang : pasti takut fotonya disebar2in…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek males difoto ; Ceweq2 bilang : gak tega liat hasil cetaknya yaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng naek motor gede ; Ceweq2 bilang : wah…kayak Lorenzo Lamas…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek naek motor gede ; Ceweq2 bilang : awass…..mandragade lewat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng nuangin air ke gelas ceweq ; Ceweq2 bilang : ini baru cowoq gentleman…&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek nuangin air ke gelas ceweq ; Ceweq2 bilang : naluri pembantu emang gitu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq ganteng baca email ini langsung ngaca sambil senyum2 kecil….&lt;br /&gt;“life is beautiful” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo cowoq jelek baca email ini, frustasi, ngambil tali jemuran, trus teriak2…&lt;br /&gt;“hidup ini kejaaaaammmmmmm!!!!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112313190711673375?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112313190711673375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112313190711673375&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112313190711673375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112313190711673375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/08/tipe-cowoq.html' title='Tipe Cowoq'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112261296725994923</id><published>2005-07-29T11:51:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T11:56:07.270+07:00</updated><title type='text'>he...he...he...</title><content type='html'>&lt;em&gt;(kiriman email seorang teman)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ok jg klo dijadiin referensi untuk belajar Bahasa Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duyu andersten Inglis? Dogh yu spik inglis wel, ai bet yu difikul andesten dis   (D.O. setelah belajar 1 minggu BAHASA INGGRIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; PART ONE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ane kaget banget kemaren ini pas lewat di depannye kelurahan, ngebace spanduk nyang isinye:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAVE THE COUNTRY, HANG TNI ... SAVE THE PEOPLE, HANG POLRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punye usut, ternyate nyang dimaksud ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Keselametan negare, tergantung TNI .. keselametan rakyat, tergantung POLRI"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bujubuneng ..., rupenye si Lurah baru ikutan kursus bahase Inggris tapi udah nekat buat tampil ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; PART TWO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang supir lagi nyetirin boss bule Amrik,kebetulan lagi sial.&lt;br /&gt;Mobilnya nyodok kendaraan di depannya karena mendadak berhenti. Dengan terbata2 ia minta maaf kepada si boss:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir: Sorry Sir, I brake brake, do not eat. After I check the wheel no flower again.     &lt;em&gt;(maaf Tuan,  saya rem2 nggak makan, setelah saya cek rodanya nggak ada kembangannya lagi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu si Boss mau ikutan ribut sama yg ditabrak, dia bilang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir: Don't follow mix, Sir! The bring that car if not wrong is the children fruit from manager moneys,he stupid doesn't play! Let know taste.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(nggak usah ikut campur, Pak! Yang bawa mobil itu kalo nggak salah anak buah dari manajer keuangan, dia memang goblok bukan main!Biar tahu rasa)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya si supir gak masuk kerja, terus pas lusanya dia masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si boss bule nanya:&lt;br /&gt;Bule : Why didn't you come to work?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir : I am sorry boss, my body is not delicious, my body taste like enter the wind.   &lt;em&gt;(maaf boss, badan saya tidak enak, badan saya rasanya seperti masuk angin)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; PART THREE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada bule kehilangan sepeda motornya yg dia parkir didepan toko di sekitar jalan Malioboro, Yogya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia bertanya ke Paijo, yg saat itu kebetulan berada di tempat parkir, apakah dia ngeliat org yg ngambil sepeda motornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paijo: Yes, he use to table square-square. Worth he fast-fast go without wet expire   &lt;em&gt;(Iya, dia pakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi tanpa basa basi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paijo: Sir, different river, if park bicycle motor heart-heart, yes?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Tuan, lain kali kalo parkir sepeda motor hati-hati ya?)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bule itu diam saja karena nggak tau mau jawab apa, shg Paijo jadi ngedumel,&lt;br /&gt;Paijo: Basic bule! &lt;em&gt;(Dasar bule!)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena nggak tau harus ngomong apa lagi, si bule ngeloyor pergi dan dengan PD-nya Paijo bilang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breasttttt!" sambil melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;Maksudnya sih: &lt;em&gt;"Dadaaaaa!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;hehehehe.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112261296725994923?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112261296725994923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112261296725994923&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112261296725994923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112261296725994923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/hehehe.html' title='he...he...he...'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112246232732755522</id><published>2005-07-27T17:59:00.000+07:00</published><updated>2005-07-27T18:05:27.336+07:00</updated><title type='text'>Sabar</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Sabar……sabar……..sabar……..”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang diucapkan sahabatku semalam.&lt;br /&gt;Sabar……….&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Menurut penilaianku, aku termasuk orang yang sabar. Apa aku kurang sabar ? Apa menurut penilaian Allah aku masih kurang sabar ?&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurenungi kata itu semalaman. Kuingat-ingat terakhir kali aku sabar. Banyak orang bilang bahwa aku sekarang gampang marah, gampang tersinggung dan…ya itu….tidak sabar. Selalu dan selalu merasa diri ini benar.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Aku udah sabar koq, tapi sabar itu kan ada batasnya.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tapi sahabatku itu tetap mengatakan aku harus sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul empat pagi kubuka mata ini. Masih terasa berat. Namun aku harus melepas suamiku yang akan bertugas ke luar kota, subuh tadi. Terasa berat dan merasa kesal karena sering ditinggal suami ke luar kota. Tapi ingat kata-kata sahabatku,”sabar….”&lt;br /&gt;Wajah ini yang biasanya cemberut melepas kepergiaannya, kuusahakan tersenyum semanis mungkin. Satu kecupan hangat pun mendarat di keningku…… buah dari “sabar” yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesal dan marah pada suami rasanya hilang, berganti dengan rasa syukur, bahwa aku masih memiliki suami. Orang lain ada yang telah ditinggalkan suaminya atau bahkan belum memiliki suami sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suami pergi ke luar kota, biasanya aku beres-beres rumah sendirian sambil merengut. Semua harus kukerjakan sendiri. Padahal aku harus pergi kerja pagi-pagi sekali. Sekali lagi aku ingat kata-kata sahabatku “sabar”. Kubangunkan anak-anakku, kusuruh mandi, berpakaian dan sarapan. Mereka yang biasanya sulit sekali dibangunkan dan mandi, subuh tadi dengan mudahnya mereka melakukan semuanya. Pergi sekolah dengan senyuman…… buah dari “sabar” yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah ……&lt;/em&gt; Aku memiliki dua anak yang sholeh. Masih banyak saudara-saudaraku yang belum dipercaya Allah mendapat amanah yang begitu besar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa aku berebut mengejar angkot bersama dengan bapak-bapak, anak-anak sekolah, ibu-ibu yang pulang dari pasar, dan sebagainya. Saling sikut, saling dorong, yang penting berhasil mendapat tempat duduk yang nyaman. Program hari ini kan “sabar”….. aku pun mengalah pada seorang ibu untuk naik lebih dulu. Biarlah aku naik angkot yang berikutnya. Aku pun mundur dan mencari angkot berikutnya. Tiba-tiba ibu itu turun lagi dari angkot. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wah.... rezeki nich,” &lt;/em&gt;pikirku. Apakah ini buah kesabaranku yang ketiga ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik sedan merah di sebelah angkotku, &lt;em&gt;duh….. &lt;/em&gt;nyaman banget. &lt;em&gt;Eit…&lt;/em&gt;jangan melihat ke atas, &lt;em&gt;alhamdulillah….. &lt;/em&gt;aku masih punya ongkos untuk naik angkot. Coba lihat yang berdesak-desakan naik bis kota supaya irit ongkosnya. Atau yang berpeluh berjalan kaki di trotoar karena tak ada uang di sakunya. Bersyukurlah………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor tugas sisa kemarin telah menanti. Tugas rekan kerja yang tidak bertanggung jawab dibebankan kepadaku. Kemarin aku sempat marah-marah tak karuan. Tapi aku jadi rugi dua kali. Tugas tetap aku kerjakan dan aku kehabisan energi buat marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kumencoba “sabar”. Melaksanakan tugas dengan tersenyum. Melihat ke sekeliling. Begitu banyak orang yang tidak mendapat kesempatan mempunyai pekerjaan yang layak seperti aku. Tukang parkir di halaman kantor, tukang sol sepatu di trotoar belakang, tukang kue yang menggelar makanan di gerbang depan. Berapa penghasilan yang bisa dibawa pulang ke rumah untuk mengepulkan asap dapurnya ? Berapa lama mereka bisa mengumpulkan uang untuk sekolah anaknya ?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah…….. &lt;/em&gt;aku lebih beruntung dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru yang aku alami sejak pukul empat subuh hingga pukul tujuh pagi ini. Coba semua hal itu dialami setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, selama bertahun-tahun. Semua yang disikapi dengan “sabar” membuahkan sesuatu yang menjadikan kita lebih bersyukur dan terus menerus menghitung nikmat yang Allah berikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lalu nikmat yang mana lagi yang engkau dustakan ? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112246232732755522?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112246232732755522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112246232732755522&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112246232732755522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112246232732755522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/sabar.html' title='Sabar'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112238321841823976</id><published>2005-07-26T19:54:00.000+07:00</published><updated>2005-07-27T08:27:29.270+07:00</updated><title type='text'>Menghisab Diri</title><content type='html'>Saat seseorang datang mencurahkan isi hatinya padaku, dengan begitu mudahnya lisan ini memberikan nasehat-nasehat. Aku bisa dengan mudahnya memberikan solusi atas semua permasalahan yang dihadapinya. Kata-kata indah untuk menyejukkan hati mengalir deras dari bibirku.Untaian kata-kataku itu kadang bisa membuat orang lain bisa tersenyum, bisa bangkit lagi, bisa "hidup" lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di saat diriku sendiri tengah terpuruk dalam kegalauan, aku tidak bisa menolong diriku sendiri. Aku terpuruk makin dalam. Terseok-seok langkahku untuk bangkit lagi. Hampir putus asa diri ini untuk "kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang lisan ini sangat mudah untuk menilai orang lain.&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah "Semut di tengah lautan tampak jelas, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Eh.... si A itu musyrik lho, dia kan percaya banget sama paranormal....."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah aku ini yang mengaku beriman, sudah percaya bahwa hanya Allahlah penolongku ? Kadang malah berterima kasih yang berlebihan pada bos yang menggajiku, pada dosen yang memberi nilai bagus untukku, pada orang yang tulus membantuku, malah kadang sombong bahwa semua itu adalah hasil kerja kerasku.&lt;br /&gt;Lupakah jika semua itu karunia Allah semata ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kamu tau gak, Si B kan gak pernah sholat..............."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku ini sudah betul sholatnya ? Sudah fasihkah bacaan-bacaan sholatku ? Apakah aku ini selalu tepat waktu jika menunaikan kewajiban yang satu itu ? Apakah tak ada riya dalam hatiku pada saat melakukannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ibu yang di ujung jalan itu, pelitnya minta ampun..........."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah hartaku juga sudah bersih dari hak orang lain ? Apakah aku tetap bisa bahagia di saat orang lain menderita ? Apakah aku masih bisa tidur nyenyak sementara orang lain tak bisa tidur karena menahan lapar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Aku gak suka lho sama orang itu. Dia tuh suka ngomongin orang lain ...bla...bla...bla..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha... apakah aku tidak menyadari bahwa aku pun membicarakan orang lain. Menggunjing perbuatan orang lain, yang sama nilainya dengan memakan bangkai saudaraku sendiri ? &lt;em&gt;Astaghfirullaah....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Duh..... &lt;/em&gt;begitu mudahnya lisan ini menilai orang lain. Sedangkan serentetan pertanyaan selalu membayangi setiap kata yang keluar dari bibir kita. Serentetan hisab nanti yang entah berapa panjangnya, yang entah berapa pertanyaan yang akan menyerang kita di alam sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi benarlah bahwa "Berkatalah yang baik, atau lebih baik diam".&lt;br /&gt;Mungkin setiap kata yang keluar dari bibir kita harus benar-benar terseleksi, agar tak ada rentetan pertanyaan yang akan menyerang kita di alam yang kekal abadi di sana..... Nanti.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112238321841823976?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112238321841823976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112238321841823976&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112238321841823976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112238321841823976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/menghisab-diri.html' title='Menghisab Diri'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112183972016320425</id><published>2005-07-20T13:05:00.000+07:00</published><updated>2005-07-20T15:06:51.696+07:00</updated><title type='text'>....share, never be unfair</title><content type='html'>(ini diambil dari majalah "Halo Bandung" edisi Juli 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/lilin.jpg" alt="lilin" height="125" width="100"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font face="monotype corsiva" size="6" color="red"&gt;&lt;b&gt;......share,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;never be unfair&lt;/b&gt;&lt;/font&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayakah Anda bahwa hidup selalu adil ? Ambil mudahnya saja, kadang kita juga berlaku tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saatnya anak Anda menikmati liburan panjang, sudah terpikirkah oleh Anda untuk mengajak si buah hati berlibur kemana ? Kalau belum, wajar jika seseorang mengkhianati Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda terlalu sibuk dengan diri sendiri. 50:50 untuk Anda dan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang di dompet Anda masih ratusan ribu, bahkan beberapa kartu kredit dan kartu ATM berjejer di dompet Anda, tapi Anda begitu enggan mengeluarkan 500 rupiah atau bahkan hanya 100 rupiah untuk anak jalanan. Kalau ya, wajar saja jika seseorang merusak kepercayaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda terlalu kikir untuk berbagi. 50:50 untuk Anda dan anak jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini orang masih meragukan kemapuan Anda, padahal Anda sudah melakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin satu waktu Anda pernah menyakiti perasaan seseorang dengan sangat. Wajar, jika sampai saat ini Anda menerima perlakuan seperti itu. 50:50 untuk Anda dan orang yang teraniaya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika Anda baru saja mengambil keuntungan dari seseorang dengan cara yang tidak adil dan Anda masih merasa cukup bahagia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just wait and see....'coz life will always be 50:50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May be, you just don't realize !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112183972016320425?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112183972016320425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112183972016320425&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112183972016320425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112183972016320425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/share-never-be-unfair.html' title='....share, never be unfair'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112182659644710188</id><published>2005-07-20T09:28:00.000+07:00</published><updated>2005-07-20T09:55:45.993+07:00</updated><title type='text'>Langitku Kembali Biru</title><content type='html'>&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/DSC_0034.jpg" alt="Kebun Teh Ciwidey - Bandung" width="400" height="300"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan hitam yang pekat itu perlahan terkikis, terburai, menjadi gumpalan yang kecil, menjadi lebih kecil lagi, teramat kecil dan akan hilang diterpa hembusan angin. Dan sang waktu pun akan menggiring awan itu secara perlahan, menjadikan langit biru nan cerah, luas sepanjang mata memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobaan yang maha berat yang aku alami, bagaikan awan hitam itu, pekat. Rasanya tak akan kujumpai langit biru nan cerah itu. Kusandarkan diriku pada seseorang yang kuyakini akan bisa membantuku keluar dari cobaan ini, namun seseorang itu hanyalah seorang makhluk, seorang makhluk yang tidak akan selamanya bisa menjadi sandaran hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuisi diary kesayanganku, kutumpahkan semua gundahku. Tapi dia hanya benda mati yang tak bisa berbuat apa-apa. Semua gundahku hanya akan tertumpuk, berdebu dan akan bermuara dalam kobaran api pembakaran sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sini, di blog dan MP ini, aku bisa menumpahkan segala gundahku. Aku bisa mendapat pencerahan dalam hidupku. Aku bisa menepis awan hitam itu dan mendapatkan langitku yang kembali biru. Aku mendapat banyak sahabat untuk berbagi. Aku mendapat banyak sekali guru di sini. Aku mendapat banyak nasehat untuk memperbaiki diri. Aku bisa mendapat pengalaman berharga dari tulisan-tulisan sahabat semua. Terbukalah mataku bahwa bukan hanya aku yang mendapat cobaan dariNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gundahku terasa sirna. Terima kasih sahabat-sahabatku, tanpamu aku tak akan bisa bangkit lagi seperti sekarang ini. Aku sangat mengharapkan kehadiranmu, agar aku bisa tersenyum kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112182659644710188?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112182659644710188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112182659644710188&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112182659644710188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112182659644710188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/langitku-kembali-biru.html' title='Langitku Kembali Biru'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112132947651328665</id><published>2005-07-14T15:00:00.000+07:00</published><updated>2005-07-14T15:29:46.126+07:00</updated><title type='text'>Fitrah Seorang Wanita</title><content type='html'>Sedari kecil aku dipaksa hidup mandiri. Sebagai anak sulung dengan tiga orang adik yang masih kecil-kecil, aku dituntut untuk hidup lebih dewasa dari umurku yang sebenarnya. Tak ada kakak sebagai tempat untuk bergantung atau sekedar berbagi cerita. Orang tuaku pun terlalu sibuk bekerja untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga. Semua masalah yang aku hadapi, harus bisa kuselesaikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada bagusnya dididik seperti itu. Aku menjadi wanita yang ulet, tak pantang menyerah dan tidak mau kalah oleh laki-laki. Selalu berprinsip “Kalau laki-laki bisa, kenapa wanita nggak ??”. &lt;br /&gt;Hingga aku selalu berlomba-lomba menjadi ranking pertama di sekolah. Ada rasa bangga rankingku berada di atas laki-laki. Pun beberapa kali terpilih menjadi ketua kelas, membuat aku bisa memerintah para laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu aku lakukan untuk menunjukan kalau wanita itu bukan makhluk yang lemah, yang mudah saja disepelekan oleh laki-laki. Wanita pun mampu melakukan apa yang laki-laki bisa lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku bukan gadis tomboy. Hanya dalam bidang ilmu pengetahuan saja aku berani bertarung dengan laki-laki. Keseharianku biasa saja. Memakai rok, belajar menari, memasak, mengasuh adik-adik. Tapi itu semua hanya sebatas kewajiban membantu orang tua. Buktinya sampai sekarang aku tidak &lt;em&gt;hoby&lt;/em&gt; memasak dan tidak suka anak-anak. Kecuali anakku sendiri tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata bagaimana pun dibuat semandiri dan setegar mungkin, wanita tetaplah wanita. Wanita yang dalam suatu masalah kadang membutuhkan bantuan orang lain untuk mencurahkan segala gundahnya. Wanita butuh sahabat yang akan selalu siap menyediakan telinga dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah aku mengalami suatu episode hidup yang hampa. Rasanya tak ada kebahagiaan dalam hatiku. Semuanya hampa. Tak ada yang bisa membuatku tersenyum. Semua sahabatku pun sudah berkeluarga dan sibuk dengan urusannya masing-masing. Sehingga tidak bisa datang setiap aku membutuhkan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjebak dalam rutinitas yang sangat membosankan. Bangun sebelum subuh, mencuci, menyiapkan sarapan, menyiapkan keperluan anak sekolah, pergi ke kantor, pulang sore, kadang malam. Sepulang kerja menemani anak-anak membuat PR, nonton TV, tidur. Begitu dan begitu setiap hari. Jenuh dan sangat membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hariku, kuhabiskan dengan menghambur-hamburkan uang. Memanjakan diri di salon kecantikan atau berbelanja tak tentu tujuan. Awalnya kehampaanku terobati. Tapi lama-kelamaan hal itu tidak dapat mengobati kehampaan dalam diriku. Kebahagiaan itu entah kemana, seolah hilang ditelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga aku teringat kata-kata sahabatku, “Kebahagiaan itu ada pada keluargamu, pada anak-anakmu. Lihatlah mereka, pandanglah mata anakmu, akan ada kebahagiaan di sana. “ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu aku pun datang ke sekolah anakku. Beberapa orang tua sedang asyik mengobrol sambil menunggu anaknya. Aku hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala, karena tak satu pun yang aku kenali. Karena aku tidak pernah mengantar anakku ke sekolah. Hanya satu kali, ya satu kali hari pertama masuk sekolah, hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang anakku dari balik jendela. Belajar dengan ceria. Sekilas dia melihat ke jendela. Lalu dia berteriak kegirangan. &lt;br /&gt;“Eh, liat ada mama saya, itu liat di jendela ada mama saya.” &lt;br /&gt;Terlihat dia begitu girang melihat wajahku dari balik jendela. Dia hampiri jendela dan mencoba meraba wajahku dari balik kaca jendela. &lt;br /&gt;“Mamaaa......”&lt;br /&gt;Nampaknya dia tidak sabar lagi menunggu bel berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bel tanda pelajaran usai berbunyi, dia berlari ke luar menghampiriku. Dia memeluk aku dengan hangatnya. &lt;br /&gt;“Hei… Randy, ini mama saya. Saeful….saeful….ini mama saya,” betapa bangganya dia memperlihatkan ibunya pada teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika rasa haru menyeruak dari kalbuku. Seorang ibu yang egois, yang hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri. Di mata bening anakku, aku melihat sebongkah kebahagiaan itu. Ada sesuatu yang tak dapat kubendung, mengalir hangat di pipiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah fitrahku, fitrah seorang ibu, fitrah seorang wanita.&lt;br /&gt;Disinilah sumber kebahagiaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112132947651328665?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112132947651328665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112132947651328665&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112132947651328665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112132947651328665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/fitrah-seorang-wanita.html' title='Fitrah Seorang Wanita'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112124364839564985</id><published>2005-07-13T15:27:00.000+07:00</published><updated>2005-07-13T15:34:08.406+07:00</updated><title type='text'>Buruknya Berburuk Sangka</title><content type='html'>“Bu, ada saudara ibu mau ketemu” kata &lt;em&gt;resepsionis&lt;/em&gt; kantor &lt;em&gt;via&lt;/em&gt; telepon.&lt;br /&gt;“Siapa ?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Katanya dari Jalan Laswi” lanjut &lt;em&gt;resepsionis&lt;/em&gt; lagi.&lt;br /&gt;“Duh…. Pasti mau pinjam uang lagi” pikirku, “Gimana yah, ini kerjaan banyak banget, tamu yang mau ketemu bos juga udah antri.”&lt;br /&gt;Hatiku memang agak berat menerima kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah, suruh naik aja” kataku pada &lt;em&gt;resepsionis&lt;/em&gt; dengan berat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan terlihat saudaraku menyusuri lorong menuju &lt;em&gt;loby&lt;/em&gt; kantor. Tubuh kurus dengan pakaian seadanya. Nampak jelas kesusahan hidup dari kerut-kerut di wajahnya. Senyumnya lebar seakan ingin menutupi kesusahan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nie, apa kabar ? Kelihatan agak gemuk sekarang. Koq udah lama gak pernah main ke rumah.”&lt;br /&gt;Aku pun menyambut kedatangannya dengan senyum yang dipaksakan.&lt;br /&gt;“Duh…sekarang tuh sibuk banget. Tiap hari pulang malam. Sabtu dan Minggu juga selalu ada acara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tunggu kata-kata lanjutannya yang pasti tidak jauh dari soal pinjam meminjam uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kebetulan lewat ke daerah sini, mau cari &lt;em&gt;spare part blender &lt;/em&gt;yang rusak. Ini ada makanan kesukaan Akang, kebetulan kemarin masak banyak. Maaf ya ganggu kerja kamu. Sampaikan salam saya buat Akang. &lt;em&gt;Assalaamu ‘alaikum&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berlalu dan aku tidak memberikan uang sepeser pun, walau itu hanya untuk ongkos pulang. Terlihat jelas kekecewaan di wajahnya. Tapi dia tidak berani mengutarakannya. Langkah gontainya kupandangi hingga hilang dari ujung lorong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Duh…&lt;/em&gt; ada rasa perih yang menyusup ke dalam hatiku. Betapa jahatnya hatiku telah berburuk sangka padanya. Aku telah menyangka kedatangannya hanya untuk meminjam uang padaku. Padahal kedatangannya hanya untuk mengirim makanan kesukaan Akang, suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak henti-hentinya aku menyesali diri, betapa jahatnya aku. Hingga sore pekerjaanku tak selesai juga, hingga aku tak sempat mampir ke rumahnya untuk minta maaf. Sepanjang malam tadi fikiranku terus tertuju padanya. Naik apa dia pulang tadi, adakah ongkos di sakunya, atau berjalan kakikah dia menuju rumahnya ? &lt;em&gt;Astaghfirullaah………. &lt;/em&gt;Mengapa diri ini setega itu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesak dada ini pada saat melihat rumahnya. Rumah yang hanya sepetak ditempati oleh dia dan tiga orang anaknya. Sementara dua lagi anaknya yang lain telah dipungut oleh saudara, karena dia sudah tidak sanggup membiayai sekolahnya. Berat sekali beban dia menanggung lima orang anaknya, seorang diri karena suaminya telah meninggal beberapa tahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung kecil tempat dia menggantungkan nasibnya, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sehingga untuk biaya sekolah selalu meminjam ke kanan dan ke kiri. Dan semua pinjamannya tidak pernah dikembalikan. Sehingga orang-orang yang pernah memberi pinjaman, enggan untuk memberinya kembali. Termasuk aku yang pada saat tidak memiliki uang lebih, kadang membantu walau mencari “sumber pinjaman” lain, sehingga jika dia tidak mengembalikan, maka akulah yang bertanggung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan memang. Tapi karena pernah ada perbuatannya yang mencoreng nama baik keluarga besar, jadilah kami enggan menolongnya. Padahal mungkin dia telah bertobat. Allah saja Maha Pemaaf, kenapa kami begitu sombong untuk memaafkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fisiknya yang memprihatinkan, rasanya tak tega membiarkan dia tenggelam dalam kefakiran. Mungkin sepulang bertemu aku kemarin ada rasa sakit di dadanya. Ada harapan atas perhatianku padanya. Atau mungkin ada sebait doa pada Yang Kuasa atas ketidakpedulianku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah hati ini yang tidak peka terhadap penderitaan orang lain. Jangan biarkan doa-doanya akan menuntut kami di akhirat nanti sebagai orang-orang yang sombong dan tidak mau peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku yang &lt;em&gt;dhaif&lt;/em&gt; ini saudaraku………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112124364839564985?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112124364839564985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112124364839564985&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112124364839564985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112124364839564985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/buruknya-berburuk-sangka.html' title='Buruknya Berburuk Sangka'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112078788132445741</id><published>2005-07-08T08:48:00.000+07:00</published><updated>2005-07-08T08:58:01.343+07:00</updated><title type='text'>Korban-korban Keegoisan</title><content type='html'>“Apa ? Tamara Bleszynski mau bercerai juga ? Duh….. jangan dong…..&lt;br /&gt;Dia kan artis favoritku. Apalagi semenjak sinetron religius yang dibintanginya selalu menghiasi bulan Ramadhan, aku makin kagum padanya. Dia sepertinya seseorang yang sabar dan pasrah pada kehidupan. Sepahit apapun yang dialaminya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yee… itu kan cuman tuntutan peran, aslinya mana kita tau….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahut menyahut seputar gosip perceraian artis biasa terdengar di kantorku. &lt;em&gt;Hm…&lt;/em&gt;entah sudah berapa puluh artis yang cerai dengan mudahnya. Kawin lagi, cerai lagi. Apa mereka tidak tahu dampak keegoisan mereka dari perceraian itu. Anak, ya kondisi psikis anak, itu salah satu yang harus dipertimbangkan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat cerita temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau ikut mama atau ikut papa ?” suara seorang ibu terdengar menggelegar bagai guntur di siang hari. Sang anak yang baru pulang sekolah, sepatu pun belum sempat dilepas, benar-benar terperanjat dengan pertanyaan ibunya. Benar-benar tak diduga akan ada pertanyaan seperti itu. Sang ibu tidak peduli apa yang dirasakan anaknya. Dia tetap mengemasi pakaiannya sambil berlinangan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang setiap hari selalu terdengar perang mulut di rumah itu. Berkali-kali sang ibu marah yang sangat meledak-ledak. Tak tahu lagi apa yang harus diperbuat. Sang anak pun yang tidak tahu persoalan sebenarnya, mulai gerah dengan keadaan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang di sekolah, sang anak sering ditegur guru karena memperhatikan pelajaran dengan tatapan mata kosong. Hingga nilai-nilainya turun drastis. Sepulang sekolah sang anak jadi malas pulang ke rumah. Dia keluyuran tak tahu arah tujuan. Dia menjadi tidak percaya diri, cepat marah, cepat tersinggung, dan selalu mencari perhatian orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali korban-korban keegoisan orang tua yang lebih parah. Anak akan mengalami &lt;em&gt;inferiority complex&lt;/em&gt;, malu, minder, merasa dikucilkan oleh lingkungan. Rasanya tak ada lagi orang tua yang memperhatikan dirinya, tak ada lagi orang tua untuk menggantungkan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah berat bagi anak untuk menentukan dia harus ikut siapa, ayah atau ibunya. Karena semua anak pasti ingin keduanya ada untuk melengkapi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anak yang lari ke minuman-minuman keras, narkoba, dan semua yang bisa membuat sang anak mabuk hingga bisa melupakan kesedihannya. Setelah sadar dia akan kembali merasakan kehampaan hidupnya, dan akan lari lagi ke narkoba itu, karena dalam keadaan mabuklah dia mendapat ketentraman. Lama kelamaan menjadi ketagihan, dan jika tidak mempunyai uang untuk membeli minuman dan obat-obatan itu, dia akan melakukan tindak kriminal kecil-kecilan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anak gadis yang lari pada kekasihnya sebagai tempat &lt;em&gt;curhat&lt;/em&gt;nya. Andai sang kekasih orang yang beriman, tentu amanlah dia. Tapi seandainya sang kekasih memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ini, dia akan meraih gadis itu dalam pelukannya. Terjadilah prostitusi. &lt;em&gt;Astaghfirullah….&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang merasa tak ada gunanya lagi hidup, dengan memperpendek umurnya. Berjalan di atas rel kereta api menyongsong datangnya sang kereta, memotong urat nadi dengan sebilah pisau, ataupun menenggak racun serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, sangatlah mengerikan korban-korban keegoisan orang tua itu. Anak-anak yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, harus berlari mencari dunianya sendiri. Anak-anak yang sangat membutuhkan cinta orang tuanya, harus terseok-seok mencari cinta dari dunia lain yang pasti tidak akan sehangat dan seikhlas orang tuanya. &lt;br /&gt;Anak-anak sangat mengharapkan cinta itu dari orang tuanya, pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112078788132445741?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112078788132445741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112078788132445741&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112078788132445741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112078788132445741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/korban-korban-keegoisan.html' title='Korban-korban Keegoisan'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112064245732687694</id><published>2005-07-06T16:29:00.000+07:00</published><updated>2005-07-06T16:34:17.333+07:00</updated><title type='text'>Nasib Para Pengebor Kapal</title><content type='html'>Seorang lelaki datang bersama dua orang anak dan isterinya yang sedang hamil tua. Lelaki itu belum terlalu tua, tapi terlihat gurat-gurat halus menghiasi wajahnya. Badannya kurus tak terawat. Sedang dua anaknya berpakaian lusuh dan isterinya tersenyum hambar saat bertemu muka denganku. Terlihat wajah-wajah kuyu penuh pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu biasanya terlihat sangat gagah. Pakaian yang selalu &lt;em&gt;necis&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;hand phone&lt;/em&gt; keluaran terbaru selalu bertengger di pinggangnya dan dengan mobil &lt;em&gt;mentereng&lt;/em&gt;nya dia berangkat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat ini dia di hadapanku, dengan segala duka yang tak dapat tertutupi. &lt;br /&gt;“Bapak ada ?”, tanyanya padaku. &lt;br /&gt;“Saya ingin bertemu Bapak, mohon waktu sebentar saja”, lanjutnya.&lt;br /&gt;Hati ini tak kuasa untuk menolak permohonannya karena melihat penampilannya yang jauh berubah. Lalu aku mempersilakan dia bertemu dengan Bapak, Pimpinan Perusahaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kuduga, lelaki itu menghadap Bapak untuk minta kebijaksanaan Bapak untuk mencabut keputusan pemberhentian dia dari pekerjaannya. Sebuah kekhilafan telah diperbuat lelaki itu semasa bekerja di perusahaan ini. Dengan kecerdikannya dia bisa menyulap &lt;em&gt;password&lt;/em&gt; dan mengalirkan rekening perusahaan ke rekening pribadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup mewah bergelimang harta itu telah dinikmatinya. Tak peduli apakah hartanya itu halal atau haram. Dia tidak ingat apa dampaknya bagi perusahaan, andai hal ini terus berlangsung. Dia tak peduli pada nasib karyawan lain yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dikumpulkanlah seluruh pegawai perusahaan untuk membicarakan hal ini. Pemimpin perusahaan sangatlah bijak dalam mengambil keputusan. Beliau mengatakan bahwa perusahaan ini ibarat kapal dan beliau selaku nakhodanya. Di dalam kapal ini sekarang tengah berkeliaran orang-orang yang membawa bor, untuk melubangi kapal. Lubang hasil pengeboran itu memang sangatlah kecil. Tapi dengan banyaknya pengebor itu, maka lubang akan menganga di mana-mana dan air laut perlahan akan masuk ke dalam kapal. Lama-kelamaan kapal pun akan tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga perusahaan ini. Apabila ada orang-orang yang “melubangi” perusahaan ini untuk keperluan pribadi. Niscaya perusahaan ini akan bocor dan lama kelamaan akan tenggelam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang akan Anda lakukan jika bertemu dengan pengebor kapal itu” tanya sang pimpinan. &lt;br /&gt;“Buang ke laut……………” serentak pegawai menjawab dengan lantangnya.&lt;br /&gt;“Ya, kita tidak ingin semuanya tenggelam kan. Nah, oleh sebab itu maka dengan sangat menyesal, saya akan bertindak tegas terhadap pengebor kapal itu, baik &lt;em&gt;skala&lt;/em&gt; kecil maupun &lt;em&gt;skala&lt;/em&gt; besar. Karena mungkin saja orang yang ber&lt;em&gt;skala&lt;/em&gt; kecil itu karena hanya diberi kesempatan yang kecil. Seandainya jika di depan matanya ada kesempatan besar, tentulah akan dilahapnya pula, kalau memang mentalnya sudah menjadi pengebor kapal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah gontai, lelaki itu bersama keluarganya keluar dari ruangan Bapak. Dengan senyum masam dia berpamitan padaku, dan istrinya terlihat menahan genangan air mata. Keputusan itu tidak dapat diganggu gugat lagi. Dia harus keluar dari perusahaan ini, dengan tanpa pesangon apapun dan seluruh kekayaannya harus dikembalikan pada perusahaan. Dia baru saja mendapat balasan atas perbuatannya di dunia ini. Apa balasan yang akan dia dapat di akhirat nanti ? Wallaahu ‘alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112064245732687694?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112064245732687694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112064245732687694&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112064245732687694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112064245732687694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/nasib-para-pengebor-kapal.html' title='Nasib Para Pengebor Kapal'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112062111402925137</id><published>2005-07-06T10:35:00.000+07:00</published><updated>2005-07-06T10:38:34.046+07:00</updated><title type='text'>For My Really Best Friend</title><content type='html'>Seharian kemarin, entah kenapa aku ingat pada sahabatku yang sudah sepuluh tahun tak bertemu. Sahabatku semasa di sekolah menengah pertama itu walaupun hanya dua tahun kami bersama, tapi kedekatannya masih kami rasakan hingga detik ini. Bersama dalam menapaki saat-saat rawan dalam usia remaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun sudah dia bertugas di Pulau Sulawesi sana. Sepuluh tahun sudah kusimpan rasa rindu itu. Hanya telepon dan SMS yang menjembatani kedekatan kami. Di telinganyalah selalu kuungkapkan semua gundahku. Di hatinyalah selalu kubagi duka hatiku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah menengah pertamaku, kumulai di sebuah kota kecil di sebelah timur Kota Bandung. Tepatnya di kota Sumedang, kota yang terkenal dengan makanan yang gurih dan bergizi tinggi, tahu. Tahu Sumedang sudah ada di mana-mana, tapi kita tidak akan merasakan gurihnya Tahu Sumedang asli jika kita tidak membelinya langsung di kota itu. Enak sekali dimakan sebagai sarapan pagi bersama lontong nasi, atau pun dimakan sebagai cemilan di sore hari. Hm…. Jadi rindu Sumedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum. Pa kabar Nie. Aku lagi di Sumedang nich, nganter liburan anak-anak rencananya seminggu di sini”.&lt;br /&gt;Wah, ternyata kontak bathinku nyambung dengan sahabatku. Dia yang dari tadi ada dalam fikiran, ternyata malah mendahului mengirim SMS untukku. Padahal aku tadinya mau bikin &lt;em&gt;surprise&lt;/em&gt; pada dia, di hari ini, hari ulang tahunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hari ini, tanggal enam Juli, adalah hari istimewanya. Di hari ini dia lahir ke dunia fana ini, di hari ini pula dia memasuki hidup barunya, melangsungkan pernikahannya, sepuluh tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun sahabatku tercinta. &lt;br /&gt;Selamat ulang tahun juga bagi pernikahanmu. Semoga kau mendapatkan kebahagiaan dalam hidupmu. Dan dapat menapaki sisa-sisa harimu dengan limpahan rahmat dan berkah dari Nya. Amien.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112062111402925137?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112062111402925137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112062111402925137&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112062111402925137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112062111402925137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/for-my-really-best-friend.html' title='For My Really Best Friend'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112045816963451170</id><published>2005-07-04T13:12:00.000+07:00</published><updated>2005-07-04T13:31:30.746+07:00</updated><title type='text'>Sujud Itu dalam Hatiku</title><content type='html'>Sebuah kecupan hangat di keningku, membangunkan aku dari mimpi indahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat ulang tahun, Ma”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka mataku, samar kulihat jam dinding menunjukkan tepat pukul 00.00. Kulihat wajah teduh suamiku tersenyum manis padaku. Hari ini, ya tepat di hari ulang tahunku, ucapan pertama dan kecupan hangat itu datang dari suami tercintaku. Suatu awal yang indah dalam menapaki tahun baruku. Tahun yang harus aku mulai dengan lebih berhati-hati dalam melangkahkan kakiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua belas tahun yang lalu, tepatnya bulan Maret 1993, awal perkenalan dengan suamiku. &lt;br /&gt;“Kang, ada temenku yang pake jilbab lho, tapi di Bekasi. Katanya Akang lagi cari ceweq yang pake jilbab. Nih liat fotonya.” &lt;br /&gt;Itu promosi pertama sahabatku yang kebetulan ditempatkan bekerja satu ruangan dengan seseorang, yang sekarang jadi suamiku, di Kota Kembang, kota kelahiranku. Sedangkan aku pertama kali ditempatkan bekerja di Bekasi, kota yang panas, gersang, sibuk, sesibuk kota tetangganya, Metropolitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo Nie, pa kabar,” sahabatku suatu hari menelepon. “Ada yang pengen kenalan nih.” Lalu gagang telepon pun diberikan pada seseorang. Hanya perkenalan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, ada lagi telepon dari dia. Pagi sekali dia sudah telepon, hanya &lt;em&gt;say hello&lt;/em&gt;. Siang hari juga dia telepon lagi. Setiap hari dering telepon dari dia tak pernah berhenti. Hanya &lt;em&gt;say hello&lt;/em&gt;, atau hanya menanyakan sudah makan atau belum, sampai ngobrol panjang lebar tentang pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dia sendiri sudah melihat wajahku dari fotoku yang ada di arsip kantor dan sejumlah cerita tentang diriku dari sahabatku. Sedangkan aku belum tahu bagaimana rupa dan penampilan dia sesungguhnya. Hanya sedikit cerita tentang kehidupan dia dari &lt;em&gt;bos&lt;/em&gt;ku yang dulu pernah juga menjadi &lt;em&gt;bos&lt;/em&gt;nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan sudah kami hanya kenal di udara. Hingga suatu hari dia ingin berkunjung ke rumahku. Bulan Mei itulah awal perjumpaanku dengannya. Pria berkulit putih, berkacamata, bertubuh &lt;em&gt;atletis&lt;/em&gt;, berpakaian rapi, kini telah berada di hadapanku. Sedangkan aku selalu berpenampilan &lt;em&gt;cuek&lt;/em&gt;, celana jeans belel dan &lt;em&gt;t-shirt &lt;/em&gt;panjang. Mungkin dia juga tidak membayangkan aku yang berpenampilan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hmm…. &lt;/em&gt;Hanya suaranya saja yang telah akrab di telingaku, sedangkan di hadapannya aku masih terasa asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kunjungan pertama ini dia langsung mengajak &lt;em&gt;jalan. Ups… &lt;/em&gt;meskipun merasa sudah akrab, tapi untuk &lt;em&gt;jalan &lt;/em&gt;rasanya terlalu cepat. Aku akhirnya berpura-pura sudah punya acara lain dengan ibuku. Akhirnya hanya kunjungan singkat, dan berlalulah dia dari tempat tinggalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ahh….&lt;/em&gt; Penampilan yang terlalu rapi. Aku suka yang rapi tapi agak cuek. Suka humor dan tidak terlalu kaku. Sungguh pertemuan pertama yang kurang mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering telepon tak pernah &lt;em&gt;absen&lt;/em&gt; setiap hari. Tukang pos pun tak pernah bosan mengirimkan surat darinya untukku. Berlembar-lembar cerita dan nasehat selalu ia tulis untukku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan luruhlah hatiku. Nasehat-nasehatnya dalam setiap suratnya, dapat membuat hidupku berubah.  Merubah &lt;em&gt;paradigma&lt;/em&gt; hidupku, yang selama ini selalu memikirkan “emansipasi kaum wanita” yang sebenarnya sekarang sudah melenceng dari yang seharusnya. Dia dapat merubah fikiran tentang bagaimana seorang wanita dalam mencapai surganya. Kedekatanku makin berarti. Makin banyak hal yang kudapat dari dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, dia mengajakku untuk menikah. Usia dia sudah cukup matang untuk menikah, dua puluh tujuh tahun. Sedangkan aku waktu itu masih berumur dua puluh dua tahun. Rasanya masih terlalu muda untuk membangun sebuah mahligai rumah tangga. Tapi dengan sebuah niat yang suci, akhirnya kami melangsungkan pernikahan pada tahun 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas tahun sudah aku hidup bersamanya. Sebelas tahun sudah kunikmati manis dan pahitnya kehidupan ini. Kini dia di sampingku. Dia yang selalu hadir tatkala hatiku gundah. Dia yang selalu menghibur tatkala hatiku sedih. Dia pula yang sabar merawatku tatkala aku sakit. Dia adalah pemimpinku, pemimpin keluargaku. Dia nakhoda yang akan membawaku berlayar mengarungi lautan kehidupanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab nakhoda itu sungguh berat, dia harus meluruskan jalannya kapal supaya tidak oleng. Dia harus tetap bisa menegakkan kapal walaupun hujan dan badai terus menghadang. Dia harus memimpin anak buah kapal agar sesuai aturan yang telah ditetapkan. Dia harus membawa kapal itu ke suatu tujuan. Tujuan akhir kehidupan ini yang lebih indah, lebih kekal, lebih nikmat dari dunia dan seisinya. Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena beratnya tanggung jawab itu hingga Rasulullah pernah bersabda yang isinya kurang lebih begini, jika diperbolehkan seseorang untuk menyembah orang lain, maka akan aku perintahkan isteri untuk sujud pada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, teramat berat tanggung jawab seorang suami. Dia bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluarganya. Dia bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Dia takkan pernah bosan mengingatkan anggota keluarganya untuk selalu meluruskan jalannya. Agar tujuan akhir itu akan tercapai bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak berlebihan jika Rosul ingin menyuruh istri untuk sujud pada suaminya. Dan jika Allah tidak memperkenankan, maka sujud itu ada dalam hatiku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112045816963451170?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112045816963451170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112045816963451170&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112045816963451170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112045816963451170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/sujud-itu-dalam-hatiku.html' title='Sujud Itu dalam Hatiku'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-112018128077281755</id><published>2005-07-01T08:22:00.000+07:00</published><updated>2005-07-01T08:28:00.780+07:00</updated><title type='text'>Sebening Mata Air di Surga (bagian-III-tamat)</title><content type='html'>Semua kegiatan Ikatan Remaja Mesjid itu makin mempererat hubungan antara Denys dengan Riri. Tapi mereka tidak pernah berpacaran berdua-duaan layaknya para remaja saat ini. Mereka selalu bersama teman-temannya dalam berbagai acara. Adakalanya Denys pun berkirim surat jika ada sesuatu hal yang perlu dibicarakan berdua. Dan suratnya itu langsung diberikan ke tangan Riri. Mereka ingin berpacaran secara islami, yang tidak mengumbar hawa nafsu sebagai bentuk curahan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sedang membersihkan mesjid, yang selalu rutin dilakukan oleh remaja mesjid itu, Denys menghampiri Riri. Saat itu Riri sedang membersihkan daerah mimbar tempat khotib memberikan ceramahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ri, semalam saya bermimpi. Kamu menjadi istri saya dan kita punya rumah yang sangat sederhana. Kita tidur di atas bale-bale kayu yang keras dan dingin. Tapi kamu setia di samping saya”, Denys menarik nafas panjang. Riri hanya terdiam mendengarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya hal itu benar-benar terjadi, apakah kamu tetap mau jadi istri saya ?”.&lt;br /&gt;Hening. Tak ada suara. Riri tak tahu harus menjawab apa, hanya bergumam dalam hati,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Itu kan hanya mimpi, tapi jika Allah yang menghendakinya, Riri harus siap apa pun yang terjadi.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu dini memang membicarakan hal itu. Tapi saat ini Riri merasa sudah sangat dekat dengan Denys. Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi di mata Riri, Denys adalah manusia yang sangat sempurna. Dia bisa membimbing Riri dan anak-anaknya kelak di jalan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Anak-anak ? Terlalu jauh kamu Ri”,&lt;/em&gt; hanya hati Riri yang tidak bisa diam memikirkan semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ri, maukah kamu menikah denganku ? menjadi ibu dari anak-anakku ? Kita tidak boleh terlalu lama berdekatan. Kita tidak tahu jika tiba-tiba kita diganggu syetan dan syetan akan merusak segalanya.” Antara sadar dan tidak Riri mendengar kata-kata Denys itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Riri mau kuliah dulu, Kang” ada rasa ragu untuk mengiyakan ajakan Denys itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu masih bisa meneruskan kuliah setelah menikah. Menikah bukan sesuatu yang akan menghalangi cita-cita kamu. Menikah adalah ibadah. Dengan menikah kita akan lebih terjaga”, Denys mencoba meyakinkan Riri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riri tidak bisa mengambil keputusan, “Mungkin Akang lebih baik bicara dengan orang tua Riri saja. Riri percaya Akang bisa membimbing Riri dunia akhirat. Tapi semua keputusan ada di tangan orang tua Riri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya orang tua Riri kaget dan tidak setuju dengan niat anaknya. Bagi mereka sekolah adalah nomor satu. Dengan penuturan yang halus dan cukup mengagumkan dari Denys, akhirnya orang tua Riri pun memberikan do’a restunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada acara tunangan, karena itu bukan merupakan ajaran Islam. Langsung saja ditentukan hari pernikahan keduanya. Hanya pesta walimahan yang sederhana. Mereka tidak ingin berpesta pora menghabiskan uang puluhan juta untuk merayakan pernikahan mereka. Mereka ingin memulai hidup baru dengan sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela persiapan pernikahan, tiba-tiba Kang Yayan, sahabat Denys, mendatangi rumah Riri. Dengan wajah berseri-seri Riri menyambut kedatangan Kang Yayan. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Pasti ada pesan dari Kang Denys. Calon pengantin kan tidak boleh bertemu sebelum hari “H”," &lt;/em&gt;begitu yang ada dalam fikiran Riri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Yayan berusaha tersenyum, walau kelihatan seperti dipaksakan.&lt;br /&gt;“Gimana persiapannya ?.” Kang Yayan membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;“Sedikit lagi Kang, tinggal dekorasi kamar pengantin. Yang masak banyak banget, ibu-ibu se-RW kayaknya tumplek semua Kang”, dengan berseri-seri Riri bercerita tentang persiapan pesta sederhananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ri, kuatkan hatimu ya”, Kang Yayan menarik nafas panjang dan berat sekali.&lt;br /&gt;Matanya berkaca-kaca. Tak kuasa dia mengucapkan kalimat berikutnya.&lt;br /&gt;“Denys meninggal satu jam yang lalu, tertabrak bis kota”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Riri langsung gelap, segelap hatinya. Riri langsung tak sadarkan diri mendengar kabar itu. Orang tua dan semua yang hadir di situ pun tak kuasa menahan tangisnya. Hingga berubahlah rumah yang sudah berhias itu dengan hujan tangisan kepiluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama Riri tak sadarkan diri. Ketika matanya terbuka, dia langsung memanggil Denys dengan lirih “Kang Denys, innalillaahi wa inna ilaihi roji’un”.&lt;br /&gt;Riri berusaha bangkit dan mencoba tegar. Butir-butir air mata bening tetap tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tapi aku harus tegar, aku tidak boleh meratapi kepergian Kang Denys. Allah telah memanggil orang yang dicintaiNya lebih cepat, tak kuasa diri ini menghalangi walau diri ini juga mencintainya. Pergilah Kang, Riri ikhlas.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit para penggali itu memasukan tanah ke dalam kuburan Denys. Butir-butir tanah menutupi jasad Denys, semakin lama semakin banyak dan tak tampak lagi jasad itu. Tertimbun tanah, dalam, dingin, gelap, pekat. Tak layaklah kita meratapi jasadnya, karena dia pun tengah bersiap-siap mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir-butir bening air mata Riri, jatuh membasahi gundukan tanah merah itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kang Denys, jika Allah berkehendak lain, tak ada daya dan upaya kita tuk menolaknya. Semoga Akang bahagia di alam sana. Tunggulah Riri akan segera menyusul ke sana. Kita akan berbahagia di sana selamanya. Kita akan berkumpul lagi di alam nan abadi. Bening air mata ini, tak ada nilainya sama sekali jika kita akan menikmati beningnya mata air di surga sana. Kita akan bersama-sama menikmati beningnya mata air di surga itu, bersama,  selamanya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, Juni 2005 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-112018128077281755?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/112018128077281755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=112018128077281755&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112018128077281755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/112018128077281755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/07/sebening-mata-air-di-surga-bagian-iii.html' title='Sebening Mata Air di Surga (bagian-III-tamat)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111992499649017878</id><published>2005-06-28T08:45:00.000+07:00</published><updated>2005-06-28T09:26:57.256+07:00</updated><title type='text'>Sebening Mata Air di Surga (bagian-II)</title><content type='html'>Riri, Risya Nadhifa Salsabila, itulah nama panjangnya. &lt;em&gt;Risya&lt;/em&gt; adalah perpaduan nama kedua orang tuanya, &lt;em&gt;Nadhifa&lt;/em&gt; artinya bersih, dan orang tuanya berharap Riri akan bersih hatinya, bersih akhlaqnya, dan &lt;em&gt;Salsabila&lt;/em&gt; berarti mata air di surga, yang bersih, bening, dan akan membersihkan semua noda dan dosa. Itulah nama sekaligus do’a yang diberikan orang tua Riri padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riri bercita-cita ingin seperti namanya, bersih tak bernoda. Dia berusaha menghindari hal-hal yang tidak Allah ridhoi. Dia berusaha &lt;em&gt;hanif&lt;/em&gt; dalam segala urusannya. Dia ingin hidupnya istiqomah dan bening, sebening mata air di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riri yang dilahirkan dan besar di Kota Kembang, tumbuh menjadi gadis yang terlihat anggun karena jarang bergaul ke luar rumah. Malah sering &lt;em&gt;diledekin&lt;/em&gt; teman-temannya sebagai gadis pingitan. “&lt;em&gt;Mojang Priangan, Mojang Pingitan&lt;/em&gt;.” Tapi setelah bergabung dengan remaja mesjid, Riri sudah bisa bergaul dan membuka diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari Riri pun semakin bermakna. Dengan mengajar &lt;em&gt;Iqro&lt;/em&gt; anak-anak TK itu, ada sedikit ilmu yang bisa dia amalkan. Riri ingin sekali memenuhi tiga amal yang tidak putus-putus itu walaupun sudah meninggal dunia : &lt;em&gt;shodaqoh jariah,&lt;/em&gt; ilmu yang bermanfaat dan do’a anak yang sholeh. &lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ya Allah, mudah-mudahan ini menjadi jalanku untuk memenuhi salah satu catatan amal baikku”&lt;/em&gt; begitu do’a Riri setiap memulai mengajar anak-anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kang Denys, jangan panggil aku Teteh dong, just call me…. Riri”.&lt;br /&gt;“Tapi kan kayak nggak sopan Teh” sahut Denys.&lt;br /&gt;“Ih…umurku kan dibawah Akang, jadi panggil saja aku …..Ri-ri…, okey”.&lt;br /&gt;“Iya deh…terserah Riri aja,” akhirnya Denys mengalah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari Riri semakin sering ketemu dengan Denys. Apalagi hari Isra Mi’raj makin dekat. Setiap malam pasti membahas persiapan perayaannya dan pulang sampai malam. Jadi setiap hari Riri diantar pulang oleh Denys dan sahabatnya, Yayan. Orang Jawa bilang “&lt;em&gt;Witing tresno jalaran soko kulino&lt;/em&gt;”. Secara perlahan tumbuh perasaan cinta antara keduanya. Tapi cinta itu tak pernah terucapkan. Hanya curahan perhatian dan kasih sayang yang selalu mereka rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Isra Mi’raj pun tiba. Riri yang bertugas menjadi Pembawa Acara malam itu terlihat cantik dan anggun dengan gaun putih bergaris-garis hitam dan jilbab putihnya.&lt;br /&gt;Acara pun dimulai. Acara pertama seperti biasa adalah lantunan ayat suci Al-Qur’an beserta terjemahannya. Sambil mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an itu Riri turun dari panggung yang tingginya sekitar seratus lima puluh centimeter. &lt;em&gt;Ups.. tinggi amat&lt;/em&gt;. Ya, hampir setinggi tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pertama selesai. Riri pun naik lagi ke panggung. &lt;em&gt;Ribet&lt;/em&gt; memang, dengan menggunakan gaun ini naik turun panggung yang lumayan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kedua pun dibacakan. “Sambutan-sambutan”.&lt;br /&gt;“Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua DKM. Kepada Bapak Ketua DKM kami persilakan”. &lt;br /&gt;Sambil mendengarkan sambutan, rasanya Riri malas untuk turun dari panggung lagi. Akhirnya panitia memberikan sebuah kursi agar Riri tidak usah turun dari panggung, tapi cukup duduk saja di panggung bagian belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillaah…….. &lt;/em&gt;legalah hati Riri, jadi tidak perlu capek naik turun panggung. Kursi pun diletakkan di panggung bagian belakang dan bersandar di kain &lt;em&gt;background&lt;/em&gt; panggung. Dengan santainya Riri mendudukkan bokongnya di atas kursi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba……….&lt;em&gt;braaaaak…… &lt;/em&gt;Riri terjungkal, jatuh ke belakang panggung. Dan sudah jatuh tertimpa kursi pula. Ternyata kaki kursi bagian belakang tidak menapak pada lantai panggung, jadi kursi itu bisa tegak karena bersandar pada kain &lt;em&gt;background&lt;/em&gt; saja dan tentu saja kain &lt;em&gt;background &lt;/em&gt;tidak akan kuat menahan beban tubuh Riri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penonton terpana. Ada yang kasihan, ada yang tertawa. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ah… masa bodohlah,&lt;/em&gt; pokoknya saat itu pandangan Riri jadi gelap gulita, pingsan sih tidak, dia masih mendengar orang-orang ribut menghampiri dirinya. Tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali. Nyeri……………&lt;br /&gt;Dan yang paling menyebalkan, Denys malah menertawakan Riri. &lt;em&gt;Hu..uh… Sebel…..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya usailah sudah jabatan sebagai Pembawa Acara. Riri hanya berbaring lemah di rumah sebelah mesjid. Nyeri mulai terasa di sekujur tubuhnya. Ada seorang bapak yang berbaik hati mau mengurut tangan dan kaki Riri. Dan yang paling “nyeri” adalah malunya bertemu para tamu undangan yang melihat “&lt;em&gt;terjun bebas&lt;/em&gt;” Riri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah kepemimpinan Denys, Ikatan Remaja Mesjid itu sangat aktif di berbagai kegiatan. Terlihat sekali watak kepemimpinannya yang tegas tapi bisa meraih hati para anggotanya. Misalnya kegiatan bakti sosial ke daerah miskin atau daerah yang tertimpa bencana. Mungkin sumbangannya tidak besar, hanya pakaian bekas yang masih layak pakai dan sedikit uang hasil penjualan koran-koran bekas dan botol-botol bekas. Tapi semua dilakukan dengan ikhlas. Semua anggota bekerja dengan hati yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang Ikatan Remaja Mesjid itu pun pergi untuk sekedar &lt;em&gt;refreshing&lt;/em&gt; untuk mempererat &lt;em&gt;ukhuwah&lt;/em&gt; di antara mereka. Mereka meminjam sebuah truk tentara yang besar yang ada penutup bagian atasnya. Mereka diangkut oleh truk itu ke Jayagiri, sebuah tempat di kaki Gunung Tangkuban Perahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pun dimulai. Dengan membawa perbekalan makanan secukupnya, mereka mulai mendaki. Riri baru sekali ini ke Tangkuban Perahu dengan cara mendaki. Biasanya kendaraan langsung diparkir di puncak gunung. Tapi sepertinya dengan mendaki ada kepuasan tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan mereka bisa bersenda gurau dengan riang dan sambil &lt;em&gt;mentafakuri&lt;/em&gt; keindahan alam. Tapi berhubung semalam hujan lebat, jadi jalanan agak licin dan di beberapa tempat malah becek dan harus mencari jalan lain yang agak memutar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba salah seorang remaja puteri ada yang tergelincir dan pingsan. Paniklah semua. Maklumlah mereka bukan para pendaki yang &lt;em&gt;profesional&lt;/em&gt;. Perlengkapan pun tidak ada. Tapi dengan gesitnya, Denys mengambil aba-aba untuk menebang ranting kayu yang cukup lumayan besar untuk digunakan sebagai blankar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang punya ikat pinggang, mohon dibuka dan kita pasang semua ikat pinggang di ranting ini”. &lt;br /&gt;Beberapa orang terlihat membuka ikat pinggangnya dan memberikan pada Denys. Semua ikat pinggang pun dipasang berjajar di antara kedua ranting kayu itu. Dan jadilah sebuah blankar. Dengan dialasi jaket-jaket, remaja yang pingsan pun dibaringkan di atas blankar buatan itu. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Subhanallaah…” &lt;/em&gt;makin terpesonalah Riri pada Denys. Sangat cekatan dalam segala situasi. Tapi selalu hal itu ia simpan di dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun melanjutkan perjalanan, walaupun beban bertambah berat dengan harus menggotong salah seorang remaja yang pingsan itu. Bergantian mereka menggotong blankar tersebut sampai ke puncak. Dengan jalanan mendaki yang licin dan becek, akhirnya sampailah mereka di puncak Gunung Tangkuban Perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah…. &lt;/em&gt;Semua lelah ini serasa sirna saat telah mencapai puncaknya. Sesampai di puncak, mereka mengadakan perenungan diri, &lt;em&gt;mentadzaburi&lt;/em&gt; alam dan &lt;em&gt;mentafakuri &lt;/em&gt;kebesaran Ilahi. Sungguh suatu kegiatan yang tak akan terlupakan oleh Riri sampai kapan pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(mau tau lanjutannya ?.....he..he... tunggu dech bagian ke-3nya)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111992499649017878?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111992499649017878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111992499649017878&amp;isPopup=true' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111992499649017878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111992499649017878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/sebening-mata-air-di-surga-bagian-ii.html' title='Sebening Mata Air di Surga (bagian-II)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111984997819184325</id><published>2005-06-27T12:19:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T10:38:37.993+07:00</updated><title type='text'>Sebening Mata Air di Surga (bagian-I)</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans ms"&gt;“Assalaamu ‘alaikum ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang pemuda terlihat bergerombol di depan rumah Riri. Pemuda yang tampak rapi dan sopan, tersenyum manis saat Riri bukakan pintu. &lt;br /&gt;“Wa ‘alaikum salam, silakan masuk, Kang”, jawab Riri dengan sedikit terheran-heran. Tidak biasanya ada pemuda yang bertamu ke rumah Riri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pemuda mengulurkan tangannya. “Denys……..”.&lt;br /&gt;Riri pun membalas uluran tangannya “Riri……”.&lt;br /&gt;Satu persatu pemuda yang lainnya pun mengulurkan tangannya.&lt;br /&gt;“Silakan duduk”, Riri pun mempersilakan duduk dengan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gini Teh…….” Denys memulai pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ih, manggil Teteh, emang Riri keliatan tua gitu&lt;/em&gt;”, gumam Riri dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami mau mengajak Teteh untuk bergabung di Ikatan Remaja Mesjid kita ini. Nanti malam akan ada pertemuan untuk pemantapan program kerja kita. Saya harap Teteh bisa bantu kami dan bergabung dengan Ikatan Remaja Mesjid kita ini. Bisa kan Teh….” kata Denys dengan penuh harap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang saat itu, lima belas tahun yang lalu, remaja yang berjilbab masih sangat langka. Jadi pada saat ada seseorang yang berjilbab disangkanya punya ilmu agama yang lebih. Padahal waktu itu, Riri pun baru “berhijrah”. Masih banyak hal yang Riri belum tahu. Masih banyak ilmu yang harus Riri pelajari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Bodoh kamu Ri, ya ikut aja. Kan kalau bergabung di remaja mesjid kamu bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya, juga bisa banyak teman” &lt;/em&gt;suara hati Riri menasehati Riri yang agak bimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riri memang gadis yang &lt;em&gt;kuper, minder &lt;/em&gt;dan rendah diri, karena keadaan keluarganya yang serba kekurangan. Karena dalam bergaul, anak-anak muda sekarang pasti membutuhkan banyak uang, setiap acara berganti-ganti pakaian yang &lt;em&gt;modis-modis&lt;/em&gt;, bercerita tentang nikmatnya makanan-makanan “&lt;em&gt;fast food&lt;/em&gt;” dan &lt;em&gt;seabreg&lt;/em&gt; cerita teman-temannya yang selalu berlibur ke tempat-tempat yang menyenangkan. Akhirnya Riri merasa rendah diri dan selalu menutup diri dari pergaulan teman-teman sebayanya, karena orang tua Riri tak akan mampu memenuhi kebutuhannya jika ia menjadi “&lt;em&gt;anak gaul&lt;/em&gt;”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tapi ini remaja mesjid Ri, mereka pasti sholeh-sholeh dan sederhana”&lt;/em&gt; suara hati Riri kembali berbisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Bismillaahirrahmaanirrahiim…..”,&lt;/em&gt; dibulatkanlah tekadnya untuk bergabung di remaja mesjid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah Kang. Tapi saya hanya bisa membantu sekedarnya saja, saya nggak punya kemampuan apa-apa. Apalagi soal agama, saya minim banget. Saya juga masih harus belajar banyak, Kang. “&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa Teh, yang penting kesediaan Teteh buat bergabung itu yang sangat kami harapkan. Kita juga lagi sama-sama belajar. Ditunggu nanti malam selepas Isya ya Teh. Assalaamu ‘alaikum…….”.&lt;br /&gt;Denys dan teman-temannya pun pamit dan meninggalkan rumah Riri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denys, &lt;em&gt;hm…..&lt;/em&gt; boleh juga. Pikiran nakal Riri mulai muncul. &lt;em&gt;Ya&lt;/em&gt; menyelam sambil minum air, beribadah sambil cuci mata. &lt;em&gt;Daaaassssssaaaaarrr&lt;/em&gt; Riri……..&lt;br /&gt;Riri memang sudah berhijrah, mengenakan jilbab, aktif di DKM &lt;em&gt;sekolahan&lt;/em&gt;, tapi kalau melihat &lt;em&gt;cowoq cakep &lt;/em&gt;tetap saja matanya melotot kegirangan. &lt;em&gt;Wajar nggak seeeeeehh….!!!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Isya, Riri melihat beberapa remaja berkumpul di teras mesjid. Riri &lt;em&gt;celingukan&lt;/em&gt; karena tak seorang pun Riri kenali. Tiba-tiba sosok Denys muncul mengagetkan Riri. &lt;br /&gt;“Makasih ya Teteh mau datang…” Riri hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala membalas ucapan terima kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pun dimulai. Denys sebagai Ketua Ikatan Remaja Mesjid membuka acara. Riri memperhatikan dan menatap dia sangat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hm….. sungguh berkharisma. Perawakannya nggak tinggi-tinggi amat, mungkin sepantaran aku. Kulit hitam manis terbalut pakaian yang selalu disetrika rapi. Mata yang besar dengan bulu mata panjang dan lentik, kayak ceweq”,&lt;/em&gt; pikir Riri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hidung bangir dan bibir tipis melengkapi wajahnya yang lonjong. Dan itu tuh…rambutnya, alamaaak….. sepertinya tak berubah-berubah walaupun ada angin berhembus, rapi cing…”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riri mengamati kertas yang baru saja dibagikan. Daftar Susunan Pengurus Ikatan Remaja Mesjid, Ketua : Denys Andria Garana Noor Fitriana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wow……panjang banget namanya. Orangnya kecil koq namanya panjang banget. Ih…koq usil, gak pa pa lagi, yang penting keren, jadi nambah semangat ke mesjid nih. Denys pun orangnya nggak alim-alim banget, cuek, funky gitu lho…..”,&lt;/em&gt; hati Riri sibuk menilai penampilan Denys.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teh Riri bisa bantu di Seksi Acara yah ?” suara Denys memecah lamunan Riri. &lt;br /&gt;“Eh…ah… Iya, boleh Kang” jawab Riri gelagapan. &lt;br /&gt;“Sebentar lagi kan Isra Mi’raj, mungkin acara itu yang kita prioritaskan. Nanti Teh Riri bantu Kang Yayan aja”. &lt;br /&gt;“Insya Allah Kang”, jawab Riri, padahal dalam hatinya bergumam, &lt;em&gt;“Siap bos keren………”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu setiap hari Riri jadi rajin sholat ke mesjid. Maghrib sampai Isya selalu berjamaah di mesjid. &lt;em&gt;Aduuuhh…&lt;/em&gt; tapi Riri takut ibadahnya ini jadi tidak ikhlas karena Allah. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah, mohon diluruskan hati ini agar niat Riri ke mesjid ini bernilai ibadah di hadapanMu”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, Denys menghampiri Riri, “Teh Riri, mau nggak ngajarin anak-anak belajar Iqro di sini. Kayaknya kita kekurangan tenaga pengajar nih”. &lt;br /&gt;“Maaf Kang…….. Kalau ngajar saya belum berani, nanti salah ngajarin tanggung jawabnya kan dunia akhirat” sahut Riri ketakutan.&lt;br /&gt;“Nggak usah takut Teh, Teteh ngajarin anak TK aja, Iqro satu gitu, mau khan. Kasihan tuh Teh Lia kewalahan ngajar anak TK yang banyak banget dan nggak bisa diem.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ambil kesempatan ini Ri…..ladang amal nih…..”&lt;/em&gt; hati Riri men&lt;em&gt;support&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya deh Kang, tapi bantu Riri yaaa…” akhirnya Riri pun menyanggupinya.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111984997819184325?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111984997819184325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111984997819184325&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111984997819184325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111984997819184325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/sebening-mata-air-di-surga-bagian-i.html' title='Sebening Mata Air di Surga (bagian-I)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111983706650120885</id><published>2005-06-27T07:16:00.000+07:00</published><updated>2005-06-27T09:00:04.693+07:00</updated><title type='text'>Peterpan Numpang Lewat</title><content type='html'>&lt;font face="comic sans" size="3"&gt;&lt;strong&gt;ADA APA DENGANMU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah maafkan aku, &lt;br /&gt;Segala salahku&lt;br /&gt;Dan bila kau tetap bisu, ungkapkan salahmu&lt;br /&gt;Dan aku sifatku, dan aku khilafku&lt;br /&gt;Dan aku cintaku, dan aku rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah, lupakan semua&lt;br /&gt;Segala berubah&lt;br /&gt;Dan kita terlupakan, kita terluka&lt;br /&gt;Dan aku sifatku, dan aku khilafku&lt;br /&gt;Dan aku cintaku, dan aku rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutanya malam, dapatkah kau lihatnya&lt;br /&gt;Perbedaan yang tak terungkapkan&lt;br /&gt;Tapi mengapa kau tak berubah&lt;br /&gt;Ada apa denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh.... hanya malam dapat meleburkan&lt;br /&gt;Segala rasa yang tak terungkapkan&lt;br /&gt;Tapi mengapa kau tak berubah&lt;br /&gt;Ada apa denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MUNGKIN NANTI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya ku berkata&lt;br /&gt;Mungkin yang terakhir kalinya&lt;br /&gt;Sudahlah lepaskan semua&lt;br /&gt;Kuyakin inilah waktunya&lt;br /&gt;Mungkin saja kau&lt;br /&gt;Bukan yang dulu lagi&lt;br /&gt;Mungkin saja rasa&lt;br /&gt;Itu telah pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mungkin bila nanti&lt;br /&gt;Kita akan bertemu lagi&lt;br /&gt;Satu pintaku&lt;br /&gt;Jangan kau coba tanyakan kembali&lt;br /&gt;Rasa yang kutinggal mati&lt;br /&gt;Seperti hari kemarin &lt;br /&gt;Saat semua di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila hatimu termenung&lt;br /&gt;Bangun dari mimpi-mimpimu&lt;br /&gt;Membuka hatimu yang dulu&lt;br /&gt;Cerita saat bersamaku&lt;br /&gt;Mungkin saja kau&lt;br /&gt;Bukan yang dulu lagi&lt;br /&gt;Mungkin saja rasa &lt;br /&gt;Itu telah pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah kau tanyakan lagi&lt;br /&gt;Simpan untukmu sendiri&lt;br /&gt;Semua sesal yang kau cari&lt;br /&gt;Semua rasa yang kau beri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DIATAS NORMAL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku tak dapat kumengerti&lt;br /&gt;Kaki di kepala, kepala di kaki&lt;br /&gt;Pikiranku patutnya menyadari&lt;br /&gt;Siapa yang harus&lt;br /&gt;Dan tak harus kucari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tak dapat kumengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang baru kusadari&lt;br /&gt;Kau tinggalkanku&lt;br /&gt;Tanpa sebab yang pasti&lt;br /&gt;Sesuatu yang harusnya terjadi&lt;br /&gt;Kau sakiti aku&lt;br /&gt;Kau yang harus kubenci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumencari sesuatu&lt;br /&gt;Yang telah pergi&lt;br /&gt;Ku mencari&lt;br /&gt;Hati yang kubenci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumencari sesuatu&lt;br /&gt;Yang tak kembali&lt;br /&gt;Ku mencari &lt;br /&gt;Hati yang kubenci &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111983706650120885?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111983706650120885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111983706650120885&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111983706650120885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111983706650120885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/peterpan-numpang-lewat.html' title='Peterpan Numpang Lewat'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111959705514785492</id><published>2005-06-24T13:59:00.000+07:00</published><updated>2005-06-24T14:17:33.743+07:00</updated><title type='text'>Tak Sulit Menjadi Pribadi Yang Hangat</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face="monotype corsiva" size="4"&gt;Senyum, senyum, senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali orang sekeliling anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pelit memberikan pujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa mengucapkan terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bahasa tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari percakapan penuh konflik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu serius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah peduli pada perhatian kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah penolong lingkungan&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111959705514785492?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111959705514785492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111959705514785492&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111959705514785492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111959705514785492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/tak-sulit-menjadi-pribadi-yang-hangat.html' title='Tak Sulit Menjadi Pribadi Yang Hangat'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111958583345238142</id><published>2005-06-24T10:45:00.000+07:00</published><updated>2005-06-24T16:29:19.023+07:00</updated><title type='text'>Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit-langit</title><content type='html'>Sewaktu sekolah dulu, dari mulai TK, SD, mungkin sampai SMP kita masih sering dengar pertanyaan “Apa cita-citamu kelak Nak….” atau “Kalau sudah besar, mau jadi apa ?”. Pertanyaan sederhana yang selalu kita jawab dengan mudahnya. Mau jadi dokter, insinyur, arsitek, pengusaha, pramugari, atau apa saja yang dilihat oleh mata anak kecil merupakan pekerjaaan yang &lt;em&gt;keren&lt;/em&gt;, bisa punya uang banyak, biar nanti hidupnya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku dulu bercita-cita jadi wanita karier, entah apa bidangnya, pokoknya bisa banyak uang, bisa membantu orang tua, lalu… punya keluarga kecil yang bahagia, anak-anak yang sholeh dan pintar, rumah yang indah, kendaraan yang nyaman, &lt;em&gt;ya….. &lt;/em&gt;yang muluk-muluk &lt;em&gt;lah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit “.&lt;br /&gt;Sebaris kata bijak yang selalu diucapkan oleh orang tua kita untuk memicu semangat belajar kita agar lebih giat lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu harus diraih dengan kerja keras, dengan pengorbanan yang sangat besar. Tentunya tak lepas dari bait-bait do’a yang harus kita panjatkan agar semua usaha kita diridhoi olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan ada usaha yang akan berhasil dengan hidup berleha-leha, menunggu keajaiban datang dari langit secara tiba-tiba. Tak kan pernah ada……..&lt;br /&gt;Kita lihat acara di TV seperti Uang Kaget, Bedah Rumah, Rezeki Nomplok dan yang setipe acara itu, mungkin itu adalah hasil do’a mereka yang tak henti-hentinya dipanjatkan setelah usaha mereka yang belum menampakkan hasilnya. Allah memberinya dengan jalan yang tak diduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita pun harus mengukur kemampuan kita, jangan sampai cita-cita itu jauh melampaui batas kemampuan kita. Jika cita-cita terlalu tinggi, kita kan sulit tuk menjangkaunya. Malah kadang ada orang sampai &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;depresi&lt;/em&gt; karena cita-citanya tak terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanteku yang telah menelan asam garam dan pahit getirnya kehidupan bilang, &lt;em&gt;“Jangan kau gantungkan cita-citamu setinggi langit, karena jika jatuh kau akan merasa sakit sekali. Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit-langit rumah ini saja, sehingga kau mudah menjangkaunya. Dan jika jatuh pun tidak akan terlalu sakit.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang diri ini terlalu idealis, terlalu yakin bahwa semua cita-cita pasti tercapai dengan kerja keras. Hingga saat cita-cita tak tercapai, langsung jatuh terpuruk dan menyesali diri. Merasa kecil karena ketidakberdayaan.  Diri ini selalu lupa bahwa Yang Di Atas sana telah menentukan garis hidup seseorang, telah menentukan takdir seseorang. Dan kita memang sangat sangat kecil di hadapanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111958583345238142?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111958583345238142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111958583345238142&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111958583345238142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111958583345238142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/gantungkan-cita-citamu-setinggi-langit.html' title='Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit-langit'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111950690853661254</id><published>2005-06-23T12:05:00.000+07:00</published><updated>2005-06-23T13:26:34.423+07:00</updated><title type='text'>Raihlah Cinta Ilahi</title><content type='html'>Cinta………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang bisa membuat orang tersenyum bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang datang mendekat hati akan tercekat&lt;br /&gt;Saat seseorang bilang “sayang” hati pun akan melayang&lt;br /&gt;Saat seseorang bilang “miss U” hati ini akan merindu&lt;br /&gt;Saat seseorang panggil “honey” hati ini hanya dia yang bisa memiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kata sayang, miss U, honey, dan seabreg kata lainnya bisa membuat hati melayang di atas awang-awang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melayang…….. terbang………… &lt;br /&gt;terbuai dalam mimpi-mimpi indah………&lt;br /&gt;oohh……..indahnya hidup ini……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengetahui semua itu ternyata bukan hanya untuk dirinya seorang&lt;br /&gt;Rasanya bagai terhempas dari awang-awang ke jurang yang amat dalam&lt;br /&gt;Sakit……. Perih…… Gelap…….. Pekat…….&lt;br /&gt;Indahnya dunia tak ada lagi……&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi indah tak pernah hadir lagi……&lt;br /&gt;Sunyi……….sepi……..sendiri……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka cinta pula yang bisa membuat orang menangis tersedu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sudah korban-korban dari tangisan cinta&lt;br /&gt;Meratapi hidupnya, hilang ingatannya, bahkan menghilangkan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta selalu mengalahkan segalanya……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sahabatku.... Cinta pada Ilahi lah yang kan abadi selamanya.&lt;br /&gt;Raihlah.............&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111950690853661254?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111950690853661254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111950690853661254&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111950690853661254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111950690853661254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/raihlah-cinta-ilahi.html' title='Raihlah Cinta Ilahi'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111941573966069379</id><published>2005-06-22T11:44:00.000+07:00</published><updated>2005-06-22T11:53:38.810+07:00</updated><title type='text'>Menjalankan Kewajiban Dengan Ikhlas</title><content type='html'>Sebagai anak sulung, sejak kecil aku sudah dibebani berbagai pekerjaan rumah tangga. Mencuci, menyetrika, menyapu, mengepel lantai, dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Terkadang gelas pecah saat mencuci piring, atau memasak nasi hingga gosong akibat ketiduran karena kelelahan sepulang sekolah, membuat ibuku marah dan keluarlah kata-kata yang menyakitkan hati. Tapi itu kuanggap didikan ibu yang akan menjadikan anaknya disiplin di kemudian hari. Tapi semua itu kulakukan tidak dengan ikhlas, hanya karena tak ingin dimarahi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat teman-teman sebayaku asyik bermain, aku harus menjaga adikku yang masih kecil-kecil. Aku benar-benar kehilangan saat-saat bermainku. Hingga aku tumbuh menjadi orang yang kurang bersosialisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menginjak remaja, satu-satunya cara agar aku bisa bermain adalah membohongi ibu. Sepulang sekolah aku katakan ada tugas kelompok, yang mengharuskan semua anggota kelompok hadir. Padahal aku hanya bermain di rumah temanku atau sekedar &lt;em&gt;mejeng&lt;/em&gt; di Mall. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh…..saat itu aku tidak pernah merasa berdosa membohongi ibu, karena aku merasa aku juga punya hak untuk bermain. Tapi aku tetap bermain dalam hal-hal yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, dua jagoanku pun beranjak remaja. Aku tak ingin mereka tumbuh seperti diriku dulu. Mereka harus menikmati masa kanak-kanaknya, masa bermainnya sepuas hatinya. Jangan sampai mereka harus berbohong seperti ibunya dulu. Anak punya hak, jangan hanya dibebani kewajiban saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak anak untuk bermain. Ya, sekarang aku bebaskan mereka bermain. Tapi dengan satu syarat, prestasi di sekolah harus tetap dipertahankan. Saat prestasinya turun, aku kurangi jatah mainnya. Dan pada saat mereka memperlihatkan prestasi gemilang, aku tak kan pelit tuk memberikan hadiah berupa pujian ataupun kesempatan bermain sepuas-puasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak untuk meminta sesuatu pada orang tuanya. Aku upayakan setiap ada permintaan dari mereka harus dengan syarat. Syaratnya entah itu harus nilai bagus, hapal satu surat dalam Al-Quran, atau harus menabung dulu. Pokoknya tidak ada permintaan yang begitu saja aku penuhi. Meskipun aku mampu membelikannya, tapi jika ingin membeli sesuatu mereka harus menabung dulu, jika uang tabungannya kurang untuk membeli sesuatu, baru aku akan menambahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah membebani mereka dengan kewajiban membantu pekerjaan rumah tanggaku. Aku ingin mereka akan membantuku dengan ikhlas tanpa dipaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu hari melihat aku sibuk membereskan rumah seorang diri, &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ma….Aa boleh cuci piring ?” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Duh,…tak terasa mata ini berkaca-kaca. Anak sekecil itu sudah menyadari kewajibannya membantu orang tua. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ade juga mau nyikat lantai teras ama bersihin kaca……boleh ya Maaaaaaaa…..”.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Aku tak dapat menjawab pertanyaannya. Hanya haru yang menyesakkan dada ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111941573966069379?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111941573966069379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111941573966069379&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111941573966069379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111941573966069379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/menjalankan-kewajiban-dengan-ikhlas.html' title='Menjalankan Kewajiban Dengan Ikhlas'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111897816950823913</id><published>2005-06-17T10:07:00.000+07:00</published><updated>2005-06-17T11:01:22.106+07:00</updated><title type='text'>Dibalik Niat Suci Ibadah Haji</title><content type='html'>Naik haji ? &lt;br /&gt;Aku yang hanya pegawai biasa dengan penghasilan pas-pasan, rasanya terlalu jauh cita-cita suci itu kuraih. Bila dihitung secara matematis, menabung sebulan sekian rupiah, dikalikan dua belas bulan, jadi setahun akan ada sekian rupiah. Wah…..berapa tahun akan terkumpul uang untuk ongkos ibadah haji itu !!! Rasanya tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kebutuhan tak terduga yang sering mengganggu stabilitas tabungan. Entah kapan tabungan itu bakal mencukupi untuk memenuhi panggilan Allah ini. Malah kadang menyusut lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu itu jangan berfikiran matematis, Neng….. Apa pun akan terlaksana atas ijin Allah jika kamu benar-benar membulatkan niatmu” itu yang selalu dikatakan sahabatku yang sering kupanggil Engkong karena dia tidak pernah bosan menceramahi aku.&lt;br /&gt;“Tapi kan aku nggak punya penghasilan lain Kong, mana mungkin akan cepat terkumpul” sanggahku.&lt;br /&gt;“Duh…Eneng yang satu ini nggak pernah percaya kalo dibilangin ama Engkong. Denger ya, apa kemarin Engkong naik haji karena berlebihan harta ? Nggak Neng, sama sekali nggak. Semua atas ijin Allah. Awal tahun Engkong punya sedikit uang, terus langsung ditabung di tabungan khusus naik haji, walaupun rupiahnya di bawah rupiah minimal yang seharusnya. Tapi alhamdulillah Engkong diijinin buat menabung di tabungan haji itu. Ya…Engkong pikir seandainya tahun ini belum terkumpul, mungkin Engkong berangkat tahun depan saja. Tapi dalam hati sudah dibulatkan tekad untuk berangkat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba memahami sedalam apa niat yang ada dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata Neng, Allah sudah mengatur segalanya. Setiap hari selalu ada pekerjaan di luar pekerjaan utama Engkong. Entah itu benerin komputer di kantor pusat, atau benahi software yang ngadat di unit-unit. Engkong nggak pernah minta bayaran atas itu semua. Tapi orang yang merasa telah dibantu selalu ngasih “tanda terima kasih” yang besarnya tak pernah Engkong bayangkan sebelumnya. Setiap bulan Engkong tabung dan Allah Maha Besar Neng, jumlah tabungan Engkong ternyata sangat besar, melebihi ongkos buat ibadah haji berdua dengan istri, malah sisanya bisa untuk membeli mobil ini”.&lt;br /&gt;Begitu kata Engkong pada saat mengantar aku dengan mobil barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah……….aku terkagum-kagum dengan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Besar, apa pun akan terlaksana atas kehendakNya kepada orang-orang yang diridhoiNya, yang telah mempunyai niat suci dalam hatinya. Mungkin Engkong salah satu dari orang-orang yang beruntung telah dipilih Allah menjadi tamuNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru mengajiku pun lain lagi ceritanya. Melihat kehidupannya yang jauh dari mencukupi, malah mungkin jauh dari hidup layak, tak akan terduga tiba-tiba datang undangan &lt;em&gt;Walimatus Safar&lt;/em&gt;. Ya….beliau telah diundang sebagai tamu Allah, atas kebaikan seseorang yang dengan ikhlas membiayai semua ongkos perjalanan ibadah hajinya. Mungkin Allah membalas semua ilmu yang telah diberikannya kepada kami melalui seseorang yang telah ditunjukNya. Dengan kebersahajaannya dan dengan semua ilmu yang telah diamalkannya, membuahkan sesuatu yang tak terduga menurut pandangan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh dengan semua kebesaran Allah, apa yang kita fikir tidak mungkin akan menjadi mungkin. Apa yang tidak disangka-sangka terjadi di depan mata.&lt;br /&gt;Masih banyak orang yang diundang menjadi tamu Allah dengan jalan yang tak disangka-sangka. Apakah kita menjadi salah satu diantaranya ? Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz &lt;br /&gt;&lt;em&gt;(buat Engkong di Depok yang udah lama tak berjumpa)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111897816950823913?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111897816950823913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111897816950823913&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111897816950823913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111897816950823913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/dibalik-niat-suci-ibadah-haji.html' title='Dibalik Niat Suci Ibadah Haji'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111889120972514659</id><published>2005-06-16T10:01:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T12:20:00.256+07:00</updated><title type='text'>Semua Karena Cinta............ (bagian III - TAMAT)</title><content type='html'>&lt;em&gt;Berjalan beriringan dengan Dewa, membuat Vira serasa sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;Yach………… Semua karena cinta dech……..  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai sholat, Dewa mengajak Vira untuk makan. Sebenarnya Vira juga lapar sih, tapi malu. Akhirnya sampailah mereka di tempat makan. Sambil menunggu makanan yang telah dipesan, Dewa memperhatikan Vira dari ujung rambut sampai ujung kaki. Vira merasa salah tingkah diperhatikan begitu. Tatapan mata Dewa seperti menghunjam jantungnya. &lt;br /&gt;“Kamu koq ngeliat aku seperti itu Wa ?” Vira tak tahan diperhatikan begitu, tapi Dewa hanya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan pun tersaji dan mereka mulai menikmati makanan masing-masing.&lt;br /&gt;“Vir…aku mau tanya…..”  Dewa membuka percakapan. “Kamu cinta ?”&lt;br /&gt;“Cinta apa ? “ Vira menjawab sambil mengernyitkan keningnya.&lt;br /&gt;“Cinta aku …..” kata Dewa dengan suara berat.&lt;br /&gt;“Kalau aku gak cinta, aku gak bakalan bela-belain ke sini” suara Vira yang dibuat &lt;em&gt;seenteng&lt;/em&gt; mungkin ternyata tak bisa dibohongi. Vira tersedak setelah mengucapkan kalimat itu. Cinta….. &lt;em&gt;iyalah&lt;/em&gt; cinta sahabat………..Itu niat awalnya.&lt;br /&gt;“Hmmmm….” Dewa kembali menikmati makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang mereka bicarakan. Mereka seperti terhanyut dalam lamunan masing-masing. Pertanyaan-pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya mendadak hilang dari ingatan Vira. Hanya sesekali Dewa menatap Vira dengan tatapan anehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan mereka pun berjalan beriringan kembali. Cuma bedanya sekarang tangan Dewa menggandeng tangan Vira. Beberapa kali Vira berusaha melepaskan genggaman tangan Dewa. Tapi Dewa seperti takut Vira hilang di keramaian orang di mall itu. Lama-lama Vira pun tidak melepaskan tangannya, karena dia berfikir mungkin pergaulan orang sini sudah biasa bergandengan tangan di keramaian. Untuk keamanan diri maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Vira harus kembali ke kota tempat tinggalnya. Berat rasanya meninggalkan Dewa. Ngobrol pun hanya sedikit sekali karena dilakukan sambil berjalan-jalan. Hanya hangatnya genggaman tangan Dewa yang benar-benar Vira nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di terminal bis, Vira berharap bis lama terisi. Agar dia bisa lebih lama lagi bersama Dewa. Tapi Dewa tak banyak bicara, hanya sesekali dia menarik nafas panjang. Dewa terus menggenggam tangan Vira. Dan tiba-tiba Dewa mendekatkan tangan Vira ke bibirnya. &lt;em&gt;Ah….. &lt;/em&gt;Dewa mencium tangannya………….. &lt;br /&gt;Bergetar seluruh tubuh Vira. Vira tak dapat berbuat apa-apa. Dia pun tak sanggup tuk menarik tangannya. &lt;em&gt;Oh….&lt;/em&gt;beginikah cinta sahabat ?  Ataukah cinta Dewa telah berubah seperti cinta dirinya ?&lt;br /&gt;Vira tak mampu menjawab semua yang berkecamuk dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oh…….semua karena cinta…………&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di kota tempat tinggalnya, Vira jadi tersenyum-senyum sendiri. Cintanya pada Dewa sepertinya tidak bertepuk sebelah tangan. Dewa mencintainya…………&lt;br /&gt;Untuk sementara Vira ingin menikmati kebahagiaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dewa………!!!&lt;br /&gt;Pagi sekali dia sudah berkirim SMS. Hati Vira pun makin berbunga-bunga. Tapi saat SMS itu terbuka, bukan kata sayang yang selalu Dewa kirimkan tapi suatu penyesalan atas apa yang terjadi kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berdosa. Aku telah melampaui batas. Aku salah. Keluargaku sangat berharga, aku tidak ingin kehilangan mereka ”.&lt;br /&gt;Vira tak mengerti mengapa Dewa berubah hanya dalam waktu beberapa jam setelah pertemuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksud kamu Wa….?” sanggah Vira.&lt;br /&gt;“Kita hanya sebatas sahabat. Titik. “ tambah Dewa.&lt;br /&gt;Seketika Vira menjadi marah karena Dewa menganggap dia akan merenggut Dewa dari keluarganya. Apa maksudnya Dewa berkata seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tetap mencintaimu sebagai sahabat, kamu yang melanggar batas itu. Aku memang tak berharga lagi, aku tak ada harganya dibandingkan dengan keluargamu, tapi aku tak akan merenggutmu dari keluargamu. Aku kemarin menemuimu hanya untuk bertemu dan berterima kasih pada orang yang telah membantuku bangkit dari keterpurukan. Tak lebih,” Vira sangat tersinggung dengan ungkapan Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vira akhirnya memutuskan untuk secara perlahan menjauhi Dewa. Dia tidak mau dicap sebagai pengganggu rumah tangga orang. Tapi berkali-kali Dewa meminta maaf padanya dan mengatakan tak ingin kehilangan dirinya, hingga luluhlah hatinya untuk tetap kembali menjadi sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua Vira lakukan karena cinta……&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lama kelamaan sikap Dewa jadi berubah. Sedikit-sedikit dia selalu menyebut tentang kehilangan keluarga tercintanya. Tapi dia juga sering bilang tidak mau kehilangan Vira. Saat Vira &lt;em&gt;curhat&lt;/em&gt; tentang kekasihnya pun, Dewa tidak lagi memberikan kata-kata sejuknya, malah ada nada cemburu dari kalimatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa berandai-andai “Vir, seandainya kekasih kamu mau kembali padamu, kamu akan meninggalkan aku ?”. &lt;em&gt;Ups…..&lt;/em&gt;Vira bingung sekali dengan sikap Dewa. Sudah diyakinkan bahwa kekasih Vira tak mungkin kembali, tetap saja Dewa menanyakan tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberanikan diri Vira mengirim SMS pada Dewa.&lt;br /&gt;“Kamu benar-benar berubah Wa. Jujur…..aku ingin tahu isi hatimu sesungguhnya, apakah kamu mencintaiku melebihi sahabat ? Lalu kamu sekarang sangat ketakutan dan ingin menghapus rasa cinta itu dalam hatimu ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benarlah dugaan Vira. Jawaban SMS Dewa sangat tegas “Ya aku mencintaimu. Dan aku perlu waktu untuk &lt;em&gt;menetralisir&lt;/em&gt; hatiku agar kembali pada keadaan semula”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Duh… Dewaku….. ternyata kamu benar-benar mencintaiku.&lt;br /&gt;Aku ingin hubungan kita seperti dulu lagi. Aku nggak mau cinta persahabatan kita ternoda oleh cinta antara laki-laki dan wanita. Tetaplah menjadi penasehat dalam kekalutanku dan janganlah kau libatkan dirimu secara emosional denganku.&lt;br /&gt;Aku membutuhkanmu sebagai sahabatku. Semoga kau bisa menetralisir hatimu dan menjadi Dewaku yang dulu”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari Dewa tak menghubungi Vira.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, tok..tok...tok.........… YM Vira berbunyi.&lt;br /&gt;Seraut wajah emoticon muncul dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Vir...........miss U banget..........."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ach….. Dewaku, sahabatku, telah kembali………………….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T A M A T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111889120972514659?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111889120972514659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111889120972514659&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111889120972514659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111889120972514659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/semua-karena-cinta-bagian-iii-tamat.html' title='Semua Karena Cinta............ (bagian III - TAMAT)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111880282758892752</id><published>2005-06-15T09:27:00.000+07:00</published><updated>2005-06-17T17:11:58.360+07:00</updated><title type='text'>Menantang Ombak</title><content type='html'>&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/ade-pangandaran-1.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com" width="400" height="300"&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap tahun kami selalu berlibur ke Pangandaran. Pangandaran adalah salah satu pantai terindah di daerah Jawa Barat. Perjalanan menuju ke sana pun menurut kami adalah yang termudah dan termurah dibanding menuju pantai lain misalnya Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Anyer atau pantai lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pada waktu lebaran, saat setiap orang mudik ke kampung halamannya masing-masing, kami malah menghabiskan liburan lebaran di Pangandaran. Soalnya kami tidak punya kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pengalaman yang tak akan mungkin aku lupakan hingga detik ini. Saat itu kami sedang bermain ombak di tepi pantai. Pada saat air laut surut, kita berlari ke tengah laut seperti menantang datangnya ombak. Kemudian setelah ombak datang, kita pun berlari secepat mungkin menuju pantai, saling berkejaran dengan ombak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ombak kecil kita tetap bersuka ria. Yang berlari mendahului ombak adalah pemenangnya. Dan yang kalah, akan tergulung oleh ombak. Kita hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat orang yang tergulung ombak. Demikian juga orang yang tergulung ombaknya pun ikut tertawa ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama aku makin jauh ke tengah laut. Tiba-tiba ombak besar datang, sangat besar. Aku berlari sekuat tenaga menuju pantai. Tapi lariku kalah cepat dari ombak. Aku tergulung ombak besar itu. Aku berusaha melawan ombak itu, tapi berpijak pun aku tak mampu. Aku terus tergulung dalam ombak dan terombang-ambing ke sana kemari. Aku berusaha menuju tepian pantai, tapi kakiku belum mampu menginjak pasir di pantai. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku pasrah dan hanya bisa berdo'a kepada Allah, mohon keselamatan. Berdo’a dan terus berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa jika sudah mencapai pantai, ombak akan kembali ke tengah lautan. Ternyata aku baru menyadari ombak itu membawa serta celanaku !!!!! Ya…celanaku terlepas dan tertarik oleh ombak itu. Aku berusaha mempertahankan celanaku, tapi tarikan ombak sangat besar. Akhirnya celanaku terlepas semua, tapi jari kakiku masih bisa mempertahankannya hingga tidak terbawa oleh ombak. Untung saat itu aku memakai celana &lt;em&gt;street&lt;/em&gt; yang ada kaitan sampai telapak kaki, sehingga jari kakiku dapat menahannya. Tapi aku tak kuasa tuk berdiri. Aku mempertahankan posisiku agar air menutupi sampai ke pinggangku. Duh…. Malunya aku……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang malah menertawakan aku, bukannya menolongku. Kemudian suamiku menolongku dan meraih celanaku. Aku pakai celanaku dan langsung berlari meninggalkan pantai menuju ke penginapan. Sungguh pengalaman yang tak dapat aku lupakan hingga sekarang. Malu, takut dan segudang perasaan lain yang ada di hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat ini aku merenung, semua itu tak ubahnya sebuah kehidupan. Kehidupan laksana laut, yang kadang tenang tanpa gelombang. Tapi laut tak selamanya tenang. Akan ada riak-riak kecil, ombak kecil, ombak besar, bahkan hujan badai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat riak-riak kecil kehidupan, kita dapat mengatasinya dengan mudah. Begitu pula jika hanya ombak kecil yang datang, kita masih bisa mengatasinya bahkan masih bisa menjalani kehidupan ini dengan tertawa ceria. Namun saat ombak besar dalam kehidupan datang, kita tak kuasa mengatasinya. Kita berjuang mengatasi ombak besar itu dengan segenap kemampuan yang ada dan hanya bisa pasrah dan berdo'a kepada Allah. Allahlah yang akan menolong kita. Mungkin orang lain di luar sana hanya bisa menertawakan kita. Akan hanya ada sedikit orang yang peduli kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan. Dan pertolongan Allah itu akan datang bagi orang yang benar-benar meyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111880282758892752?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111880282758892752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111880282758892752&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111880282758892752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111880282758892752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/menantang-ombak.html' title='Menantang Ombak'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111863390012686295</id><published>2005-06-13T07:55:00.000+07:00</published><updated>2005-06-14T08:47:09.830+07:00</updated><title type='text'>Apa yang bisa kupersembahkan bagi kehidupan ini ?</title><content type='html'>Sabtu pagi seperti biasa “kerja bakti” kulakukan. Mencuci pakaian, perabotan, beres-beres rumah, menyiram tanaman, membersihkan debu-debu yang tak pernah tersentuh di hari-hari biasa dan banyak lagi. Tapi Sabtu pagi itu aku mengerjakannya seorang diri, sepi…………. Suami bertugas ke luar kota, sedangkan anak-anak berlibur di rumah neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku setel radio keras-keras agar menutupi kesepian ini. Kupindah-pindahkan &lt;em&gt;channel&lt;/em&gt; TV hanya untuk agar terasa ada yang “menemani”…hm….hanya berita-berita &lt;em&gt;infotainment&lt;/em&gt; yang itu-itu saja…….bosan……..&lt;br /&gt;Akhirnya jam dua belas siang, semua pekerjaan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan dan sepi melanda hatiku ini. &lt;em&gt;Tring…….. &lt;/em&gt;akhirnya aku dapat sebuah ide. Kenapa aku tidak mencari buku saja yah, buku yang sudah lama aku cari-cari yang hanya ada di Salman ITB. &lt;em&gt;“Yessss…..mumpung suamiku gak ada”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya meluncurlah aku ke Salman ITB yang jaraknya lumayan jauh dari rumahku. Tapi kalau tujuan sudah bulat, jarak tak jadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di sana, tentu saja banyak perubahan yang terjadi. Terakhir ke sana sekitar tahun 90-an. Tapi halaman yang sejuk dengan pohon-pohon besar tetap tak berubah. Teduh, asri, bersih, aku kagum pada yang merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di sana sedang ada kegiatan mempersiapkan Pesantren Kilat untuk anak-anak kecil. Kuperhatikan ikhwan dan akhwat yang sibuk mempersiapkan hiasan-hiasan seperti di TK yang mungkin untuk merubah suasana pesantren untuk anak-anak, agar pesantren tidak monoton dan menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi akhwat-akhwat yang berpakaian jilbab. &lt;em&gt;Ups…&lt;/em&gt;aku malu pada diriku sendiri. Aku yang juga memakai jilbab, tapi mengenakan jeans ketat dan kerudung yang “mengikuti mode”. Memang penggunaan jilbabku akhir-akhir ini mengalami &lt;em&gt;degradasi&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Hm…pakaianku dulu seperti mereka, tapi sekarang …………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutuju toko buku yang dulu sering aku kunjungi. Tapi sudah berubah menjadi lab komputer. Akhirnya atas kebaikan seorang ibu penjaga sandal dan sepatu, aku diantarkan ke toko buku dimaksud yang sudah pindah ke lantai dua. Seandainya tak ada ibu itu, aku sulit sekali mencari toko buku yang letaknya sangat tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi rak buku satu persatu. Tak ada buku yang kucari. Ah… mungkin mataku kurang jeli. Kutelusuri kembali rak demi rak, tahap demi tahap, tapi pencarianku nihil. Karena toko itu hampir tutup, maka kuberanikan diri menanyakan keberadaan buku itu pada penjaga toko. Ternyata buku itu tak ada dan tak dikenal. Kenapa sulit sekali mencari buku itu di Bandung yah……...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah gontai kutinggalkan toko itu. Hari menjelang sore. Tapi aku tak mau pulang dengan tangan hampa. Dengan harapan kecil aku berjalan memutar melalui belakang mesjid. Masih sepi. Aku ikuti kemana kakiku melangkah. Dan terlihatlah kios-kios buku kecil berjajar rapi di belakang mesjid itu. Ragu aku mau menghampiri kios itu, karena aku pikir hanya kios buku-buku bekas. Tapi akhirnya aku memberanikan diri tuk bertanya. Dan….. ternyata…. Buku itu ada !!!! Alhamdulillah……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca daftar isinya, beberapa telah kubaca dari kiriman milist DT. Tapi banyak juga yang belum aku baca. Sungguh indah isi buku itu. Banyak hal yang membuat aku trenyuh. Sabar dan syukur banyak dicontohkan dalam buku itu. Sungguh pandai para penulis itu merangkai kata, menyentuh hati. Membuat diri ini makin terasa kecil. Mereka bisa mempersembahkan karya mereka bagi kehidupan. Dengan tulisan mereka mungkin bisa mengubah kehidupan seseorang untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lalu apa yang bisa kupersembahkan untuk kehidupan ini ???&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku merenung, di usiaku yang sudah melebihi setengah dari usia Rasulullah ini, apa yang telah aku perbuat untuk orang lain ? Aku tak ada manfaatnya untuk orang lain. Diri ini hanya egois memikirkan kebahagiaan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba hati ini teringat seseorang yang sangat aku kagumi.Yang hidup seorang diri. Tapi kehadirannya selalu didambakan orang banyak. Saudara, sahabat, teman, dan orang-orang yang pernah mengecap budi baiknya. Akhirnya aku menemui dia dan ingin menemaninya di akhir pekan ini. Ungkapan bahagia terpancar ketika kukabarkan aku akan menginap di rumahnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah yang terlihat selalu tersenyum, menutupi kerut-kerut halus di seputar matanya. Dirinya yang selalu ingin terlihat tegar, tetap tak dapat menyembunyikan “derita” dalam hidupnya. Di usianya yang hampir setengah abad, dia tetap hidup seorang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bibiku, adik dari ibuku. Dia adalah ibu kedua bagiku. Dia sangat dekat denganku. Dan aku merasakan, akulah keponakan yang paling disayang olehnya. Dia sangat-sangat dekat dengan kehidupanku dulu. Dari mulai mencuci “Bali”ku pada saat aku lahir, dia yang membantu mencuci popokku, menggendongku, mengajakku bermain, dan semua yang selalu dilakukan ibuku padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kakekku yang pegawai swasta pensiun dari pekerjaannya. Bibikulah yang menjadi tulang punggung keluarga kakekku. Sementara kakak-kakaknya yang telah berumah tangga, telah sibuk memikirkan keluarganya masing-masing. Bibiku membanting tulang menghidupi kakek dan nenekku dan ketiga adiknya yang masih bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai detik terakhir usia kakekku, dia yang menanggung semua biaya pengobatannya. Kemudian dia berusaha membahagiakan sisa usia nenekku sampai detik terakhir kehidupannya juga. Dia tak pernah memikirkan dirinya. Cita-citanya hanya ingin membahagiakan ayah dan ibunya, juga semua orang yang dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun ia lalui dalam kesendirian. Walaupun usianya sudah sangat matang untuk berumah tangga, tapi dia tidak ingin melakukannya sebelum adik-adiknya “&lt;em&gt;mentas&lt;/em&gt;” semua. Sungguh pengorbanan yang tiada tandingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dia pun tak pernah menutup mata melihat keadaan kakak-kakaknya yang kurang mampu. Biaya sekolah keponakannya pun tak jarang ia bantu. Dia membantu keponakan-keponakannya seperti aku. Saat sekolah dulu, dia suka berkirim surat padaku dengan tak lupa menyelipkan uang jajan di sela2 lipatan suratnya. Dan itu dia lakukan untuk semua keponakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya selalu keluar dari bibirnya yang tipis dengan sangat bijak. Anak buahnya pun selalu menjadikan dia tempat curhat yang sangat enak. Gores-gores kecantikan wajahnya membuat tak sedikit pria yang berusaha mendekatinya. Gayanya yang sedikit maskulin, bisa menutupi usia yang sebenarnya. Tetap cantik, menarik, dan bergaya bak anak muda. Tapi pria-pria itu selalu ditepisnya begitu saja. Dia ingin menyelesaikan “tugas”nya dulu tuk mensukseskan adik-adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu adiknya berkeluarga. Demikian juga kami, keponakannya, meninggalkan dirinya tuk membangun bahtera rumah tangga. Tinggallah dia seorang diri. &lt;br /&gt;Sunyi memang selalu dirasakannya. Tapi dia bunuh kesunyian itu dengan berbagi. Berbagi kepada siapa saja yang selalu membutuhkan pertolongan. Tukang kebun, tetangga, office boy, ah… terlalu banyak orang yang telah merasakan kebaikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa tak ada lagi ladang amal yang besar. Ayah sudah tiada, ibu pun sudah tak ada lagi. Sementara suami dan anak yang diharapkan menjadi ladang amal pun tidak dia miliki. Dia hanya menabur kebaikan. Dia menjadikan hidupnya bermanfa’at bagi semua orang. Tak hanya materi yang diberikan, tapi petuah dan nasehat pun tak pelit dia berikan pada siapa saja yang membutuhkannya. Dia berprinsip “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, lalu kita mati pun harus meninggalkan sesuatu yang orang lain akan tetap mengenang kita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi “deritanya” terlihat jelas di akhir pekan itu. Hanya kepada akulah dia mencurahkan isi hatinya. Sungguh………..suatu pengorbanan diri yang luar biasa. Setitik air bening mengambang di kelopak matanya. Dia berkata “Jika aku diberi umur panjang nanti, tapi tua dan sakit-sakitan, kirimlah aku ke Panti Jompo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh……sakit rasanya mendengar kata-kata itu. Dia merasa tak punya siapa-siapa di hari tuanya nanti yang akan merawatnya seperti seorang anak yang akan merawat ibunya.&lt;br /&gt;“Jangan berkata seperti itu,Bi…………, Semua orang tidak akan menyia-nyiakan Bibi. Semua orang sayang Bibi sebagaimana Bibi menyayangi kami semua. Bibi tak akan sendiri di hari tua nanti. Karena Bibi telah bermanfa’at bagi kami semua, dan Bibi sudah mempersembahkan sesuatu untuk kehidupan ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya mendengar semua ceritanya, aku sangat tak ada nilai dalam kehidupan ini. Egois, mementingkan kebahagiaan sendiri dan menutup mata pada penderitaan orang lain. Tak ada yang merasakan manfa’atnya dengan keberadaanku. Tak ada yang akan merindukan saat aku meninggalkan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lalu apa yang bisa kupersembahkan bagi kehidupan ini ???&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sebuah perjalanan mencari makna kehidupan menjelang “hari jadi”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111863390012686295?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111863390012686295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111863390012686295&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111863390012686295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111863390012686295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/apa-yang-bisa-kupersembahkan-bagi.html' title='Apa yang bisa kupersembahkan bagi kehidupan ini ?'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111838086694419635</id><published>2005-06-10T12:13:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T12:05:10.813+07:00</updated><title type='text'>Semua Karena Cinta............... (bagian II)</title><content type='html'>&lt;em&gt;Semua itu Dewa lakukan karena cinta.&lt;br /&gt;Semua karena cinta…………………&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sungguh Maha Pemurah. Cinta dan perhatian Dewa pada Vira sungguh besar. Dewa selalu hadir saat Vira butuhkan. Dewa selalu mengobati “&lt;em&gt;sakit&lt;/em&gt;” Vira yang kadang-kadang masih kambuh. &lt;em&gt;Sungguh …. &lt;/em&gt;Vira sangat berhutang budi pada Dewa. Dewa penolong hidupnya. Dewa penyelamat jiwanya. Dewa yang selalu mengisi hari-harinya dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ah……..semua terjadi karena cinta……..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pula yang mendorong Vira tuk bertemu dengannya. Vira ingin bertemu dan berterima kasih pada “Dewa Penolongnya”. Dengan gaya kocaknya, Dewa berhasil mengambil hati Vira. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apa sich yang nggak buat kamu, Vir……”&lt;/em&gt; itu selalu yang diucapkan Dewa setiap Vira membutuhkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vira sangat tersanjung dengan perlakuan istimewa dari Dewa. Apapun kan dilakukan Dewa untuknya. Untaian kata-kata cinta selalu ada dalam kalimat-kalimat Dewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ach…..Dewaku……..jangan sampai aku mencintaimu melebihi cinta seorang sahabat. Karena aku tahu kau sudah berkeluarga dan aku pun menyadari keberadaan diriku yang tak berharga lagi. Aku mawas diri, aku harus tahu diri. Hingga selalu kualihkan setiap ada getaran cinta yang lain. Aku harus mempertahankan cinta ini hanya sebatas sahabat.&lt;br /&gt;Semua ini kulakukan karena cinta………….”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saatnya untuk bertemu pun tiba. Vira yang belum pernah pergi ke kota Metropolitan seorang diri, agak ragu tuk memasuki terminal bis. Baru sekali ini dia memasuki terminal bis. Dengan percaya diri dia ikuti orang yang berjalan di depannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Bayar apaan tukh ?”&lt;/em&gt; pikir Vira. &lt;em&gt;“Oh…. bayar peron”. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vira lihat uang recehan yang menggunung di depan penjaga peron. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Berapa yach”&lt;/em&gt; Vira bergumam dalam hati. &lt;br /&gt;Vira mengeluarkan uang &lt;em&gt;seribuan&lt;/em&gt; karena tidak tahu berapa harga peron itu, tapi untuk bertanya agak gengsi. Ternyata uang kembaliannya banyak sekali. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ooh…cuman dua ratus perak…. murah amat”&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah tegap dia mengikuti jejak orang tadi. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ini masih di dalam ruangan terminal, mana pintu menuju ruang terbuka tempat bis-bis itu berada ?” &lt;/em&gt;hatinya terus bergumam sendirian. Akhirnya keluarlah dia dari lorong terminal itu dan terlihatlah barisan bis dengan berbagai tujuan. Legalah hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum naik bis, dia lihat barangkali ada buah tangan yang bisa dibawa untuk sahabatnya. Tak sempat dia membeli sesuatu ciri khas daerahnya, untuk sahabatnya tercinta. Tapi &lt;em&gt;tak apalah&lt;/em&gt;, Dewa akan mengerti keterbatasan waktu yang dimilikinya. Akhirnya dia hanya membeli sedikit buah tangan, &lt;em&gt;yach….&lt;/em&gt;daripada tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bis AC yang Vira tumpangi ternyata masih kosong. &lt;em&gt;Wah…&lt;/em&gt;hari sudah beranjak siang. Tapi mungkin Allah mengijinkan langkahnya. Tak lebih dari sepuluh menit, satu persatu penumpang mengisi bisnya. &lt;em&gt;Alhamdulillaah………….&lt;/em&gt;. akhirnya Vira berangkat menyongsong cinta sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua dilakukannya karena cinta………...  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju kota Metropolitan dirasakan sangat lamban. Bis rasanya hanya merayap saja di jalan toll yang baru itu. Biasanya dalam perjalanan, Vira selalu tertidur. Tapi dalam perjalanan kali ini, dia benar-benar menikmati perjalanannya. Dia sudah tak sabar ingin bertemu sang sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya empat setengah jam perjalanan Vira lalui sudah. Metropolitan sudah ada di depan mata. Tinggal cari taksi buat sampai ke tempat tujuan. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Eh..koq jadi deg-degan yach…..” &lt;/em&gt;Vira memencet nomor di telepon selularnya yang sudah sangat ia hapal di luar kepala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo Wa, aku udah di pelataran mall nich….”. &lt;br /&gt;“Dimana ? Aku dari tadi udah nunggu kamu di pelataran. Kamu pake baju apa ?” sahut Dewa dari seberang sana. &lt;br /&gt;“Kalau kamu” Vira malah balik bertanya. &lt;br /&gt;“Aku pake kemeja biru” jawab Dewa.&lt;br /&gt;“Aku……………” Vira malah bingung menyebutkan warna bajunya, karena dari kejauhan ada seorang lelaki muda menghampiri dirinya sambil memegang ponsel.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ini kali Dewa yach………”&lt;/em&gt; gumam Vira dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu tersenyum, memasukkan ponsel ke sakunya, dan mengulurkan tangannya.&lt;br /&gt;“Finally……………Vir, akhirnya ketemu juga” sapa Dewa.&lt;br /&gt;Vira yang jadi kikuk mengulurkan tangannya, dan hanya bisa tersenyum tanpa bisa berkata apa-apa. Vira menarik nafas panjang untuk meredakan gejolak hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa………. &lt;em&gt;Ups…&lt;/em&gt;.Vira jadi terpesona. Apa benar dia Dewa ?&lt;br /&gt;Perawakannya yang sedang, terbalut kemeja biru, membuat kulitnya yang putih bersih itu makin terlihat menawan. Senyumnya………&lt;em&gt;amboi….&lt;/em&gt;menampakkan sederetan gigi yang putih dengan kumis tipis di atas bibirnya. Hidung mancung, mata yang besar dengan bulu mata panjang. &lt;em&gt;Ah…&lt;/em&gt;.alangkah sempurnanya. Semua itu mengingatkan Vira pada sang kekasih yang telah pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apakah Dewa dikirim Allah tuk menjadi pengganti kekasihku ?”&lt;/em&gt; hanya hati Vira yang terus berkicau, sedang mulutnya seperti terkunci rapat. Hanya senyum yang nampak di bibir Vira. Dia masih merasa tak percaya kini telah benar-benar di hadapan sahabat yang selalu dirindukannya.Tapi Vira langsung menghalau suara hatinya. Dia pulihkan hati dan menyadari kalau Dewa telah berkeluarga dan tidak mungkin dia miliki. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ah…&lt;/em&gt;Dewa…seandainya……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu pasti belum makan ?” suara Dewa menyadarkan lamunannya. &lt;br /&gt;“Eh…oh… gak lapar …., kamu lapar ?” jawab Vira.&lt;br /&gt;“Aku sengaja nunggu kamu untuk makan bareng” &lt;em&gt;Ah…&lt;/em&gt;Dewa kamu baik &lt;em&gt;banget&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;“Aku pengen sholat dulu Wa….”&lt;br /&gt;“Ayo…aku antar……..”&lt;br /&gt;Berjalan beriringan dengan Dewa, membuat Vira serasa sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yach………… Semua karena cinta dech……..&lt;/em&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(masih ada lagi nich sambungannya……)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111838086694419635?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111838086694419635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111838086694419635&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111838086694419635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111838086694419635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/semua-karena-cinta-bagian-ii_10.html' title='Semua Karena Cinta............... (bagian II)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111828604198701355</id><published>2005-06-09T09:56:00.000+07:00</published><updated>2005-06-29T11:49:57.486+07:00</updated><title type='text'>Semua Karena Cinta............... (bagian I)</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Hallo cinta………………..”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vira tersenyum saat YMnya muncul.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ahhh………&lt;/em&gt; sahabatku yang satu ini, dikau selalu membuatku tersenyum”, gumam Vira dalam hati. Memang hari-hari terakhir Vira selalu terisi dengan cinta, cinta seorang sahabat yang sangat tulus dan murni.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua karena cinta………………..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, Vira benar-benar terguncang. Vira gadis yang lugu, telah dicampakkan oleh sang kekasih yang dulu benar-benar mencintainya. Cinta telah mengalahkan segalanya. Karena cinta pula Vira rela mengorbankan harta yang paling berharga yang dimilikinya. Ternyata cinta kekasihnya, hanya bualan semata. Dia pergi setelah mendapatkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua karena cinta………………..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggallah Vira seorang diri dalam gelapnya kehidupan. Masa depannya telah hancur. Tak ada lagi ceria di wajahnya, tak ada lagi semangat hidup dalam dirinya. &lt;br /&gt;“Buat apa aku hidup, aku sudah tak berharga lagi”. &lt;br /&gt;Setiap hari hanya tangis yang menghiasi wajahnya. Wajahnya kuyu, mata sembab, badan tak terurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi Vira, gadis yang sangat menarik. Semua orang pasti akan betah berlama-lama ngobrol ataupun bertukar fikiran dengannya. Vira yang dulu kini telah lenyap berganti dengan Vira yang pemurung dan tidak mau bergaul dengan siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah Vira masih punya setitik iman. Setitik rasa takut pada Allah jika ia harus mengambil jalan pintas. &lt;em&gt;Ya...&lt;/em&gt;…sempat terlintas dalam benaknya untuk mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Tapi dia masih ingat apa azab Allah yang akan diberikan pada orang yang bunuh diri. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ah...…&lt;/em&gt; tak sanggup dia untuk menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tetes-tetes air mata yang menghiasi sholat malamnya. Vira menyerahkan semuanya pada Allah. Sebenarnya dia sangat malu tuk menghadapkan wajahnya pada Allah. Malu karena teramat banyak dosa yang telah dilakukannya. Malu merasa dirinya sudah ternoda. Dirinya sudah kotor bergelimang dosa. Dia tak yakin Allah Yang Maha Pengampun itu akan mengampuni dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temannya pun selalu datang menghiburnya. Tapi jiwa Vira seperti kosong, jiwa yang sudah rapuh, seperti tak punya pegangan hidup lagi. Vira pun mendatangi seorang &lt;em&gt;psykolog&lt;/em&gt;. Dia berharap &lt;em&gt;psykolog&lt;/em&gt; itu bisa membantu kegoncangan jiwanya. Tapi setelah konsultasi dengan &lt;em&gt;psykolog&lt;/em&gt; itu, bathinnya tetap tak jua memperoleh kedamaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai buku-buku keagamaan pun dilahapnya. &lt;em&gt;Muhasabah&lt;/em&gt; di pesantren terkenal itu juga didatanginya. Tapi hanya sekejap kedamaian itu datang. Selebihnya dia kembali dalam dunianya yang hampa. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Mengapa ya Allah……. tak ada yang bisa menentramkan hatiku ?”&lt;/em&gt;, lirih suara hati Vira dalam do’anya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang bila teringat masa lalunya, Vira seperti orang yang “&lt;em&gt;sakau&lt;/em&gt;”. Dia menangis histeris, dia berguling-guling karena seluruh tubuhnya terasa sakit dan ngilu. Dia sangat sakit saat teringat kekasih yang sangat dicintainya itu sudah tak memperdulikan dirinya lagi. Walaupun sudah berulang kali mengemis-ngemis pada kekasihnya itu, tapi dia tak bergeming untuk melihat keadaan Vira yang sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;Pengorbanan demi cinta kadang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua karena cinta…………..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah sudah hati Vira tuk mencari kedamaian hatinya. Vira pun beralih ke dunia maya untuk mencari kedamaian bathinnya. Vira yakin bisa mendapatkan sesuatu di dunia maya itu. Vira kemudian mendaftarkan diri pada sebuah &lt;em&gt;milist.&lt;/em&gt; Setiap hari dia dikirimi berbagai artikel oleh &lt;em&gt;milist&lt;/em&gt; itu. Ayat-ayat Al Qur’an, hadist-hadist, cerita-cerita menarik dan banyak lagi yang dia dapat dari &lt;em&gt;milist&lt;/em&gt; itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Vira membaca artikel dari &lt;em&gt;milist &lt;/em&gt;itu. Dia tertarik pada salah satu penulis yang selalu bercerita tentang kehidupan. Tentang betapa banyak orang yang lebih menderita. Betapa kita harus bersyukur setiap menerima apa yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Dan banyak sekali artikel yang sangat menyentuh hati. Karena artikel penulis itu selalu didasari cinta. Cinta Allah, cinta orang tua, cinta keluarga, cinta sahabat, dan cinta pada sesama.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua didasarkan karena cinta…………………..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Mahendra……….demikian nama penulis itu. Vira ingin sekali berkenalan dengan penulis itu. Tapi dia ragu, apakah seorang penulis besar seperti dia, mau berkenalan dengannya ? Tapi Vira memberanikan diri tuk mengirim &lt;em&gt;email&lt;/em&gt; untuknya. Ternyata tak disangka &lt;em&gt;email&lt;/em&gt; Vira dibalas !!!  &lt;br /&gt;Wow….betapa bahagianya Vira. Ternyata masih ada yang peduli dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari. Wajah murung Vira pun berganti ceria. Kini ada seseorang yang mau mendengarkan kegalauan hatinya. Vira memang bercerita semua kisah hidupnya pada Dewa, sang penulis itu, berharap Dewa akan memberikan kalimat-kalimat indahnya sebagai penyejuk hati Vira. Karena di setiap artikel Dewa selalu ada kata-kata petuah yang menjadi solusi setiap masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vira kini tak lagi sendiri. Kini hidupnya tak hampa lagi. Setiap hari selalu ada kata-kata penyejuk hati. Indah kata-katanya karena selalu berisi cinta. Cinta sebagai seorang sahabat adalah cinta yang tulus dan murni. Begitulah setiap hari, &lt;em&gt;email, chat, sms&lt;/em&gt; bahkan telepon pun tak ragu Dewa lakukan untuk Vira, sahabatnya. Dewa benar-benar ingin membahagiakan Vira, dia memang bak “Dewa Penolong” bagi kehidupan Vira.&lt;br /&gt;Semua itu Dewa lakukan karena cinta.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semua karena cinta…………………&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111828604198701355?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111828604198701355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111828604198701355&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111828604198701355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111828604198701355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/semua-karena-cinta-bagian-i.html' title='Semua Karena Cinta............... (bagian I)'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111819478439509225</id><published>2005-06-08T08:34:00.000+07:00</published><updated>2005-06-08T08:39:44.400+07:00</updated><title type='text'>Makna Kehadiran Seorang Sahabat</title><content type='html'>Beberapa malam terakhir aku tidak bisa memejamkan mataku. Hatiku rasanya tak menentu. Sendiri dalam keheningan malam, membuatku semakin merasa kecil, tak bermakna dalam kehidupan ini. Tapi rasanya ada sebongkah batu yang menyesakkan dadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil air wudlu, ku bersujud, ku bersimpuh di hadapan Yang Maha Agung, Yang memiliki segalanya, Yang menguasai semua yang ada di dunia ini. “Adukanlah semuanya pada Allah, Dia yang akan menyelesaikan segalanya”, itu yang selalu dikatakan oleh sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, selalu hadir saat kita butuh pertolongan. Memang seharusnya “Cukuplah Allah sebagai penolongmu”, tapi mungkin karena ibadah kita kurang sehingga kita kurang dekat dengan Allah, maka Allah tidak langsung memberikan pertolonganNya. Atau terlalu banyak dosa yang kita perbuat, sehingga Allah menangguhkan pertolonganNya.&lt;br /&gt;Pada sahabatlah tempat kita berkeluh kesah, tempat kita berbagi. Mungkin melalui sahabat pula pertolongan Allah itu selalu datang. Cinta sahabat tanpa pamrih, begitu tulus dan murni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan wajah-wajah sahabat sejak kecil dulu. Berganti tempat, berganti tahun, sahabatku pun silih berganti. Banyak sekali, tapi dimanakah mereka kini ? Mereka telah sibuk dengan dunianya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku benar-benar membutuhkan kehadiran sahabatku. Aku ingin mengeluarkan bongkahan batu dalam hatiku. Tapi dia telah jauh. Kadang ada kesalahfahaman yang menjauhkan kami. Karena sahabat juga adalah manusia, yang tak luput dari khilaf dan dosa. Sedih sekali rasanya jika ada kesalahfahaman, sedih jika harus kehilangan sahabat. Tak ada lagi tempat berbagi, tak ada lagi tempat berkeluh kesah. Tak ada yang mau mendengarkan sisi buruk kehidupan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah sahabatku, aku akan berusaha menuliskan semua salah dan khilafmu di atas pasir. Sehingga jika angin datang berhembus, tulisan itu akan lenyap, hilang tak berbekas. Dan aku pun telah menulis semua kebaikanmu di atas batu. Sehingga semua kebaikanmu tetap terpahat dan tak kan hilang dimakan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat……….tetaplah menjadi bagian dari hidupku, tetaplah menjadi jalan pertolongan Allah untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111819478439509225?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111819478439509225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111819478439509225&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111819478439509225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111819478439509225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/makna-kehadiran-seorang-sahabat.html' title='Makna Kehadiran Seorang Sahabat'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111802233755557855</id><published>2005-06-06T07:48:00.000+07:00</published><updated>2005-06-06T14:14:56.096+07:00</updated><title type='text'>Semoga Menjadi Tabungan Amal</title><content type='html'>Jodoh, rezeki, hidup dan mati, semua ada di tangan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semua itu telah ditetapkan olehNya. Dengan Maha Pengasihnya, Dia berikan pada semua orang tanpa mengenal apakah orang itu beriman ataupun tidak, apakah orang itu rajin beribadah ataupun &lt;em&gt;ogah-ogahan&lt;/em&gt;. Dia tetap memberinya. Dan dengan Maha Penyayangnya dia berikan kasih sayang yang lebih kepada hambaNya yang beriman, bertaqwa dan taat beribadah kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang telah mempunyai jatah itu semua. Jatah jodoh, jatah rezeki, jatah umur pun telah ditakdirkan olehNya. Tapi semua jatah itu tidak akan diberikan begitu saja. Semua itu harus didapatkan dengan kerja keras dan dengan perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya seorang bayi yang ingin minum susu, jika menangis pelan, ibunya akan datang dengan santai atau bahkan malah mengerjakan pekerjaan lain dahulu. Berbeda jika bayi itu menangis dengan kencang, ibunya akan berlari tergopoh-gopoh menghampirinya.&lt;br /&gt;Itu bayi.............&lt;br /&gt;Lain lagi dengan anak sekolah yang setiap hari harus berlari mengejar bis kota, dengan harapan akan dapat tempat duduk yang nyaman. Bagi yang berlari dengan sekuat tenaga dia akan berhasil mendapatkan tempat duduk dalam bis itu, sedang bagi mereka yang berjalan dengan santai, atau pun hanya berdiri di trotoar menunggu bis lewat di hadapannya, mereka tidak akan mendapatkan tempat duduk yang nyaman, atau bahkan untuk berdiri pun tak muat lagi. Bis sudah penuh sesak oleh orang yang berlari, oleh orang yang berjuang penuh pengorbanan. Berlari, berpeluh, berebut dan tentu saja tak lepas dari bait-bait do'a yang selalu mengiringi setiap usaha. Karena hanya dengan do'a kita bisa lebih dekat denganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya....memang kita harus berlari dalam menggapai apa yang kita inginkan. Hidup adalah perjuangan. Oleh sebab itu, selama masih hidup, perjuangan tidak akan pernah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya kita pun melihat orang-orang yang berleha-leha tapi hidupnya senang. Punya orang tua kaya yang butuh apa pun tinggal minta, warisan yang banyak, semua serba ada. Itu pun tak lepas dari takdirnya. Memang sudah ditetapkan pula rezeki yang berlimpah olehNya.Kita tak dapat merubah semua apa yang telah digariskan olehNya. Itu memang sudah rezekinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi adakalanya pula kita telah berusaha dengan sekuat tenaga, tapi apa yang kita inginkan tidak tercapai. Kita merasa telah mengorbankan moril maupun materiil yang begitu besar, tapi hanya kekecewaan yang didapatkan. Ingin rasanya &lt;em&gt;protes&lt;/em&gt; pada Yang Kuasa, tapi apalah daya kita, hanya seorang hamba yang lemah tak berdaya. Yang hanya bisa pasrah dan bertawakal atas apa yang telah digariskanNya. Memang kadang terasa sakit jika membayangkan besarnya pengorbanan kita. Sakit karena pengorbanan itu terasa sia-sia. Tapi semua itu hanya bisa dipasrahkan pada Yang Maha Berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang selalu diajarkan Rasulullah, bahwa kita harus bertawakal setelah berusaha sekuat tenaga. Karena Allah pasti akan memberikan imbalan pada semua usaha kita, pada semua amal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya amal, Allah akan membalasnya dengan tiga kemungkinan. Pertama, Allah akan membalas amal kita semuanya di dunia ini. Kedua, Allah akan memberikan balasan amal kita sebagian di dunia dan sebagian lagi sebagai tabungan di akhirat. Dan yang ketiga, Allah akan membalas seluruhnya sebagai tabungan amal di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertawakal, kita bisa berdo'a dan berharap, mungkin Allah tidak membalas semua amal dan usaha kita, dan akan memberikannya sebagai tabungan amal kita di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111802233755557855?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111802233755557855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111802233755557855&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111802233755557855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111802233755557855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/06/semoga-menjadi-tabungan-amal.html' title='Semoga Menjadi Tabungan Amal'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111743763906344127</id><published>2005-05-30T14:14:00.000+07:00</published><updated>2005-05-30T15:30:57.200+07:00</updated><title type='text'>Ma.......usap-usap punggungnya</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Mamaaaaaaaaa……..siniiiiiiiiii……..”&lt;/em&gt;, si kecil dengan suara manja memanggil-manggil aku yang masih sibuk dengan piring-piring kotor di dapur. Setelah seharian bekerja di kantor, sesampainya di rumah aku risi dengan melihat &lt;em&gt;berantakannya&lt;/em&gt; rumahku, jadi langsung kusingsingkan lengan baju, kubereskan semua piring-piring dan teman-temannya yang kotor, mencuci baju, dan sejumlah pekerjaan lain yang antri tuk disentuh olehku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai semua pekerjaan, kuhampiri anakku. Duh………ternyata dia sudah tertidur pulas. Tidur yang menyisakan suatu harapan kan belaian mamanya. Tak terasa air mataku meleleh di pipiku. Sebongkah rasa sesal menderaku. Seandainya kutinggalkan dulu pekerjaanku, lalu kuhampiri anakku, mungkin dia akan tidur dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah aku diberi harta yang paling berharga, anak-anak yang sholeh. Mau mengerti akan kesibukan mamanya yang setiap hari meninggalkannya tuk membantu perekonomian rumah tangga. Mereka tidak pernah rewel buat cari perhatian mamanya. Mereka hanya ingin bersama-sama di waktu yang tersisa setiap malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ach………&lt;/em&gt;mengapa aku tidak meluangkan waktu sedikit buat anak-anakku. Tokh pekerjaan rumah tangga tak akan pernah habis-habisnya.&lt;br /&gt;Hingga terdengar suara anakku lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Mamaaaaaa…siniiiii……. Usap-usap punggungnya…………”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berlari menghampiri anakku. Kupeluk dia, kucium dia.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Usap-usap punggungnya………..maa…….dalemnya…………”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hanya itu keinginannya. Kuusap-usap punggungnya hingga dia tertidur dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama akan selalu di sisimu sayang........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111743763906344127?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111743763906344127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111743763906344127&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111743763906344127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111743763906344127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/mausap-usap-punggungnya.html' title='Ma.......usap-usap punggungnya'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111717528425274565</id><published>2005-05-27T13:18:00.000+07:00</published><updated>2005-05-27T16:33:37.476+07:00</updated><title type='text'>Hobyku dulu</title><content type='html'>Sewaktu kecil aku "dipaksa" orang tuaku masuk Sanggar Tari Sunda. Aku sebenernya gak suka nari-nari kayak gitu, gak pede kalo tampil di depan umum. Tapi karena dipaksa yaa akhirnya harus mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata aku punya bakat terpendam kali yach...He..he..&lt;br /&gt;Aku malah terpilih buat tampil "solo karir". Waktu itu umurku baru 4 tahun.&lt;br /&gt;Walhasil.... banyak orang yang terpukau dengan gemulainya tarianku.&lt;br /&gt;Bangga donk yach...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama2 asyik juga tampil di depan orang banyak. &lt;br /&gt;Nich dia penampilanku waktu "wisuda TK"....&lt;br /&gt;Imut2 khan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/sunda-1.jpg" alt="imut-imut khan" height="200" width="100"&gt; &lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/sunda-2.jpg" alt="Tari Anjasmara" height="150" width="150"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuman nari kalo ada 17 Agustusan atau kenaikan kelas.&lt;br /&gt;Menginjak SMP aku udah malu nari Sunda, soalnya bajunya buka2an sich...seksiii... Rata2 kebuka bagian dadanya...wah...badanku khan sedang subur2nya umur segitu mah.&lt;br /&gt;Paling2 nari jaipongan yang bajunya pake kebaya biasa, jadi gak keliatan dadanya.&lt;br /&gt;Ya itu juga nari kalo 17-an atao di hajatan sodara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/jaipongan-2.jpg" alt="jaipongan katenye" height="200" width="150"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas 3 SMP aku balik lagi ke Bandung setelah turut ortu tinggal di Sumedang selama 2 tahun. Saat itu ada juga pindahan dari Padang. Dia tukh keluarga besarnya punya sanggar tari yang cukup OK. Setelah tau aku suka nari, aku ditawari gabung. Wah...asalnya sich nolak dulu, soalnya basic nari Padang ama Sunda khan beda. Tapi berhubung waktu itu mau nampil dan kurang penari, akhirnya aku diikutkan pada penampilan minggu itu. Bayangin dalam satu minggu aku harus nampil !! Sanggar ini sering dipanggil di acara2 perkawinan gitzu lokh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mulai tampillah aku. Padang khan pakaiannya enak, panjang2 and ketutup. Lumayan juga lah sering2 nampil di gedung2 di acara perkawinan atau di gedung pertunjukan kayak sendratari gitu.......nambah2 pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/padang-1.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com" height="150" width="100"&gt; &lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/padang-2.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com" height="150" width="90"&gt; &lt;img src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/padang-3.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com" height="150" width="100"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu pake jilbab, aku agak mengurangi aktifitas nariku. Asalnya milih2 pakaian yang tertutup, untungnya instrukturnya pengertian. Pokoknya pakaian diusahakan dilapisi kerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lama2 risi juga nari di depan orang banyak. Ini khan gak sesuai dgn aturan jilbab. Emang sich kepala ketutup, tapi aku berlenggak-lenggok di depan orang banyak... Wah...kalo banyak yang tertarik gimana ? Eh...bukan ge-er lho !&lt;br /&gt;Emang pergaulan di dunia seni tukh bebas2 aja.... tapi jangan negatif dulu. Misalnya pegang2an tangan, duduk dempet2an, itu mah dah dianggap biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kuputuskan tuk berhenti nari. Mungkin itu bukan duniaku. Mungkin Allah gak ridho dengan duniaku itu. Maka dengan mengucap Bismillah, aku berusaha mencari jalan menuju ridho Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111717528425274565?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111717528425274565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111717528425274565&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111717528425274565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111717528425274565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/hobyku-dulu.html' title='Hobyku dulu'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111710651084239463</id><published>2005-05-26T17:57:00.000+07:00</published><updated>2005-05-26T18:21:50.846+07:00</updated><title type='text'>Jilbabku</title><content type='html'>Tahun 1990 adalah tahun hijrahku. Hijrah dari kehidupanku yang menjalankan ibadah asal-asalan menuju kehidupan yang menjalankan Islam secara kaffah. Saat itu pengajian-pengajian masih suatu perkumpulan yang agak ditakuti karena dikhawatirkan masuk golongan tertentu. Demikian juga orang tuaku yang berkeberatan aku mengikuti pengajian-pengajian. Berawal dari pengajian di sekolahku, yang pada saat itu AA Gym masih berkunjung dari sekolah ke sekolah, termasuk ke sekolahku.&lt;br /&gt;Aku mulai mengikuti pesantren ramadhan yang dilaksanakan di sekolah. Dari situ aku diperdengarkan ayat tentang jilbab. Tiba-tiba ada keinginan kuat untuk mengenakan jilbab. Alhamdulillah… aku mendapat hidayah dariNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat SMP dulu, aku suka &lt;em&gt;ngeledek&lt;/em&gt; orang yang pakai jilbab. &lt;em&gt;Tukh ada Ninja…. &lt;br /&gt;Jilbab ? Ha… pake jilbab ? Hiii…. Gak akh…. Kayak ninja.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Itu sering aku lakukan bersama tiga orang temanku yang dua diantaranya adalah non muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula orang tuaku, saat kuutarakan niatku, mereka tidak mendukung aku mengenakan jilbab. Mereka bilang &lt;em&gt;"Kalau kamu ingin pakai jilbab, laksanakan sholat dulu yang benar, puasa yang benar, tingkah laku yang benar, baru pakai jilbab. Di sekolah juga kan dilarang. Nanti saja setelah kamu lulus dan dapat kerja, baru pakai jilbab".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di sekolahku pun saat itu dilarang pakai jilbab. Aku melihat teman-teman yang pakai jilbab, membuka jilbabnya di gerbang sekolah. Mereka hanya memakai jaket untuk menutupi kemeja lengan pendeknya dan kaos kaki panjang untuk menutupi kakinya. Kemudian mereka memakai jilbab lagi sepulang sekolah. Karena waktu itu pilihan hanya dua, tetap di sekolah ini atau silahkan pakai jilbab tapi cari sekolah yang lain. Sungguh ironis memang, di negara yang mayoritas muslim, tapi pemakaian jilbab masih dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keinginan pakai jilbab itu begitu kuat. Aku secara sembunyi-sembunyi membeli buku tentang jilbab. Makin hari ketakutanku makin menjadi, tapi aku merasa belum siap mengenakannya. Kakak-kakak mentorku mengatakan,  &lt;em&gt;“Jilbab ini wajib, Nie. Apakah kamu yakin kalau kamu masih diberi umur panjang oleh Allah, jika niatmu selalu diulur-ulur waktunya ? Biarlah menggunakan jilbab secara sembunyi-sembunyi seperti ini, yang penting Allah tahu niat kita”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan sembunyi-sembunyi aku membeli kerudung dan kaos kaki panjang.&lt;br /&gt;Aku pergi sekolah saat ibuku sedang ada di dapur dan ayahku sudah berangkat kerja. Sampai di sekolah teman-teman menyambutku dan memberiku ucapan selamat. Seperti teman lainnya, aku membuka kerudung di pintu gerbang dan menggunakan jaket seharian. Bahagianya aku bisa menunaikan salah satu kewajibanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sesampainya di rumah, orang tuaku marah besar. Mereka merasa tidak dihargai. Mereka tidak mendukungku sama sekali. Sehari-hari aku menggunakan pakaian apa adanya. Kemeja pendek aku pakai secara rangkap dengan kaos tangan panjang. Rok panjang hanya punya satu. Mereka tidak mau membelikanku pakaian untuk orang berjilbab. Sedih sekali hati ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelajaran pun selalu ada diskriminasi pada orang-orang berjilbab. Terutama pelajaran olah raga. Guru olah ragaku selalu merazia jaket dan kaos kaki. Dan yang paling mengerikan adalah saat melihat nilai olah ragaku. Astaghfirullah…. Seumur-umur aku belum pernah dapat nilai lima di raportku. Ini hanya gara-gara tidak ikut pelajaran berenang…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku ingin membuktikan bahwa dengan berjilbab bisa mendorongku untuk beribadah dengan lebih baik. Aku akan malu bila tidak benar dalam beribadah. Misalnya &lt;em&gt;“Masa yang berjilbab sholatnya bolong-bolong “&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;“ Masa yang berjilbab ngomongnya nyakitin orang lain”&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;“Masa yang berjilbab gak pernah ke pengajian”&lt;/em&gt;. Jadi dengan berjilbab itu malah mendorong aku untuk beribadah dengan lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju kepada kebenaran memang dibutuhkan pengorbanan. Itu yang selalu aku tanamkan dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tibalah hari kelulusan. Hari terbebasnya dari tirani. Sejak hari itu aku mulai bisa mengenakan jilbabku secara penuh, walau masih dalam keterbatasan.&lt;br /&gt;Aku ingin cepat bekerja agar aku bisa juga terbebas dari belenggu orang tuaku. Agar aku bisa lebih leluasa menentukan langkah hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari pekerjaan pun ternyata tak semudah yang dibayangkan. Dengan percaya diri yang tinggi karena berbekal ijazah dengan nilai yang lumayan, aku bisa menyisihkan saingan-sainganku sesama pelamar kerja. Namun aku selalu jatuh saat wawancara karena mengetahui aku pakai jilbab. Satu lagi batu sandungan menghadang. Tapi aku tak putus asa. Aku terus berusaha dan berdoa.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Alhamdulillah…… Allah memberiku rezeki, aku diterima di sebuah perusahaan BUMN sebagai tenaga harian. Setelah aku bekerja, orang tuaku pun lama-lama mendukung aku untuk berjilbab. Aku bisa membeli pakaian-pakaian panjang dengan lebih leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah……..berikanlah kekuatan agar hamba tetap istiqomah menjalankan semua syariatMu. Berikanlah hamba kekuatan tuk menghadang godaan-godaan dunia yang bisa menghancurkan keistiqomahanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111710651084239463?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111710651084239463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111710651084239463&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111710651084239463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111710651084239463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/jilbabku.html' title='Jilbabku'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111701112718875171</id><published>2005-05-25T15:50:00.000+07:00</published><updated>2005-05-25T15:58:10.696+07:00</updated><title type='text'>Yang Terbaik</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu sangat mudah diucapkan oleh lisan kita tapi sangat sulit bila benar-benar ikhlas keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Kadang lisan kita dengan mudahnya berucap kalimat itu, tapi air mata tak henti-hentinya mengalir, hati tak henti-hentinya menyesali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat suatu “kebahagiaan” dicabut kembali olehNya, rasanya tak rela hati ini tuk melepasnya. Karena suatu “kebahagian” itu didapat dengan usaha yang susah payah, dengan pengorbanan yang begitu besar. Egoku selalu berkata “Ini semua memang dari Allah, tapi ini kudapatkan dengan susah payah, dengan jerih payahku, maka aku berhak mempertahankan “kebahagiaan” itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala usaha mempertahankan “kebahagiaan” telah kulakukan, namun apa kuasaku menentang Yang Maha Kuasa, apa dayaku melawan Yang Maha Berkehendak. Tapi hati ini sangat sulit untuk pasrah, sulit untuk ikhlas menerima takdir yang terjadi. Sekuat tenaga hatiku meronta, tak kan bisa mengalahkan Yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesunyian aku merenung, aku selalu yakin Allah selalu memilih &lt;em&gt;&lt;strong&gt;yang terbaik &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;untuk makhlukNya. Allah mungkin mencabut “kebahagiaan” itu dan akan menggantinya dengan “kebahagiaan” yang lain yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga nasehat dari sahabatku :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Siapa pun kita memang benar-benar takkan pernah bisa selamanya memiliki apa yang pernah kita raih, apakah itu materi atau pun sebatas sesuatu yang bersifat psikis, seperti kebahagiaan. Semua itu sebelumnya tidak pernah ada, lalu ada dan menjadi milik kita. Nah, yang harus kita ingat, setiap sesuatu yang awalnya tidak ada, pastilah akan berakhir kepada ketiadaan. Karena, kita juga tidak pernah membelinya kan ? Semuanya itu datang karena ada yang memberi... maka kalau Si Pemberi itu memintanya kembali, tidaklah ada hak bagi kita untuk sakit hati atau kecewa, juga sedih. Seperti kebahagiaan, itu datangnya dari Si Pencipta kebahagiaan, jika ia mengangkatnya kembali... ada dua kemungkinan, Dia tengah mencoba kita dengan "tanpa kebahagiaan" atau, dalam rangka menggantinya dengan kebahagiaan yang lain.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sahabatku, kau selalu hadir dalam kekalutanku, kau bisa menepis semua gundahku, kau bisa menghadirkan senyum di wajahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencoba tersenyum dalam keikhlasan akan takdirku dan semua cobaan yang menimpaku….&lt;br /&gt;Seperti senyuman temanku yang baru seminggu ditinggal suaminya….&lt;br /&gt;Seperti senyuman saudaraku yang baru kehilangan anaknya….&lt;br /&gt;Seperti senyuman saudara-saudara kita yang tertimpa tsunami di Serambi Mekah sana yang telah kehilangan segalanya, suami, istri, anak, orang tua, harta benda….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya penderitaanku,betapa kecilnya cobaanku dibandingkan dengan mereka, betapa bodohnya aku yang telah menyia-nyiakan waktu untuk mengejar sesuatu yang bukan ditakdirkan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…… ampuni aku yang tak ikhlas menerima takdirMu, berikanlah kekuatan dalam menjalani cobaanMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin………Kau akan selalu memberikan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"yang terbaik"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; untuk semua makhlukMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111701112718875171?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111701112718875171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111701112718875171&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111701112718875171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111701112718875171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/yang-terbaik.html' title='Yang Terbaik'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111649520812775191</id><published>2005-05-19T16:27:00.000+07:00</published><updated>2005-05-23T08:23:25.170+07:00</updated><title type='text'>My sons</title><content type='html'>&lt;em&gt;Alhamdulillaah.... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perjalanan panjang akhirnya bisa posting foto kedua anakku ini.&lt;br /&gt;(maklum photoshop pun baru belajar....he...he...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ini dia si sulung&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M. Hanifan Rahman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="200" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/hanifan-cakep.jpg" width="150" /&gt;  &lt;img height="200" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/IFAN-cakep.jpg" width="150" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan di rumah AA or Ifan. Tapi di sekolah dipanggil Hanifan.&lt;br /&gt;Baru kelas 4 SD, cuman badannya doank yang gede........tapi penakutnya minta ampun. Dia tukh orangnya serius banget, tapi dapet ranking terus di kelasnya. Sekarang juga masuk kelas unggulan (persis mamanya...he..he...).&lt;br /&gt;Hobbynya makan, baca komik, main PS ama main RO.....&lt;br /&gt;Ikut Taek wondo sich katanya bukan hobby, tapi buat bisa bela diri aja kalo ada yg jailin.... cailaaaaa..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yang kedua&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M. Farhan Fathurrahman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img height="200" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/farhan-cute.jpg" width="150" /&gt;  &lt;img height="200" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i5.photobucket.com/albums/y180/nietroozz/ade-cute.jpg" width="150" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilannya Ade Hanhan, tapi di sekolah ya Farhan.&lt;br /&gt;Ini jauh beda ama kakaknya. Orangnya cuek, mo ada PR kek, mo ada tugas kek, pokoke nyantai aja hidupnya. Tapi nilai2nya lumayanlah...&lt;br /&gt;Hobbynya tidur....(kayak emaknya), trus sama juga ma kakaknya hobby banget PS and RO. Badminton juga suka banget.&lt;br /&gt;Anaknya PeDe abiiiis.... sampe2 ID di RO nya apa coba ? "Farhancakep"...hi..hi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liat anak2 udah gede...... berarti udah tue yee....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But... udah sampe dimana yach persiapan buat "pulang" nanti ????&lt;br /&gt;Ingatlah Mama Nie......... semakin hari umurmu makin berkurang,&lt;br /&gt;cepatlah cari bekal....... selagi Allah masih ngasih kesempatan........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semoga Allah masih memberi kesempatan. Amien....&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111649520812775191?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111649520812775191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111649520812775191&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111649520812775191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111649520812775191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/my-sons.html' title='My sons'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111639980126003214</id><published>2005-05-18T13:59:00.000+07:00</published><updated>2005-05-18T14:03:21.276+07:00</updated><title type='text'>Menggapai kebahagiaan Yang Hakiki</title><content type='html'>Peluh menetes membasahi wajahku, padahal hari itu belum genap pukul tujuh pagi. Dua tentengan berat berisi kue-kue yang akan kutitipkan di koperasi sekolahku, telah cukup membuat aku berpeluh sepagi ini. Kulihat temen-temen yang tertawa riang, sambil bergandengan tangan dan bercanda menuju ke sekolah pula, tanpa harus dibebani dengan kantong tentengan seperti aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... beginilah masa kecilku. Sebagai anak sulung, aku harus turut menanggung beban ekonomi keluargaku. Gaji ayahku yang "murni" pegawai negeri tak mampu menutupi kebutuhan keluarga dengan empat orang anak ini. Setiap hari aku harus ke sekolah dengan kantong plastik besar yang cukup berat. Setiap istirahat aku bantu-bantu di koperasi sekolah agar dapat "jajan gratis". Sepulang sekolah aku pun harus berjalan kaki yang cukup jauh menuju stamplat bis terdekat agar bisa naik bis dengan ongkos murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… andaikata aku jadi orang kaya seperti teman-temanku yang selalu diantarjemput, uang saku yang berlimpah, mau apa saja tinggal bilang sama orang tua. Hanya satu yang ada di benakku, aku ingin jadi orang kaya, karena orang kaya selalu terlihat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku diminta orang tua temanku tuk mengajari anaknya matematika, padahal aku sama-sama masih belajar juga. Alhamdulillah sepulang mengajar anaknya, ibu itu menyelipkan beberapa lembar ribuan di saku bajuku, akh….benar-benar suatu kebahagiaan yang tiada taranya bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sore sampai malam aku membantu ibuku membuat kue untuk esok harinya. Kadang-kadang aku tak ada waktu buat belajar. Tapi alhamdulillah Allah memberiku otak yang cukup encer, sehingga aku cukup mendengarkan penjelasan guru dan itu dapat kuingat dan tersimpan dalam memoriku. Buku-buku selalu komplit karena dapat hadiah dari sekolah setiap kenaikan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah memasuki SMA yang terbilang favorit di kotaku ini, aku sangat keteteran mengejar pelajaran. Kegiatan di rumah yang lumayan menyita waktuku sehingga tak sempat mengerjakan PR, buku-buku yang tak sanggup aku beli dan kadang-kadang membolos karena tak ada ongkos sehingga sering ketinggalan beberapa mata pelajaran. Prestasiku menurun drastis karena yang ada di pikiranku adalah uang. Bagaimana aku harus mencari uang, supaya hidup kami tidak selalu menderita begini. Pertengkaran demi pertengkaran orang tua karena masalah ekonomi mewarnai kehidupanku. Itu semua makin menyurutkan semangat belajarku, aku ingin cari uang, aku ingin kaya, aku ingin meringankan beban orang tuaku. Aku berfikir saat itu uang adalah segala-galanya, uang yang dapat meredakan semua masalah , uang adalah sumber kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat ini aku merenung, aku telah mendapatkan semua yang aku inginkan. Uang, rumah, kendaraan, keluarga, tapi hidupku terasa hampa. Uang tak dapat membuatku tersenyum bahagia, rumah yang luas terasa biasa saja, kendaraan ber-AC pun tak dapat ternikmati olehku, keluarga……..ach aku seperti hidup sendiri. Kemanakah larinya kebahagiaan itu ? Aku selalu merasa kesepian, gelisah, sakit dan ketakutan.&lt;br /&gt;Kemanakah diri ini kan berlari lagi tuk dapatkan kebahagiaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama ini aku salah. Ternyata kebahagiaan itu berasal dari hati. Kebahagiaan itu hanya jika kita mendekatkan diri padaNya. Kebahagiaan itu terdapat dalam ma’rifatullah, mengesakanNya, mencintaiNya, merindukan pertemuan denganNya, bertautnya hati dan tujuan hanya kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah selama ini aku sangat jauh dariMu. Kelebihan materi tidak menjamin kebahagiaanku. Semua itu malah melenakanku, menjauhkan aku dariMu, mengurangi rasa syukurku, mengurangi sujud-sujud malamku. Aku tlah khilaf, aku tlah lupa bagaimana sewaktu hidup susah dulu ku selalu di dekatMu, memohon hanya kepadaMu. Kenikmatan dunia ini benar-benar telah melupakanku bahwa Engkaulah yang memberi semua ini, karena Engkaulah berlimpahnya rezeki ini. Karena Engkaulah berhasilnya karir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni aku yaa Ghafuur,&lt;br /&gt;Ampuni aku yang tlah lalai akan perintahMu,&lt;br /&gt;Ampuni aku yang tlah melanggar laranganMu,&lt;br /&gt;Bimbinglah aku tuk berjalan kembali ke arahMu,&lt;br /&gt;Aku ingin selalu ada di dekatMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku ingin dapat kebahagiaan yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111639980126003214?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111639980126003214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111639980126003214&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111639980126003214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111639980126003214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/menggapai-kebahagiaan-yang-hakiki.html' title='Menggapai kebahagiaan Yang Hakiki'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111586899649807397</id><published>2005-05-12T09:40:00.000+07:00</published><updated>2005-05-12T10:36:36.516+07:00</updated><title type='text'>Menghitung Hari</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;"Menghitung hari.........detik demi detik......Masa kunanti apatah ada..........."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Lagu lama yang dilantunkan salah satu Diva Indonesia itu amat menyentuh hatiku. Bukan cerita cinta yang ada di dalamnya, tapi aku merenungkan bait pertama lagu itu. Berapa hari lagi jatah hidupku. Sudah siapkah diriku jika "Masa" itu ada ? "Masa" saat Izrail datang menjemput. Apa bekal yang akan kubawa tuk perjalanan yang kekal abadi di alam sana ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Aku pernah merasakan "sesuatu" yang katanya dirasakan oleh orang yang akan meninggal. Kata orang, orang yang akan meninggal akan aneh tingkah lakunya dalam masa 40 hari sebelum hari "H". Dia selalu merasa kesepian, merasa ditinggalkan, dsb. Wallaahu alam........ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Aku merasakan kesepian yang sangat sangat dalam. Rasanya semua orang menjauhi aku. Rasanya aku harus melakukan segala hal sendirian karena di alam sana pun kita harus mempertanggungjawabkan semua amal kita sendirian. Setiap hari dari saat perasaan itu datang, aku "&lt;em&gt;menghitung hari&lt;/em&gt;"  jatah hariku yang tinggal 40 hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Setiap hari aku berusaha berbuat baik kepada semua orang. Aku tidak ingin nanti ada orang lain yang menuntut perbuatanku di sana, sehingga membuat aku bangkrut karena amalanku yang hanya sedikit diambil oleh orang yang pernah aku dzolimi. Aku bersihkan hartaku dari hak-hak orang lain yang masih menempel pada hartaku. Aku minta maaf pada orang-orang yang telah aku sakiti walau tanpa sengaja, terutama orang tuaku. Setiap malam kupasrahkan diriku tuk bersujud ke hadiratNya. Kuhisab semua amalku sebelum nanti dihisab olehNya di alam sana. Ingin aku kembali kepadaNya dengan diri yang bersih tak bernoda. Rasanya diri ini sangat pasrah menanti hari "H" itu datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Hingga tibalah hari yang kunanti itu. Hari saat Izrail datang menjemputku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Hatiku galau tak menentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Tapi hingga habis hari itu, Izrail tak kunjung datang........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Ya......... Izrail memang akan datang. Tapi dia kan datang tanpa kita ketahui. Dia kan datang pada saat kita siap ataupun tidak siap menyambut kedatangannya. Dia akan datang di mana pun kita berada, dimana pun kita kan sembunyi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Ya Allah, berilah kesempatan pada hambaMu ini tuk membersihkan diri yang berlumuran dosa. Berikanlah kesempatan pada hambaMu ini tuk mencari bekal tuk perjalanan panjang yang kekal abadi di alam sana. Agar pada saat Izrail datang menjemput, aku telah siap menyambutnya. Amien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Nie Troozz  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111586899649807397?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111586899649807397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111586899649807397&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111586899649807397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111586899649807397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/menghitung-hari.html' title='Menghitung Hari'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111534428336372900</id><published>2005-05-06T08:07:00.000+07:00</published><updated>2005-05-12T10:52:47.440+07:00</updated><title type='text'>Mesjid</title><content type='html'>&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;Saat aku masih mencari2 lokasi buat rumah baruku, yg ada dalam benakku ingin dapat lokasi dekat Mesjid. Dekat dgn rumah Allah, mungkin bisa lebih mendekatkan aku dgnNya. Akhirnya aku mendapat lokasi yg sangat strategis. Walaupun harganya lebih mahal dikit dari kavling lainya, tapi aku bersyukur banget dapat lokasi yg tepat berhadapan dgn mesjid. Alhamdulillah.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari2 pertama tinggal di rumah baru, aku menyempatkan diri untuk sholat berjamaah di mesjid. Tapi hanya bertahan beberapa hari. Kembali imanku tergoda oleh syetan. "Yg wajib ke mesjid khan cuman bapak2"....... gitu kata hatiku. Aku kembali bermalas2an saat kudengar Adzan Subuh. Dan kemudian sholat sendirian di Musholla mungilku setelah matahari menampakkan sinarnya. Astaghfirullah........ Aku tidak mensyukuri nikmat Allah yg telah memberikan kesempatan padaku tuk lebih dekat dgnNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh tadi........Kuteguhkan hati tuk melangkahkan kaki ke Mesjid lagi. Aku harus dan harus melawan bisikan syetan lagi. Suamiku pun menemaniku ke Mesjid. Mesjid kecil yg sederhana yg hanya terisi oleh beberapa gelintir orang yg satu shaff pun tak penuh. Hhmm... mesjid ini selalu penuh sesak jika bulan Ramadhan, malah kadang tak kebagian tempat. Mesjid ini hanya dirindukan orang pada bulan yg suci itu. Selebihnya...... hanya karpet2 hijau yg memenuhi ruangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari mesjid, suamiku mengajak pulang lewat jalan memutar. Padahal pulang ke rumah tinggal menyebrang jalan. Tapi dia bersikeras memutar, cari udara segar katanya. Akhirnya kuikuti "jalan2 subuh"nya. Kuitari sekeliling RTku, ternyata banyak sekali hal2 yg tak pernah kulihat selama ini. Rumah2 kecil berdempetan, malah ada satu kavling dihuni oleh beberapa keluarga, rumah yg hanya diterangi lampu 5 watt-an (ngirit kali yach......), rumah yg belum jadi tapi sudah ditempati. Itu semua membuat aku bersyukur aku lebih baik dari mereka........&lt;br /&gt;Alhamdulillah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah aku merenung. Rumahku lapang, malah ada mushollanya walaupun mungil, lampunya bersinar terang, malah satu ruangan ada yg dipasang 5 buah lampu (boros amat yach...)....... kurang apa coba ??&lt;br /&gt;Terdengar suara AA Gym di radio......."Kunjungilah rumah Allah yg kecil, Insya Allah kau akan ditunjukan jalan menuju Rumah Allah yg besar di Baitullah...................."&lt;br /&gt;Ah............ kata2 itu terdengar pada saat yg tepat, pada saat aku merindukan Rumah Allah.&lt;br /&gt;Ya Allah berikanlah kesempatan padaku untuk mengunjungi RumahMu, Aku ingin bertobat padaMu, Aku ingin mensucikan diriku di sana, dan aku ingin kembali kepadaMu dalam keadaan yg suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nie Troozz&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111534428336372900?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111534428336372900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111534428336372900&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111534428336372900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111534428336372900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/mesjid.html' title='Mesjid'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111518073845175933</id><published>2005-05-04T09:46:00.000+07:00</published><updated>2005-05-04T11:44:03.406+07:00</updated><title type='text'>Nyang punya Blog</title><content type='html'>Assalaamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Yani or lengkapnya Yanni Troosyani.&lt;br /&gt;Gak tau tukh artinya apa. Katanya yg ngasih nama adiknya nenek aku. Koq adik nenek ? Iya........... khan nenekku udah gak ada, waktu aku masih di alam manaaa gitu. Katanya aku dimanja banget ama adik nenek itu krn beliau gak punya anak perempuan. Tapi beliau udah meninggal juga waktu aku masih kecil.&lt;br /&gt;Trus ama kakek aku dipanggil........Inonk (ssssstttttttttt... jangan bilang siapa2 yach). Katanya karena wajahku bulet kayak kue Kenong (ampe skr aku gak tau kue kenong itu kayak apa??). Tapi aku gak mau dipanggil dgn nama itu, sebel.......suka diledekin ama temen2 waktu sekolah dulu. Tapi yach di keluarga besar mah tetep we Teh 'nonk. Dan itu gak bisa dihapus ampe kapan pun... tetap melekat dalam diriku........he..he..&lt;br /&gt;Yo wis............ pasrah aja.&lt;br /&gt;Tapi di sekolah or di kantor yaaaaaa Yani donk or Nie aja, OK.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've got married, 1 husband and 2 boys.&lt;br /&gt;The first is M. Hanifan Rahman dipanggil Ifan (10 years old) and&lt;br /&gt;the other is M. Farhan Fathurrahman dipanggil Ade Hanhan (7,5 years old).&lt;br /&gt;Di rumah aku jadi yg paling cantik...he..he...&lt;br /&gt;Dua2nya sekolah di SD Plus Al Ghifari, yg satu kls 4 dan adiknya kls 2. Sengaja cari SD Plus soalnya mamanya terlalu sibuk ampe gak punya waktu buat ngedidik mereka. Disekolahnya udah ada pelajaran Iqro, bahasa Arab and bahasa Inggris. Jadi gak perlu les ini itu lagi.&lt;br /&gt;Hobinya dua2nya main PS and sekarang lagi keranjingan main internet......itu lho RO (Ragnarok Online) cenah. Ya... selama dlm batas2 kewajaran, aku ijinin aja, biar nanti jadi pinter IT (cita2 mamanya). Yang penting tugas sekolah beres. Selain itu yg sulung lg seneng Tae kwondo and baru naek ke sabuk kuning minggu yang lalu. Kalo si kecil senengnya Badminton, kebetulan depan rumah ada lapangan jadi ya terpaksa hrs ngeladenin jd lawan mainnya. Malah kalo di luar angin lg gede, terpaksa dech di dlm rumah, kebetulan rumahnya msh kosong, belom banyak mebelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, Si Ifan lg umur 7 bulanan Juara ke-1 Lomba Balita Sehat. Dia khan gemuk banget. Pernah kurus waktu awal2 punya adik, jealous kali yach. And sekarang gemuk lagi krn jago makan. Yang bangga tukh neneknya, krn tiap hari ama beliau. Karena neneknyalah Ifan juara katanya (hik..hik..ya beginilah nasib mama yg gak ngurus anaknya).&lt;br /&gt;Si Ade mah kurus wae krn sering dimarahin ama kakaknya, kakaknya galak krn ampe skr gak rela kasih sayang ortunya terbagi ama adeknya (susah banget ngasih pengertian ama Ifan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru pindahan ke rumah baru pas Tahun Baru-an. Belom kelar 100 % sich tapi lumayanlah, yg penting udah ada gentengnya..he...he...&lt;br /&gt;Alhamdulillah aku skr punya rumah. Dulu jg punya deng, tapi kecil tipe 21, trus kalo ujan gede jalanannya banjir. Meskipun gak masuk rumah, tapi tetep we gak bisa kemana2. Akhirnya sempet ngungsi dulu di rumah ortu ampe rumah yg ini kelar dibangun. Tapi udah setaon gak kelar2 juga. wah... udah abis2an nich buat rumah. Tabungan abis, rumah yg dulu udah terjual and terakhir mobil pun harus melayang. Ya gpp dech, yg penting skr udah punya rumah yg nyaman. Alhamdulillah ya Allah.&lt;br /&gt;Meskipun rumahku jauh ("Bandung Coret" kata orang mah) tapi aku tenang krn deket ortu, ya buat nitipin anak2, he..he.. soalnya gak ada pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjaku di perusahaan setrum negara. Alhamdulillah, dipercaya jadi sekretarisnya GM. Wah...kedengerannya keren yach sekretaris itu, padahal ya biasa aja kerjanya nerima telp, ngeagenda surat2, nyiapin rapat2 plus makan siang Boss, pokoknya stand by saat dibutuhin Boss. Gak cape sich kerjanya cuman harus siap siaga aja sampe Boss pulang, kalo pulangnya malem ya ikut pulang malem, tapi kalo malem banget, misal rapat ampe jam 9 or 10 malem, ada sekret satu lg yg cowoq.&lt;br /&gt;"Ibu2 mah pulang aja, kasian anak2 nunggu di rumah" gitu kata Boss. Boss baik dech.......&lt;br /&gt;My husband jg kerja di sini, tapi di Bagian SDM. Jadi pulang pergi bisa bareng, asyik khan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah , terima kasih atas karunia yg Engkau berikan padaku. Ampuni aku yg tdk pernah bersyukur pada-Mu, yg selalu menyia2kan semua nikmat-Mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111518073845175933?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111518073845175933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111518073845175933&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111518073845175933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111518073845175933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/nyang-punya-blog.html' title='Nyang punya Blog'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111517416693379136</id><published>2005-05-04T09:16:00.000+07:00</published><updated>2005-05-12T10:39:47.306+07:00</updated><title type='text'>Bersyukur</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Pagi tadi saat kumasuki halaman kantor, kulihat ada sesuatu yg bergerak2 di kontainer sampah. Astaghfirullah.................. seorang bapak tua tengah mengais2 sisa makanan di dalam kontainer itu. Dia tampak sangat menikmati "sarapan pagi"nya itu. Getir rasanya hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal subuh tadi aku baru saja menguras isi kulkasku. Banyak sekali makanan yg tak termakan oleh kami dan kami simpan di dalam kulkas. Setelah beberapa hari makanan itu tak tersentuh oleh kami karena telah ada lagi makanan yg baru. Wortel yg masih mentah yg tak sempet dimasak, susu murni yg masih utuh tp sdh expired, kue serabi kiriman ibuku, buah2an yg sdh mulai peot, dan banyak lagi makanan yg harus kurelakan masuk tong sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...... ampunilah hambaMu ini yg telah menyia2kan rezeki yg telah Engkau berikan. Hamba selalu tidak mensyukuri apa yg telah Engkau berikan. Sementara di sudut sana seorang bapak tua sedang kelaparan dan lagi2 hamba tak tergerak untuk memberikan sesuatu pada dia. Sudah keraskah hati hambaMu ini ? Sudah membatukah hati hambaMu ini ? Sehingga tdk peka terhadap sekeliling hamba ? Hamba hanya memikirkan kebahagiaan diri hamba, masa lalu hamba, masa depan hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah........ berilah petunjuk dan jalan terang bagi hambaMu ini agar bisa kembali seperti dulu lagi yg peka, perhatian, bersabar thd semua cobaanMu dan bersyukur thd semua nikmatMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien ya rabbal alamin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Nie Troozz&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111517416693379136?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111517416693379136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111517416693379136&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111517416693379136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111517416693379136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/bersyukur.html' title='Bersyukur'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111509821616801641</id><published>2005-05-03T12:11:00.000+07:00</published><updated>2005-05-12T10:41:06.960+07:00</updated><title type='text'>Asyik juga bikin Blog</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#ff99ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Waaahhhh.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyik juga bikin Blog........ kayak anak kecil punya mainan baru...he...he...&lt;br /&gt;Orang mah udah kemana, udah ke bulan, udah bikin pesawat, bikin apa kek, ini mah baru belajar bikin Blog. Ih..malu-maluin aja. Gpp deng........ orang tukh hrs belajar dari mulai ayunan ampe liang lahat, katenye...... tul gak. Gimana tampilan Blognya sekarang ? Kayaknya masih kurang centil yach...........&lt;br /&gt;Aku belom bisa nampilin foto di profile, ada yg bisa bantu ??&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111509821616801641?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111509821616801641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111509821616801641&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111509821616801641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111509821616801641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/asyik-juga-bikin-blog.html' title='Asyik juga bikin Blog'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12609724.post-111509146828518554</id><published>2005-05-03T10:26:00.000+07:00</published><updated>2005-05-12T11:41:36.090+07:00</updated><title type='text'>Belajar bikin Blog</title><content type='html'>&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;Hari ini aku belajar bikin Blog.&lt;br /&gt;Udah lama banget pengen bikin tapi gak tau caranya and takut tiba2 ada tagihan hrs bayar he..he...&lt;br /&gt;Suka jalan2 liatin Blog orang. Ah....... kayaknya seneng banget punya Blog, bisa cerita apa aja, bisa banyak temen, bisa dapet ilmu, and so on.....&lt;br /&gt;Tks a lot for someone buat supportnya and ngasih tutorialnya.&lt;br /&gt;So....... liat dulu akh hasil posting pertamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;NieTroozz&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12609724-111509146828518554?l=nietroozz.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nietroozz.blogspot.com/feeds/111509146828518554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12609724&amp;postID=111509146828518554&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111509146828518554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12609724/posts/default/111509146828518554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nietroozz.blogspot.com/2005/05/belajar-bikin-blog.html' title='Belajar bikin Blog'/><author><name>Nie Troozz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18265348393090757791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
